Perbedaan Kontrak Fixed Rate vs Hourly Rate Upwork

upwork hourly and fixed rate contract

Update per tanggal 9 Juli 2020

Halo hai…..

Di artikel ini, saya mau berbagi informasi tentang perbedaan fixed rate dan hourly rate di Upwork.

Kalau kalian membaca artikel ini, saya beranggapan bahwa kamu sudah tahu tentang Upwork.

Belum tahu banyak tentang freelancer atau Upwork? Bisa baca dulu beberapa artikel di bawah ini:

Kerja Freelance Itu Apa Sih?

Cara Membedakan Job Beneran atau Scam

Tips dan Cara Menjadi Freelancer

Back to topic, buat kamu yang penasaran dengan sistem kontrak di Upwork, silakan di lanjut bacanya ya….

Jenis kontrak di Upwork terdiri dari 2 fee based rate:

Fixed rate kontrak

Fixed rate kontrak adalah pengajuan proposal sistem kontrak berbasis milestone.

Fixed rate ini berjangka waktu tertentu. Istilahnya kerja borongan. Klien punya budget dan waktu yang di tentukan  (milestone) yang harus bisa di penuhi oleh freelancer saat bidding proposal maupun saat kontrak di buka.

Negosiasi harga/budget dan milestone/jangka waktu bisa di bicarakan pada saat interview.

Hourly rate kontrak

Hourly rate konrak adalah sistem kontrak berdasarkan rate per jam. Misal freelancer dan klien sepakat membuka kontrak di $10/jam dan 15 jam per minggu.

Maka pembayaran akan di hitung berdasarkan berapa jam freelancer bekerja berdasarkan kontrak (misal full 15 jam atau malah kurang).

Kalau pengerjaan lebih dari waktu yang di tentukan (weekly limit), tidak bisa ya karena tidak akan ter-record dan pastinya otomatis tidak akan masuk work diary dan tidak akan terbayar. Kecuali klien menyetujui manual time allowed atau di perbolehkan. Itu pun bukan untuk mengerjakan kontrak yang ter-record tapi lebih ke manual yang susah ter-record seperti telepon, rendering, dll.

Boleh di baca di sini agar lebih jelas:  Miskomunikasi yang Bikin Sensi

Bagaimana cara klien tahu kita sudah bekerja berapa jam? Berdasarkan Upwork tracking desktop. Bisa di download lebih dulu. Aplikasinya ada di sidebar sebelah kanan setelah login.

tracktime desktop

Jadi kalau kalian menerima kontrak yang hourly rate, pastikan untuk menginstall tracking desktop terlebih dulu, baru kemudian start on.

Nah, karena ini aplikasi tracking desktop, jobnya harus dikerjakan menggunakan desktop juga, misal PC, laptop atau notebook. Ga bisa pakai smartphone.

Meskipun terlihat aman, kontrak berbasis hourly rate ini mempunyai resiko juga yang harus kamu waspadai. Resiko hourly kontrak ini terutama akan terjadi kalau kamu lupa menyalakan tracking desktop.

Dapat di pastikan kamu akan kerja bakti sosial. Kerja tanpa bayaran, mendoan dan es teh manis pun gak akan kebeli 🙂

aplikasi track time desktop

Jadi, semua job atau kontrak yang saya ambil yang hourly rate akan otomatis tampil di aplikasi ini. Ini penampilannya :

time tracker aplikasi desktop

 

Seperti yang kalian lihat di atas, semua kontrak job yang hourly rate tampil semua. Tinggal pilih yang mana yang mau di kerjakan. Pilih satu kontrak, tulis deskripsi note, klik on, otomatis tracker-nya jalan sendiri menghitung waktu saat kita kerja dan juga mengambil beberapa screenshoot desktop.

Hasil pekerjaan (screen shot tracking) nantinya bisa kita lihat di work diary, penampilannya seperti ini:

work diary upwork

Hasil screenshot pekerjaan kita, bisa di edit di work diary ini, edit deskripsi atau kalau mau screen shoot-nya di delete juga bisa. Work diary ini, setiap hari Senin akan di review oleh klien sebelum pembayaran di release.

Nah asiknya kalau sistem hourly rate, pembayaran akan masuk ke saldo Upwork setiap minggu.

Withdraw atau penarikan ke rekening lokal akan di potong sejumlah fee transfer, dari Upwork sendiri akan di potong sejumlah $0.99 setiap kali kita melakukan tarikan. Dari rekening lokal (saya pakai BCA), setiap kali ada dana masuk dari Upwork akan terkena potongan 25.000 rupiah. Kalau bank lain saya tidak tau ya karena saya pakai BCA aja.

Yang amazing, transfer dana dari Upwork ke rekening BCA hanya berlangsung sekejap. Paling lama 1 jam setelah saya konfirmasi, dana sudah masuk ke rekening.  Bahkan kurang dari 1 jam dana sudah masuk. Enggak butuh berhari-hari baru masuk, amazing dan saya sukak ^^

Update info, saya lupa tepatnya mulai kapan, sepertinya tahun 2019 pertengahan. Penarikan dana dari Upwork ke rekening lokal tidak sekejap mata masuk. Melainkan butuh waktu 1-2 hari kerja baru masuk ke rekening lokal.

Ohya kemarin ada yang kirim DM ke saya tanya tentang, apakah harus membuka rekening dolar untuk menerima pembayaran dari Upwork?

Bisa saja kalian membuka rekening dolar, tapi ingat, biaya administrasi per bulannya cukup tinggi.

Kalau dari saldo Upwork kita tarik ke rekening rupiah, sangat bisa. Karena otomatis nanti dolarnya akan terkonversi. Jadi, dana yang masuk ke rekening kita langsung berbentuk rupiah, bukan dolar lagi.

Update info, banyak juga teman-teman yang menggunakan transferwise untuk penarikan dana saldo dari Upwork. Tapi saya gak bisa share lebih banyak karena saya belum coba juga.

Buat yang tertarik untuk tahu lebih banyak, bisa intip grup FB Upworker Indonesia.

Pilih kontrak yang fixed rate atau hourly rate ?

Kalau saya pribadi sih lebih suka memilih yang hourly rate karena lebih fair aja. Kita sebagai freelancer di bayar berdasarkan berapa jam kita kerja, that’s fair. Tapi kalau kamu suka kerja borongan, bisa searching job khusus fixed rate.

Plus, tergantung juga rejekinya yang mana duluan yang nyantol hahaha….

Semua kembali ke kita masing-masing ya.

Sebagai bahan pertimbangan buat kamu, di bawah ini saya jabarkan masing-masing kelebihan dan kekurangan antara fixed rate dan hourly rate.

 Plus minus fixed rate vs hourly rate:

 

Fixed rate

(+) Dana dari klien sudah harus di parkir di Upwork sebelum atau saat open kontrak. Dari sisi pembayaran, tentu saja sistem ini lebih aman karena sudah ada dana yang siap release atau siap di bayarkan. Kalau dana belum funded, jangan mulai kerja.

(-) Sering, klien tidak memberikan informasi detail di muka tentang  apa saja jenis jobnya atau berapa banyak hal atau data atau job yang harus di kerjakan.

Share pengalaman terbaru, baru aja 2 hari yang lalu, saya propose sebuah job untuk mencari database dengan budget $200. Saya tau, job ini tidak menyebutkan berapa banyak database yang di inginkan dengan budget tersebut, tapi saya pingin propose. Akhirnya saya melamar job tersebut.

Sehari kemudian, saya mendapat inbox dari pemilik job tersebut dan kemudian saya di tes mencari 4 database yang dia inginkan.
Saat saya mengirim sample, sekalian saya tanya, berapa banyak database yang dia inginkan dengan budget $200 tersebut. Baru dia bilang bahwa database yang di inginkan sejumlah 6500 database (ajegileeeee….). $200untuk 6500 database.

Akhirnya saya menolak job tersebut karena sangat tidak masuk akal antara fee dan pekerjaan yang harus di selesaikan. Calon klien ini menawar juga sih, $200 untuk 3500 enggak jadi 6500 tapi masih saya tolak karena saya gak mau kerja bakti.

Enaknya jadi freelancer, bisa menolak klien ^^

Hourly rate

(+) Setiap minggu (hari Rabu) bisa di pastikan pembayaran akan masuk ke rekening Upwork. Terserah, bisa langsung di tarik ke rekening lokal atau di diemin dulu sampai menetas juga gapapa.

(+) Dengan sistem aplikasi track time, hasil pekerjaan kita setiap jam-nya akan terdata dan ter-record untuk kemudian di review oleh klien. Amit-amit suatu saat kita dapat klien yang nakal dan gak mau bayar, kita punya bukti screen shot dari tracker time.

(-) Minusnya yaa tetap ada resiko seperti yang saya ceritakan di atas.

 

Pro tips

Khusus untuk fixed projects, terutama buat kamu yang baru terjun ke Upwork, pastikan untuk:

Evaluasi profile klien

Sebagai freelancer, kita kudu dan harus menganalisa profile klien. Why? Biar nanti saat kerja sama sudah sedikit tahu tentang klien ini bagaimana. Caranya? Lihat feedback dan rating dari freelancer-freelancer yang sebelumnya pernah bekerja dengan klien ini.

Buat estimasi waktu pengerjaan yang akurat

Karena estimasi waktu dan deadline berhubungan erat dengan jumlah fee yang akan di terima. Sebisanya, hitung dan analisa lagi pengerjaan project berdasarkan waktu dan harga. Apakah sepadan, ataukah tidak. Apakah ada kemungkinan molor atau tidak.

Karena, semakin lama waktu yang akan kamu gunakan untuk 1 project, semakin besar resiko dan fee yang akan kamu terima.

Funded payment (DP) di muka sebesar 30%-50%

Ini demi kemanan saja, daripada dispute di belakang.

Kerjakan project berdasarkan milestone, jangan full project selesai baru release payment.

Kalau projectnya makan waktu berbulan-bulan atau berminggu-minggu, pecah project berdasarkan milestone. Jadi setelah milestone ke-1 selesai, release payment baru masuk ke milestone ke-2. Begitu seterusnya.

Jangan sampai kamu sudah kerja 3 bulan, sama sekali belum ada release payment. Yang ada hanya revisi bolak-balik. Stress kamu nanti.

Sering berkomunikasi dengan klien

Nah, itu dia sekilas info tentang sistem pembayaran di Upwork, semoga bermanfaat ya.

Atau kalian ada pertanyaan buat saya? Bisa langsung ketik di kolom komen, pasti akan saya jawab.

Feel free to share, thanks.

Follow:
Indriyas
Indriyas

Virtual Assistant | Link Builder | Blogger
Working as a freelancer at Upwork.
Live in Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia

Find me on: Web | Twitter | Instagram

11 Comments

  1. hedayat
    April 11, 2019 / 10:37 pm

    permisi, tracker time itu harus dalam mode online ya?
    atau bisa tanpa sambungan internet ?

    • indriariadna
      Penulis
      April 11, 2019 / 11:06 pm

      mode online mas

  2. Agus
    April 29, 2019 / 6:29 pm

    Termakasih infonya gan

  3. Rangga Hafidin
    Desember 26, 2019 / 7:21 pm

    Mbak, mau nanya. Saya mau nyoba kerja freelance yang hourly. Waktu mau log in di aplikasi upwork desktop kok saya tidak bisa log in di time tracked. Tulisannya

    “Browser atau aplikasi ini mungkin tidak aman.
    Coba gunakan browser yang berbeda. Jika Anda sudah menggunakan browser yang didukung, Anda dapat me-refresh layar Anda dan mencoba lagi untuk login.”

    Masa upwork dan google tidak terkoneksi ya mbak?

    • indriariadna
      Penulis
      Desember 27, 2019 / 2:16 pm

      sudah download aplikasi time tracker belum?

      • Rangga Hafidin
        Desember 29, 2019 / 2:38 pm

        Sudah, cuman gak bisa log in. Mau lapor ke upwork kok yang bales chat otomatis. Saya gak tau nih mau lapor ke upwork lewat mana.

        • indriariadna
          Penulis
          Januari 3, 2020 / 9:49 pm

          Bisa ke freelancersuccess(at)upwork.com

  4. alfath
    Mei 3, 2020 / 2:34 pm

    sukses sllu buat mbk indri, saya kesulitan di paypall nya, bgamna menghubungkan paypal ke bri atau dana app? sudh saya coba sesuai di google. gagal terus. tks

    • indriariadna
      Penulis
      Mei 3, 2020 / 10:50 pm

      trimakasih 🙂
      kalo saya pakai cimb niaga buat paypal. sudah pernah buat narik juga.

  5. Christa
    Mei 13, 2020 / 7:57 pm

    Halo Kak Indri, aku dari kemarin baca review yang Kak Indri tulis soal Upwork, jujur aku jadi semangat pengen coba apply di Upwork. Aku subscribe untuk Ebook nya juga ya Kak. Thank you 🙂

    • indriariadna
      Penulis
      Mei 13, 2020 / 9:23 pm

      halo Christa, fighting!!
      semoga ebook-nya bermanfaat 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Get the upwork tips today,
it's free!

This ebook will change everything you ever thought about remote job.  Find the secret to work with overseas clients and start to earning $$ from home.