Tips dan Cara Menjadi Freelancer

tips dan cara freelance

Update per 30 Mei 2020

Halo semua…piye kabarmu?

Melestarikan bahasa Jawa sedikit gapapa ya 🙂

Semoga kabarnya baik dan sehat selalu ya…

Semoga kita semua bisa segera menaklukan Covid-19 dan kita menjadi lebih kuat daripada sebelumnya, amin.

Ini saya lagi mencoba membuat artikel memakai Elementor page builder, pakai free version haha.

Update : bulan Juli 2020 sudah coba berlangganan pakai yang premium. Cantik eueyy…

Menurut saya sih sepertinya jadi lebih cantik dan cakep ya tampilannya. Enggak polos lagi gitu.

[Ternyata menulis + menyunting artikel memakai Elementor lebih ribet di banding wordpress classic editor, jadi saya back to classic editor ini ngapdet-nya]

Oke, kali ini saya mau berbagi artikel tentang Tips dan Cara Menjadi Freelancer.

Sebelum ini, banyak artikel yang sudah saya tulis tentang freelancer, ada kategorinya sendiri juga, kamu bisa lihat dan baca semua artikel yang berkaitan dengan freelancer di arsip ini : freelancer stories

Ada juga beberapa E-book yang sudah saya tulis di antaranya tentang Tips Dapat Dollar dari Upwork. Mau ebooknya?

Gratis loh, bisa di download setelah sign up di sini:

Ebook Tips Gajian Dollar
Ebook Tips Gajian Dollar

Dulu tuh, sama sekali gak pernah kepikiran untuk bekerja online sebagai freelancer seperti sekarang ini.

Sama sekali enggak kepikiran. Terbayang apalagi terlintas di pikiran, sama sekali gak pernah.

Tapi apa daya, emak-emak kayak saya yang tiap harinya nongkrong di rumah saja ini lebih butuh banyak duit daripada drama korea ^^

Mungkin ini jalan dari Tuhan buat saya menghasilkan duit.

Mending menghasilkan duit lah daripada gibah (ehhh)…

Mengapa memilih menjadi freelancer?

Menjadi freelancer atau pekerja paruh waktu adalah pilihan. Banyak juga kok yang lebih memilih untuk lebih menekuni jenjang karir di dunia berdasi alias bekerja kantoran.

Semua konsekuensi dan resiko kembali ke pilihan masing-masing.

Tidak ada pilihan yang terbaik dan tidak ada juga pilihan yang buruk.

Buat saya pribadi, mengapa memilih menjadi freelancer, karena semua pekerjaan bisa di lakukan dari rumah.

Yang belum terbiasa #workfromhome atau remote job mungkin akan berpikir halah mana mungkin to, mosok kerja kok dari rumah. emang kerja apa main-main..?

Tapi setelah negara api menyerang menggunakan senjata biologis Covid-19, hal yang bagi sebagian orang mustahil dan tidak masuk akal tersebut, menjadi nyata & masuk akal bagi manusia se-Indonesia dengan mulus tanpa hambatan.

Nah, sekarang kalaupun ada orang tanya, ehh mbak apa sih benere kerjomu kui?

Saya bisa jawab dengan enteng “work from home” dek, dia pasti sudah tahu hahaha….

Jadi pada bisa ngerasain kerja dari rumah tuh kayak apa toh?

Gak harus ngantor, gak harus ketemu klien (face to face) dan gak harus berkompetisi dengan rekan sekerja hehehe…banyak yang julid (mungkin ada juga) hehehe..

Yang penting kerjaan dan deadline kelar gak peduli kerjanya mau sambil masak atau nyuci baju atau sambil rebahan.

Kalau bisa menjadi freelancer, mengapa harus jadi karyawan?

Tapi tau gak sih kalau pilihan menjadi freelancer itu bukan panggilan (bahasa kerennya passion), bukan passion buat semua orang.

Why? Ini alasannya…

tips menjadi freelancer

Tidak semua orang mempunyai passion menjadi freelancer

Mengapa pekerjaan sebagai freelancer tidak cocok buat semua orang?

Di Upwork, saya mengamati bahwa semakin kesini, di butuhkan freelancer dengan spesialisasi keahlian yang khusus. Ibarat kata, yang di butuhkan dokter-dokter spesialis, bukan lagi dokter umum.

Jadi, freelancer dengan kemampuan generalis akan semakin mudah ter-eliminasi.

~ Spesialis
~ Real person
~ Can do attitude
~ Work hard & smart

Spesialisasi

Spesialisasi skill dan keahlian akan memudahkan klien menemukan dan memilih freelancer yang di rasa bakalan tepat dan sesuai dengan proyeknya.

Meskipun menurut saya, sistem spesialisasi seperti ini malah mempersempit berbagai kemungkinan.

Tapi ya mau bagaimana lagi. Kita ngikut lapak orang ya harus tunduk dengan rules of the game-nya.

Real person

Ada 2 kali verifikasi yang di minta Upwork. Yang pertama, verifikasi melalui video call (scanning wajah) dan yang kedua verifikasi kartu identitas (SIM/KTP/Pasport). Kok ribet ya?

Menurut saya sih ya wajar-wajar saja semua freelancer di verifikasi supaya gak ada scammer yang merugikan klien dan Upwork juga, ples merugikan freelancer yang lain.

Kamu bisa baca tentang saya yang hampir kena scam di Freelancer.com di artikel ini : Hati-hati, Ketemu Batu di Freelancer.com

Bahkan saya dengar ada banyak akun freelance di Upwork yang di suspend loh…so be careful ya…

Can do attitude

Work hard & smart

So….masih ingin jadi freelancer?

Kalau masih mau, lanjut dan teruskan baca >>> Tertarik Kerja Freelance

Menjadi freelancer, sebenarnya lebih kepada bagaimana kita mengenal diri kita sendiri.

Kekuatan dan kekurangan kita, siapa yang lebih tahu kalau bukan diri kita sendiri, ya to?

Kalau kamu sudah mengenal kekuatan, keahlian dan skill yang kamu miliki, menjadi freelancer itu hal yang mudah kok.

Beberapa modal dasar yang kamu perlu punya sebelum terjun ke dunia freelancer adalah :

Skill & keahlian

Kamu punya keahlian/skill apa yang bisa di jual? Keahlian bahasa, desain grafis, riset (research), menulis artikel, sosial media, teknologi, akuntansi ? Cek dulu skill dan keahlianmu.

Kalau perlu, tulis di catatan, skill apa saja yang kamu kuasai. Berapa kamu beri nilai skillmu dari rentang nilai 10-100.

Pilih yang paling tinggi nilainya.

Ini template/sheet yang bisa kamu download juga.

Modal

Menjadi freelancer bukannya tidak butuh modal, butuh fergusso, freelancer butuh modal…banget…

Paling tidak kamu harus punya desktop/komputer/notebook/laptop, koneksi internet (wifi atau data).

Mental kuat

Mental kuat di sini artinya, jangan langsung nangis-nangis kalau proposalmu di tolak oleh 100 klien.

Siapa tahu, proposalmu diterima oleh klien ke 101, ya kan?

Harus punya mental kuat untuk menerima penolakan.

Strategi

Rencanakan strategi yang sempurna untuk menjaring klien, sebanyak-banyaknya. Melalui proposal yang di ajukan, interview atau file-file sample yang bisa diperlihatkan sebagai contoh.

Oleh sebab itu, buatlah portfolio yang layak.

Cari klien

Tidak pernah lelah untuk mencari klien. Banyak cara untuk mencari klien, salah satunya via freelance marketplace macam Upwork, Guru, Fiverr, dll.

Selain via freelance marketplace, di mana lagi bisa mencari job freelance?

cara mencari job freelance

1. Via blog atau website pribadi.

2. Freelance marketplace seperti Upwork, guru.com, Fiverr, dll.

3. Rekomendasi/referensi klien.

Maka, jaga selalu hubungan baik dengan klien, siapa tahu dia mau merekomendasikan kamu ke teman-temannya kan?

4. Sosial media.

Buat bisnis page di FB dan isi dengan informasi keahlian dan portfolio-mu.

5. Marketplace lokal, bisa coba Sribulancer atau Projects.co.id

Setelah sukses menjadi freelancer, jangan hanya diam dan berhenti di zona nyaman.

Kamu harus selalu meng-upgrade skill dan menambah ilmu kalau tidak mau skill-mu ketinggalan jaman.

Berikut ini hal-hal tabu buat para freelancer:

1. Malas meng-upgrade skill

2. Malas menambah & meng-update portfolio

3. Merasa mampu sampai tidak mau belajar lagi

4. Tidak mengambil kursus-kursus online yang sesuai agar skill meningkat

5. Pasang rate terlalu rendah atau terlalu tinggi

6. Hanya fokus ke “uang”

7. Tidak meminta rekomendasi/referensi dari klien

KESIMPULAN

Menurut pengalaman saya, tidak mudah menjalani 1 sampai 3 bulan pertama menjadi freelancer.

Karena apa? Belum ada pemasukan/pendapatan/income yang masuk.

Paling tidak, kamu harus sedia 3 bulan kali pengeluaran, lebih bagus sih kalau ada dana pengeluaran buat 1 tahun, just in case.

Nah, saat-saat seperti ini biasanya ada aja godaan untuk kembali melamar pekerjaan kantoran atau berpindah ke aktivitas lain. Padahal sebenarnya, kita cuman harus sabar…..sebentar.

Kalau kamu bisa bertahan di 1 sampai 3 bulan pertama, berarti kamu sudah siap betul menjadi freelancer.

Demikian, tips dan cara menjadi freelancer, semoga bermanfaat ya 🙂

Jangan lupa, bagikan artikel ini sekiranya bermanfaat buat kamu dan teman-temanmu.  Thanks 🙂

Indri

Outreach and Backlink Specialist | Virtual Assistant | Blogger

This Post Has 3 Comments

  1. Yokhebed CMP

    Hallo mbak, terima kasih tips nya. Saya juga mau terjun ke Freelance karena mau kerja rasa nya susah. Ibu rumah tangga 2 anak,tentu prioritas utama adalah keluarga, tapi saya gak suka rebahan dan mau banget upgrade diri. Kalo boleh mbak, mohon maaf boleh saya dimentorin mbak Indri, supaya saya banyak belajar. Terima kasih mbak Indri. Salam sehat selalu.

  2. Nova

    Mupeng…mau coba freelance di market place…mana tau ada jodoh he2

    1. indriariadna

      ayo langsung cuzz mbak ^^

Tinggalkan Balasan