Tidak Lolos Upwork ? 17 Freelance Marketplace Ini Bisa Kamu Coba

Upwork memang jadi pilihan utama banyak freelancer Indonesia — tapi bukan satu-satunya. Kalau kamu belum di-approve, atau sudah di Upwork tapi mau diversifikasi sumber job, ada banyak marketplace lain yang worth dicoba.

Bekerja sama dengan klien-klien internasional lewat kontrak freelance memang membuka banyak hal — bukan cuma penghasilan, tapi juga akses ke tools, software, dan cara kerja yang segar dan terus berkembang.

Salah satu klien yang paling berkesan buat saya adalah Digital Rhinos, digital agency dari Australia — dari mereka saya belajar banyak soal guest posting, outreach, dan riset database prospek, termasuk exposure ke tools seperti Buzzstream yang biayanya cukup mahal kalau langganan sendiri. Kontrak jangka panjang dengan klien seperti ini juga jadi portofolio kuat untuk melamar job-job berikutnya.

Selain klien perusahaan, saya juga pernah bekerja dengan klien startup lain dengan skema kontrak jangka panjang (6 bulan, full-time hours) — pengalaman semacam ini yang akhirnya mendorong saya menulis artikel ini: bahwa dunia freelance internasional itu jauh lebih luas dari sekadar Upwork.

Soal fee Upwork sendiri: platform ini memotong komisi berjenjang dari penghasilan freelancer — makin besar total penghasilan kamu dari satu klien, makin kecil persentase fee-nya. Ini wajar, karena Upwork juga menyediakan infrastruktur, sistem pembayaran, dan perlindungan kontrak yang kalau kita bangun sendiri jauh lebih mahal dan ribet.

Kalau kamu belum lolos verifikasi Upwork, ada dua opsi: revisi terus registrasinya, atau coba peruntungan di marketplace lain dulu. Jangan menyerah — dunia freelance marketplace jauh lebih luas dari yang kamu kira.

17 Marketplace Freelance Selain Upwork

1. Toptal

Jaringan eksklusif untuk developer, designer, dan financial expert kelas atas. Proses seleksinya ketat — 5 tahap mulai dari language & personality screening sampai test project. Klien yang pakai Toptal termasuk Airbnb dan JP Morgan. Cocok kalau kamu memang sudah level expert di salah satu dari tiga bidang itu; kalau belum, ini bukan starting point yang realistis.

2. Guru

Model kerjanya mirip Upwork — cari job listing, submit proposal dengan payment term yang kamu inginkan, lalu interview. Ada 5 tingkatan membership dari basic sampai premium.

3. 99designs

Khusus untuk yang jago desain — logo, web/app design, packaging, ilustrasi, dan lainnya. Registrasi relatif mudah dibanding Upwork. Ada dua jalur: dipilih langsung oleh klien, atau ikut kontes desain berhadiah. Pastikan karya kamu orisinal — plagiarisme desain sanksinya berat.

4. Folyo

Komunitas privat yang menghubungkan startup dengan design/development firm terpercaya lewat email — bukan sistem bid terbuka. Sudah bekerja sama dengan nama besar seperti Dropbox dan Airbnb. Karena sifatnya privat dan email-based, kamu perlu apply dan menunggu untuk masuk ke database mereka.

5. Gigster

Catatan penting: Gigster diakuisisi Virtasant di 2024 dan sekarang fokus pada layanan pengembangan software untuk enterprise, bukan lagi marketplace terbuka di mana individu freelancer bisa langsung apply seperti dulu. Kalau kamu software developer berpengalaman, tetap worth dicek modelnya sekarang, tapi jangan berekspektasi proses apply sesederhana platform lain di list ini.

6. Fiverr

Marketplace berbasis “gig” — kamu yang menawarkan paket jasa dengan harga tetap, bukan bid ke job orang lain. Ada kategori luas: digital marketing, desain, penulisan, dan lainnya. Ada paket membership FREE dan PRO, plus banyak kursus gratis untuk belajar strategi jualan gig.

7. PeoplePerHour

3 bulan pertama dapat kredit proposal gratis untuk hunting job, setelah itu perlu upgrade membership. Ada beberapa tingkatan paket sesuai kebutuhan.

8. LinkedIn Profinder → Sudah Ditutup

LinkedIn resmi menutup ProFinder dan menggantikannya dengan LinkedIn Service Pages — fitur baru untuk freelancer memasang halaman jasa langsung di profil LinkedIn. Kalau kamu aktif di LinkedIn, worth dicoba sebagai kanal tambahan, tapi mekanismenya beda dari ProFinder yang lama.

9. SimplyHired

Job aggregator yang mengumpulkan listing freelance dan kontrak dari banyak sumber sekaligus — praktis untuk scanning cepat banyak peluang tanpa harus buka banyak situs.

10. Freelancewriting.com

Job board khusus penulis lepas, dengan listing yang diupdate rutin.

11. WriterAccess

Platform konten dengan sistem rating bintang (2-6 bintang) berdasarkan skill dan pengalaman. Setelah lolos tes awal, semakin tinggi rating kamu, semakin bagus proyek yang bisa kamu akses.

12. Skyword

Platform content marketing yang mempertemukan brand dengan penulis dan content strategist.

13. FlexJobs

Berbayar, tapi setiap listing di-screening manual untuk mengurangi risiko scam — cocok kalau kamu lebih mengutamakan kualitas listing dibanding kuantitas dan nggak keberatan bayar biaya membership.

14. ServiceScape

Fokus untuk penulis, editor, dan penerjemah. Bedanya dengan platform lain: kamu tidak mengirim proposal, tapi menunggu klien yang menghubungi berdasarkan profil kamu — jadi profil yang menonjol itu krusial di sini.

15. Contena

Platform kurasi job untuk penulis dengan sistem invite/aplikasi, plus ada program training menulis. Berbayar, tapi banyak yang menilai worth it karena job-nya sudah pre-vetted.

16. BloggingPro

Job board khusus blogging dan content writing, gratis diakses, dengan standar minimum bayaran $15/jam untuk listing yang dipasang.

17. Mediabistro

Job board untuk profesional media dan jurnalistik — cocok kalau kamu menulis untuk brand editorial, bukan cuma blog post biasa.

Pro Tips Sebelum Hunting di Marketplace Internasional

  • Bahasa Inggris. Nggak harus expert, conversational sudah cukup — tapi jangan sampai gagal dapat job hanya karena masalah bahasa. Pakai Grammarly kalau kamu merasa perlu bantuan.
  • Portofolio dan profil yang menjual. Karena kamu tidak bertemu klien secara langsung, profil dan portofolio adalah first impression kamu.
  • Terus asah skill. Kamu bersaing dengan freelancer kelas dunia — buat skill kamu tetap relevan dan up to date.

Belum pede dengan profil dan proposal kamu di platform manapun? Cek dulu lewat Upwork Proposal Checkup, atau kalau kamu mau strategi yang lebih terstruktur dari nol, ikuti 30 Day Upwork Bootcamp.

Kesimpulan

Upwork memang starting point paling populer, tapi bukan satu-satunya jalan. Kalau kamu belum lolos, atau ingin diversifikasi sumber job, 17 platform di atas bisa jadi opsi — mulai dari yang sangat selektif (Toptal) sampai yang mudah diakses pemula (Fiverr, Guru).

Sebelum coba platform manapun, pastikan kamu paham cara menghindari job palsu — baca dulu Hati-hati Scam di Freelancer.com supaya tidak terjebak modus yang sama di marketplace lain.

32 Comments

  1. Halo Kaka ☺️
    Saya mau tanya apabila kita apply jobs di upwork kan tentunya kita beli connect dulukan…yang pastinya akun kita dapet denda 15 dolar…tp kita dah dapet connect nya.
    Nah pertanyaan kalo kita apply terus sampe connect kita abis tp ngga dapet jobs gmn Kaka 🥹🥹
    Dan apakah denda di akun upwork bisa dibayar kapan saja..misal bayar waktu kita keterima jobs di upwork ☺️🥹
    Mohon bantuannya ya kak…..😭😭

    1. $15 itu bukan denda tapi membership per bulan. ini optional, bisa membership atau bisa free. kalau connect habis tidak dapat job, connect hangus tidak bisa kembali. dan tidak ada denda.

  2. Hai mna Indri, boleh tau ga skill yg mba Indi cantumkan di profil uprwok apa y…

  3. Selamat malam mba indri, salam kenal. Aku br join di upwork. Aku blum paham step2 awal nya gimana mau dapat project. Saya bbrp kali dpt klien dan mereka selalu chat via telegram yg akhir spam. Ada yg sdh saya kerjakan project nya tp tidak bayar. Saya sempet kecewa. Mhn share nya mba, step2 dr awal chat dgn klien, agreement kontrak, dan pembayarannya. Terima kasih

  4. hallo mba indri, kalau mau melampirkan portofolio sebagai data entry itu gimana yah mba? kayak misal desain kan kita melampirkan contoh disain yang kita buat? kalau misal data entry berarti kita misal melampirkan file excel nya gtuh mba? pakah tidak papa mba, file tsb berisi data-data perusahaan lain? terimakasih mba

    1. Halo Ayu, bisa di SS (screen shot) lalu save asjpg atau png. Cut atau crop hal2 yang confidential ya

  5. Saya mendaftar dan mengajukan ke upwork ditolak, harus menunggu waktu 6-12 bulan. Lama sekali. Saya berharap sekali bisa gabung, karena di 99design banyak sekali di suspendet. walaupun sudah top levelpun di keluarkan. sekarang daftar kesana susah sekali. Saya mencoba ke designcrowd Alhamdulillah sedikit2 gool tapi banyak refundnya, sampai revisi banyak sekali berbulan2 refund. mulai jenuh sebenarnya.

    1. indriariadna says:

      wah baru tahu kalau ada masa tunggu sampai 6-12 bulan di upwork. padahal dulu kalo kita bisa revisi apa yg kurang langsung bisa submit registrasi lagi mas.
      mungkin bisa di coba jual service-nya via blog sendiri mas atau jadi contributor di canva

  6. Halo, mba. Terimakasih artikelnya sangat membantu sekali bagi saya yang baru ingin memulai mencoba dunia freelancer.. saya mau tanya apakah kta diberitahu kalo profil kita sudah diterima upwork? Saya sudah register tapi sudah mau seminggu ini profil saya masih terus di review. Apakah itu artinya profil saya ditolak upwork?? Tolong jawaban nya mbak.. terimakasih ?

    1. indriariadna says:

      Notifikasi diterima atau ditolak pasti ada via email ya. Sabar 🙂

  7. Hallo mbk aq baru daftar ini g ngerti ngisinya gmna yang bagus akhirnya aq submit aja
    yang keluar kyk gni
    Your profile is under review
    You should hear back within 24 hours. You will be able to submit proposals once your profile is approved.
    butuh apa ya supaya di approved

    1. indriariadna says:

      butuh deskripsi profile yang jelas dan meyakinkan + portfolio

  8. Malam Mbak , kenalkan saya She, aku awam banged ttg freelancer, artikel nya banyk banged nambah pengalaman saya bt masuk ke dunia freelancer, saya juga penasaran portofolio seorg freelancer seperti apa yah, ada contoh hasilnya tdk, hehehe maklum aku buta , td sore input portofolio tp gak tau seperti apa , soalnya belom pernah punya , thx sebelumnya ???

  9. Halo Mbak Indri

    aku hari ini barua aja register di upwork,masi nunggu approval. mohon bimbingannya. aku uda baca baca beberapa artikel mbak sii hehe ?

  10. Halo mbak..terima kasih tulisannya membantu banget. Saya lagi cari tahu tentang Up Work dan dipertemukan dengan tulisan mbak ini. Saya tertarik buat mendaftar di Up Work, kalau misal kita mendaftar beberapa pekerjaan yang sama sekali tdk berhubungan bs gak ya? Misal saya ingin ambil pekerjaan transcript dan creative design?

    Terima Kasih 🙂

    1. indriariadna says:

      kalau sekarang lebih ke specialized ya, jadi spesialis di skill apa, propose job yang berhubungan dengan skill-nya

  11. Hi mba. Saya sudah coba register Upwork, baru sekali sih, terus ditolak. Tapi saya penasaran alasan spesifik nya kenapa saya ditolak. Apakah salah satunya karena saya cantumkan saya masih bekerja full time kantoran? Atau memang karena skills saya terlihat biasa dan cetek? 😀

    Kasih saran dong mba, skills apa yang biasanya diliat sama Upwork?

    Thanks

    1. indriariadna says:

      halo mbak Risma. kalao mau tahu alasan spesifik di tolak, bisa kirim email ke Upwork. Semua skill di butuhkan di Upwork tapi sekarang memang lebih ke specialized skill sih.

    2. sabar aja mbak risma, saya dari 2017 daftar, baru akhir desember 2019 ini diterima. 2 kali nyoba trus kirain ga bakalan diterima karena skill saya termasuk ga banyak di butuhkan di dunia freelancer, eh ternyata iseng nyoba di akhir tahun 2019 ini, ternyata diterima. Semoga saya bisa sukses di upwork juga. terimakasih mbak

  12. Zikry Syuhada says:

    Udah lama sampe lupa mampir lagi ??
    3 hari setelah komen di blog mba Indri, langsung pecah telornya mba…Alhamdulillah dr awal kontrak fixed-price berlanjut ke hourly, plus project2 lain yg terus berlanjut.
    Terima kasih ya mba artikelnya sudah menginspirasi, dan ini juga mememotivasi saya.

    1. indriariadna says:

      wah selamat ya Zikry. saya ikut senang kamu sudah pecah telor di Upwork 🙂

    2. Hi mba Indri, gmn kabarnya? terakhir reply 2019, skrg udh 2023…udah lama juga ya?. Maklum mba, udh keenakan di Upwork jd lupa deh..hehehe.
      Seandainya connect upwork bisa dijual ya mba (wkwkwk), udh jarang ikut² bidding lagi, klien yg skrg nawarin full-time, langsung sikat aja…
      Sukses selalu ya mba Indri 🙏

      1. Wah keren…sudah sukses banget nih di Upwork sampai ga butuh connect ya

    1. indriariadna says:

      halo mas Wawan, yang gak valid tulisan yang mana ya?

  13. di local platform udah tembus, tapi di upwork belom pecah telor…masih terus mencoba, maklum masih newbie…
    Thank’s mba buat infonya, menginspirasi sekali…..

    1. indriariadna says:

      Hai Zikry, makasih sudah mampir. Mau pecah telor di Upwork, subscribe dulu entar aku kirimi artikel tentang caranya (gratis kok) langsung ke inbox kamu. DI tunggu ya ^^

      1. Zikry Syuhada says:

        Udah lama sampe lupa mampir lagi ??
        3 hari setelah komen di blog mba Indri, langsung pecah telornya mba…Alhamdulillah dr awal kontrak fixed-price berlanjut ke hourly, plus project2 lain yg terus berlanjut.
        Terima kasih ya mba artikelnya sudah menginspirasi, dan ini juga mememotivasi saya.

  14. tia putri says:

    gara2 fb saya lgsg cuss ke blog mba nih, lagi cari2 sampingan biar blog ada peningkatan level, hehe. thx for all the info about freelancer ya mbaa

    1. Indri Ariadna says:

      Hai Tia, makasih ya sudah berkunjung. Semoga bermanfaat dan segera jadi freelancer handal ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *