11 Tips dan Cara Membuat Blog untuk Pemula

tips dan cara membuat blog

 

Disclaimer : artikel ini mengandung link afiliasi, saya akan mendapat komisi bila kamu mendaftar/membeli produk/jasa menggunakan link afiliasi saya. 

Enggak tahu kenapa, artikel ini tiba-tiba jadi panjang aja hampir 2000 kata. Harapan saya…semoga bermanfaat ya! Tolong share juga artikel ini ya ^^ Makasih….

Saya baru tahu, ternyata status-status yang bersliweran di Facebook dan beberapa update status di grup-grup komunitas blog yang saya ikuti, ternyata banyak juga ya yang belum mempunyai blog. Serius baru tahu.

“Kok sempet-sempetnya sih kak, scrolling feed Facebook kayak gitu? Gak ada kerjaan ya kak?”

Ehmmm, bukan karena nganggur sih, karena biasanya saya bisa dapat ide nulis konten tuh dari status-status di Facebook macam begitu bambang….

Nah, kapan hari saya sempat baca status di salah satu komunitas blog,  “gan, gimana sih cara membuat blog?” dan ternyata banyak juga yang kasih komentar dan saran.

Ada yang bener sarannya, ada yang ngaco juga sih ^^

Di situ saya baru ngeh, belum semua orang bisa dan tahu bagaimana caranya membuat dan memulai sebuah blog.

Blog yang 20 tahun lalu hanya jadi ajang curhat penulisnya, tapi sekarang bisa menjadi salah satu passive income buat owner-nya. Menarik!

Gak percaya? Baca dulu artikel ini : Cara Menghasilkan Uang dari Blog

Artikel ini saya buat khusus buat kamu yang mau memulai ngeblog tapi bingung harus mulai dari mana, apa yang harus dikerjakan lebih dulu dan yang mau tahu berapa biaya untuk membuat dan maintenance blog.

10 Tips dan Cara Membuat Blog untuk Pemula :

  1. Tentukan niche atau ceruk

Menentukan niche blog sedari awal menurut saya penting banget. Terutama memilih niche yang profitable. Memangnya ada niche yang tidak profitable? Ada dong….

Beberapa niche yang profitable, yang bisa di monetisasi dan menghasilkan uang di antaranya : niche parenting, niche kesehatan, niche keuangan, niche monetisasi blog, niche beauty (kecantikan), niche gadget/teknologi.

Artikel menarik : Cara Mendongkrak Domain Authority

Belum tahu bagaimana cara menentukan niche? Ini beberapa cara yang bisa kamu pakai untuk menentukan niche blog kamu :

  • Buat 10 daftar hal-hal apa saja yang membuat kamu bersemangat dan selalu tertarik untuk membaca atau menuliskan tentang hal-hal tersebut
  • Mengetahui dan mengenali permasalahan yang ada dan kamu bisa membuat solusi-solusi atas permasalahan tersebut
  • Riset kompetitor (kalau perlu)

Tapi aku gak monetize blog kok kak, cuman mau nulis aja, curhat gitu….

Boleh juga, gak akan ada yang larang. Malahan gak perlu cari niche yang profitable kalau gini mah. Lebih bebas..^^

tips dan cara membuat blog

 

2. Menentukan nama blog

Seperti memberi nama anak, memberi nama blog juga gampang-gampang susah.

Dulu saya juga bingung mau kasih nama apa ya blog saya ini. Akhirnya, pakai nama alias www.indriariadna.com 

Kok bukan nama asli kak? Kalau nama asli panjang banget gaes…Indriyas Wahyuni Eko Suryaningsih. Gak muat browsernya hahaha….

Padahal nih, akan lebih baik kalau kita memberi nama blog itu yang mengandung keyword tertentu sesuai niche.

Contoh : mommyonpurpose.com/bloggingherway.com/yourfirst1k.co/backlink.co

Tapi ya gak papa, toh bang Neil Patel juga memberi nama blognya juga sesuai namanya, Pat Flynn juga. Memperkuat branding blog hehehe…

Kalau kamu masih bingung mau kasih nama apa ke blog kamu atau belum nemu ide yang tepat, gak perlu puasa 7 hari 7 malam untuk menerima wangsit sebuah nama.

Pakai saja domain name generator. Banyak banget domain name generator gratis yang bisa kamu pakai. Salah satu di antaranya Lean Domain Search.

Contoh cara memakai domain generator :

Lean Domain Search

Tinggal masukkan kata kunci/keyword, misalnya blog indonesia, nanti keluar banyak pilihan (4997 pilihan) nama domain seperti di bawah ini, tidak saya pajang semua :

tips memilih nama domain blog

 

Ohya, nama domain yang kamu pilih, harus beli dulu ya. Tidak gratis…kecuali kamu memakai domain gratis macam “domain.blogspot.com.”

Banyak sekali tempat kita bisa membeli nama domain. Bisa di godaddy, namecheap, google atau saat kamu berlangganan hosting, biasanya kamu ditawari apakah sudah punya domain sendiri atau belum. Bisa beli domain di tempat kamu berlangganan hosting.

Kalau saya dulu, beli domain di Dewaweb.com (afiliasi). Harga 165.000 rupiah dan perpanjangan per tahunnya juga sama harganya, 165.000 rupiah.

Di hitung-hitung, per hari kita bayar 500 rupiah saja.

Terjangkau sekali kan?

2 domain yang lain beli via Google. Harganya? Sama saja.

Seperti nama orang, nama domain ini unik dan hanya ada 1 nama domain untuk 1 customer. Misal, saya sudah membeli domain indriariadna.com, nama domain ini sudah tidak available lagi, kecuali saya menjualnya.

Harga domain dengan ekstensi berbeda, bisa berbeda juga harganya.

Misal : namadomain.com seharga 165.000 rupiah tapi namadomain.me bisa seharga 250.000 rupiah.

Tinggal pilih mana yang paling sesuai atau yang kamu inginkan.

Artikel menarik : Tips Memilih Platform Blog

3. Hosting

Setelah menentukan niche dan nama blog, selanjutnya kamu harus berlangganan hosting.

Mengapa harus berlangganan hosting? Supaya blogmu bisa mengudara di dunia maya tak kasat mata dan bisa ditemukan serta di baca oleh para pengunjung internet.

Web hosting adalah suatu layanan jasa/servis yang memungkinkan individu atau organisasi untuk memposting situs web atau laman di internet.

Situs-situs website, termasuk juga blog, disimpan atau di hosting di sebuah komputer khusus yang di sebut server.

Ketika pengguna internet ingin melihat atau membaca situs web/blog kamu, yang perlu mereka lakukan adalah mengetikkan alamat situs web atau domain nama blog kamu di browser mereka.

Dulu saya menggunakan hosting di Dewaweb, per bulan 16.500 rupiah, saat masih memakai blogspot.

Setelah migrasi ke WordPress, saya menggunakan Siteground. Tahun pertama, biaya langganan hosting $3/bulan dan di bayarkan langsung per tahun. Tahun selanjutnya $11.oo/bulan

Web Hosting

Di bandingkan dengan hosting lokal memang terkesan lebih mahal kalau pakai Siteground ya, tapi banyak sekali fitur-fitur yang saya dapatkan yaitu :

  • Free SiteBuilder
  • Free SSL and HTTPS (ini saya bahas di bawah ya..no 5 tentang proteksi blog)
  • Free Email Accounts
  • Free Cloudflare CDN
  • Free Daily Backup
  • 24/7 Support
  • 30 Days Money Back
  • Unmetered Traffic
  • Unlimited MySQL
  • Cpanel and SSL

4. Customize blog

Khusus untuk template atau tema berbayar (premium template), kamu bisa mengulik dan mengutak atik tampilan blog kamu. Yang pastinya fitur-fitur yang ada di template premium akan lebih banyak daripada template yang gratis.

Contohnya ya template blog saya ini.

Tampilan awalnya seperti ini : https://hollyandweave.pipdig.co/

Setelah saya custom, seperti yang kalian lihat sekarang ini tampilannya. Saya mengubah warna, menu, tampilan instagram, slider dan masih banyak lagi.

Lalu, widget atau hal-hal apa saja yang harus atau bisa di customized ?

  • Tampilan menu blog — sesuaikan menu blog dengan laman atau halaman yang kamu buat
  • Custom tampilan blog (warna/font/tampilan homepage/widget/header image/slider)
  • Memasang plugin (khusus pengguna wordpress)
  • Setting permalink
  • Sosial media widget

Nah tentang social media widget, kadang atau seringkali, di template yang gratis, widget ini tidak tersedia.

Soalnya kapan hari ada yang tanya ke saya bagaimana cara memasang widget Instagram dan Pinterest.

Hal ini menjadi salah satu minus buat kamu yang memakai template gratis. Kalau mau customized, harus puyeng dulu cari script widget dan belajar bagaimana cara pemasangannya via Google.

Dan tentunya, script-script widget yang bertebaran di Google, besar kemungkinan tidak sesuai atau kurang sesuai dengan template yang kamu pakai.

Mungkin font-nya berbeda, warna kurang sesuai dll.

Template premium sendiri harganya bervariasi ya. Template premium blogger bisa kamu beli dengan harga mulai dari 100.000 rupiah.

Sementara template premium wordpress biasanya lebih mahal. Biasanya berkisar di $69 ke atas.

Template blog (blogspot atau wordpress) bisa kamu beli di Etsy.com atau Creativemarket.com atau Bluchic.com atau Studiopress atau Envato atau Astra atau Pipdig.co (tempat saya beli template + migrasi).

5. Proteksi blog

Ada juga nih yang pernah bertanya di grup Berani Ngeblog (sudah join belum? kalo belum join ya…).

“Mbak Indri, kok aku dapat banyak sekali komen yang masuk tapi dari anonim ya…? Perlu di hapus gak? Pengaruh ke spam score gak ya?”

Demikian pertanyaan yang saya dapat.

Dulu sebelum migrasi dari blogspot ke wordpress, blog saya juga pernah dapat komen dari anonim, banyak.

Bahkan settingan komentar sudah saya setting hanya yang mempunyai email dan nama yang bisa berkomentar, jadi akun anonim seharusnya gak bisa mengirim komentar.

Nyatanya, masih masuk juga komennya. Banyak lagi.

Kalau menurut saya, mengapa saat itu banyak menerima komen dari anonim, mungkin karena saat itu gak ada proteksi blog yang saya pakai. Pasang template premium, nulis artikel, selesai.

Dulu waktu masih pakai blogspot, setting alamat domain blog saya menggunakan HTTP, setelah migrasi berubah ke HTTPS. Dan, ini berpengaruh banget ke blog saya.

Apa sih bedanya memakai HTTP vs HTTPS?

HTTP adalah singkatan dari Hypertext Tranfser Protocol.

HTPP digunakan untuk mentransfer data dari server web ke browser supaya pengguna bisa melihat atau mengunjungi situs web tertentu. Tapi, perpindahan data informasi dari web server ke browser tidak di enkripsi, yang memungkinkan informasi-informasi tersebut bisa dicuri/di hack/bocor ke pihak ketiga.

HTTPS adalah singkatan dari Hypertex Transfer Protocol Secure.

Fungsinya sama ya dengan HTPP tapi, HTTPS menggunakan layer pengaman SSL (secure socket layer) yang berfungsi menciptakan koneksi terenkripsi antara server dan browser.

Jadi, perpindahan data atau informasi dari web server ke browser akan lebih aman. Terutama saat kamu melakukan transaksi online dan harus memasukkan informasi sensitif seperti nomor kartu kredit, informasi personal seperti alamat rumah, nomor kartu debit atau password.

Lebih jelasnya, lihat gambar di bawah ini :

perbedaan HTTP vs HTTPS

Google menyarankan loh situs-situs website atau blog untuk menggunakan HTTPS daripada HTTP.

Website atau blog yang menggunakan HTTPS akan ada tanda “gembok” di sebelah alamat domain, seperti ini:

penggunaan https

 

 

Nah, saat berlangganan hosting di Siteground, SSL certificate-nya sudah termasuk. Jadi begitu SSL di install ke server, domain saya yang sebelumnya HTTP berubah ke HTPS. Caranya gimana? Saya nggak tahu hehehe pokoknya terima bersih.

Jadi, kalau kalian mampir ke blog saya atau mau bertransaksi, di jamin aman deh. Karena sudah pakai SSL certificate ^^

Worth it gak sih mengganti HTTP ke HTTPS ? Apakah ada pengaruhnya juga ke SEO (search engine optimization) terutama buat para blogger?

Coba lihat infografis di bawah ini :

manfaat menggunakan HTTPS

 

Menurut saya pribadi, menggunakan HTTPS worth it buat blog saya. Lebih aman buat saya dan juga buat para pengunjung blog.

Nah, selain menggunakan SSL certificate, blog saya ini juga menggunakan reCAPTCHA.

Apa itu reCAPTCHA? ReCAPTCHA adalah free service yang bisa memproteksi blog dan website dari spam. ReCAPTCHA juga bisa membedakan, mana aktivitas robot atau real human saat ada aktivitas yang berinteaksi dengan blog kamu.

Artikel menarik : Broken Link dan SEO

6. Membuat laman/pages blog

Beberapa laman atau pages yang musti harus ada adalah :

(1) Laman about me/tentang saya/tentang kami

Mengapa harus ada laman tenang yang punya blog? Ya, supaya bisa tahu dan berkenalan kan ya. Menambah networking.

(2) Laman contact

Buat pengunjung blog mudah untuk menghubungi kamu. Siapa tahu ada yang bertanya tentang artikel yang kamu buat. Mau menawarkan kerja sama, who knows?

Berikan beberapa pilihan cara untuk menghubungi kamu. Via email, skype, atau WA mungkin. Pastikan juga, berapa lama biasanya kamu bisa membalas pesan mereka.

Tapi saya sempat ketemu juga, blog yang tidak ada laman contact-nya. Mungkin dia gak mau repot di hubungi ya hehe…Entah apa alasannya, saya gak tahu.

Tapi bayangkan, ada brand yang tertarik mengajak kerjasama karena melihat bahwa blogmu sangat potensial untuk mengenalkan produk mereka.

Brand tersebut ingin mengajukan kerjasama dan mencari alamat email atau kontak lain yang ada di blogmu. Tapi….zonk…

Kira-kira apa ya yang akan dilakukan brand setelah itu? Jawab sendiri deh hehehe..

Selain kesempatan untuk menghasilkan uang dari blog, networking juga sangat penting loh. Kalau kita membuka lebar pintu komunikasi dengan para pembaca atau follower, yakin deh, semakin banyak kamu bisa membantu orang dengan pengetahuan yang kamu punya.

Saya pribadi, lebih suka berkomunikasi via email daripada via WA atau messenger atau DM Instagram. Why? Karena setiap hari komputer saya menyala lebih dari 12 jam per hari.

Sehari-hari saya lebih banyak pegang keyboard daripada pegang smartphone ^^

Mau tahu contoh laman contact yang menarik? Ini link-nya : Page Design

Selain laman tentang saya dan laman contact, tambah juga dengan laman-laman di bawah ini ya :

(3) Sitemap

(4) Affiliasi disclosure

(5) Privacy policy

(6) Service page

(7) 404 error page

Artikel menarik : 12 Tips Menulis Konten untuk Pemula

7. Membuat alamat email

Hal selanjutnya yang harus kamu buat adalah membuat alamat email dengan domain yang kamu punya.

Saya membuat beberapa email domain, contohnya : info@indriariadna.com dan indri@indriariadna.com

Lebih keren alamat email yang memakai domain dibanding dengan email gmail, ya kan?

Tips dan cara membuat blog

8. Membuat akun media sosial

Langkah selanjutnya, bila kamu rasa penting untuk membuat akun sosial media, buat fanspage di Facebook, Pinterest dan Instagram.

Enggak harus ya, tapi salah satu manfaat mempunyai akun media sosial adalah, kamu bisa meng-share artikel terbaru melalui akun media sosial kamu.

Bukan tidak mungkin, traffic yang masuk ke blog kamu, berasal dari media sosial yang kamu punya. Bisa menambah traffic pengunjung blog.

Artikel menarik : Menambah Follower Instagram dengan Planoly

9. Jadwal posting konten

Jangan lupa juga untuk membuat jadwal posting konten. Tidak perlu seminggu 2 kali membuat artikel kalau kamu tidak punya waktu.

Satu minggu sekali atau satu bulan sekali juga gapapa asalkan kontenmu berbobot dan berkualitas, serta layak share.

10. Promosi konten

Promosi konten bisa melalui media sosial, promo di komunitas-komunitas blog yang bisa kamu ikuti, dan juga bisa melalui broadcast (khusus yang punya email list).

Mengapa harus promosi konten? Ya biar ada pengunjung toh, biar rame traffic-nya. Ingat traffic = income^^

11. Monetisasi blog

Nah, kalau kamu ingin menghasilkan pendapatan dari blog, bisa banget. Baca selengkapnya di artikel ini : Cara Menghasilkan Uang dari Blog

Kesimpulan :

Blogging adalah dunia yang mengasikkan. Kita bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan tak terbatas dengan teman-teman di dunia nyata tapi juga di dunia maya (internet).

Tapi, blogging sendiri bukanlah kegiatan yang bisa di anggap enteng, terutama kalau kamu mau serius memanfaatkan blogging sebagai passive income. Butuh waktu, tenaga, pikiran dan juga biaya…Gak ada yang instan!

Bagaimana? Masih tertarik membuat blog?

Share Me!

10 Comments

  1. Juli 9, 2019 / 12:42 pm

    Sya masih setia pake blogger sob, blum mau berpindah ke lain hati hehe

    Semangat ngeblog untuk menumbuhkan minat baca, ahir2 nie kyaknya masarakat kita lebih seneng nonton 🙂

    • indriariadna
      Penulis
      Juli 10, 2019 / 2:04 pm

      pakai WordPress lebih nampol di SEO sob..
      enak nonton sih soalnya gak pakai lama mikirnya hahahaha

  2. Juli 10, 2019 / 9:53 am

    Kalau ngeblog di blogger bukannya hosting udah included ya? Kenapa mbak indri bilang hosting pake Dewaweb waktu masih pake blogspot?

    Mohon kecerahan dong.

    • indriariadna
      Penulis
      Juli 10, 2019 / 2:01 pm

      kecerahan kulit ehhh begini maksudnya. Domain saat itu sudah TLD, beli domain di Dewaweb plus hostingnya juga.
      http://www.indriariadna.com platform dan template/tema masih pakai blogger ya bukan blogspot (nanti tek edit) wkwk.
      sekarang sudah pakai WordPress.

  3. Juli 12, 2019 / 4:59 pm

    aku masih pakai blogspot ada rencana sih beli hosting sendiri krn aku pnya dua blog jadi harus spending budget juga.

    • indriariadna
      Penulis
      Juli 18, 2019 / 1:57 pm

      siapin duit dulu bang hehe

  4. Juli 12, 2019 / 10:16 pm

    Blog pertama saya isinya resep-resep masakan. Sudah banyak pengunjungnya. Karena ingin menulis topik lainnya, akhirnya bikin blog kedua. Yang blog pertama jadi kurang terurus, he.

    • indriariadna
      Penulis
      Juli 18, 2019 / 1:57 pm

      Sama mbak, begitulah kita, kurang fokus hehe

  5. Juli 16, 2019 / 5:15 pm

    Aku terpikirkan buat berlangganan hosting, tp masih belum paham fungsinya buat apa hahaha, masih hrs byk belajar

    • indriariadna
      Penulis
      Juli 18, 2019 / 1:56 pm

      pakai hostingnya Google juga gpp lo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *