virtual-assistant-skill-1

Mau Sukses Sebagai Virtual Assistant? Skill Ini Harus Punya

Lagi-lagi berbicara tentang pandemi. Yah, mau bagimana lagi, memang masih masa pandemi. Memang ada hubungan apa antara pandemi dan virtual assistant sukses? Hubungan persaudaraan? Oppss….

Yep, banyak kasus dimana di masa pandemi ini para karyawan di rumahkan sementara dan ada juga yang di rumahkan secara tetap alias di PHK. Satu keadaan yang mungkin dulu tidak pernah terbayangkan akan terjadi. But, hell yeah, it is happened.

Oke, berhenti sedih-sedihnya dan mari kita bicara tentang peluang (tetap) menghasilkan income meskipun bekerja dari rumah.

Di artikel ini, khususnya saya ingin berbicara kepada sesama perempuan, wanita, ibu rumah tangga, neng geulis, anak-anak gadis.

Hey, wake up!

Jangan pernah terlalu nyaman dengan keadaan yang sekarang. Who knows, siapa tahu apa yang akan terjadi besok atau lusa karena kita bukan yang empunya takdir.

Bukan nakut-nakutin tapi supaya kita bisa berpikir realistis saja.

Bagaimana perasaan kita kalau seandainya kejadian di bawah ini tiba-tiba datang tanpa permisi?

Apakah kita pernah siap akan datangnya kemalangan? Kalaupun siap, apakah cukup yang kita persiapkan?

Tidak ada orang yang siap kehilangan keluarga, apalagi kehilangan penopang dan kepala rumah tangga. Tapi sekali lagi, kita bukan pemilik masa depan.

Sebagai sesama perempuan dan juga seorang ibu, saya ikut sedih membaca postingan status ini.

Berbagai pikiran (baik dan buruk) otomatis berkelebat tanpa sadar.

“Jangan-jangan, karena si suami ini orang bule dan sudah mapan, si ibu sudah merasa aman dan nyaman sehingga merasa tidak usah bekerja pun sudah cukup.”

“Kenapa sih si suami ini tidak punya asuransi jiwa? Kan mayan bisa untuk biaya hidup keluarganya selama beberapa waktu sambil si istri bisa mandiri mencari nafkah sendiri.”

“Lalu, kalau ibunya tidak punya skill apa-apa, bagaimana dengan hidup anak-anaknya?”

“Apakah memang sedari awal si suami tidak mengijinkan istrinya bekerja?”

Dan masih banyak pemikiran lain yang terlintas di benak.

Saya pribadi mempunyai prinsip bahwa seorang perempuan harus mandiri secara finansial, meskipun sudah menikah.

Salah satunya, ya untuk menyiapkan berbagai kemungkinan buruk yang tidak terhindarkan seperti ini.

Salah satu job atau pekerjaan yang cocok banget untuk ibu rumah tangga, terutama ibu rumah tangga yang kesulitan meninggalkan anak-anak untuk kerja kantoran adalah bekerja secara freelance.

Tepatnya, kerja freelance sebagai seorang virtual assistant. Lebih tepatnya lagi, bekerja sebagai virtual assistant yang sukses.

Tipe dan jenis job virtual assistant ada banyak, bisa dibaca di artikel ini: FREELANCE VIRTUAL ASSISTANT

Sebagai virtual assistant, pekerjaan kita adalah membantu dan menolong meringankan beban kerja client secara remote.

Selain bisa bekerja secara remote, virtual assistant juga mempunyai pilihan untuk bekerja dengan satu atau beberapa client sekaligus.

Untuk bisa meyakinkan client agar mau bekerja sama dengan kita, pastinya kita harus punya skill dan kemampuan.

Virtual assistant skill yang dibutuhkan

Ada banyak jenis dan tipe pekerjaan virtual assistant seperti Social Media VA, Pinterest VA, Tech VA, Management VA, dll.

Tapi, ada beberapa skill yang harus dipunyai tidak peduli apakah niche job dari virtual assistant tersebut karena skill ini adalah skill yang paling dibutuhkan.

Skill virtual assistant yang harus dipunyai antara lain:

Tech savvy

Seorang virtual assistant lebih banyak menggunakan tools dan aplikasi dibandingkan freelance yang lain. Itu sebabnya seorang virtual assistant harus mempunyai pengetahuan dan skill lebih di atas rata-rata di bidang teknologi.

Jangan sampai membuat client sesak napas gara-gara kita tidak bisa setup zoom meeting atau transcribe, misalnya.

Atau kita tidak tahu bagaimana menggunakan time tracking.

Masih tidak tahu bagaimana cara menggunakan dan mengoperasikan tools dan aplikasi yang diperlukan? Belajar!

Skill tidak turun dari langit, jadi bisa banget untuk dipelajari.

Prioritas dan Jadwal

Sebagai virtual assistant, kita harus tahu bagaimana cara merencanakan dan memprioritaskan jadwal kerja.

Jangan sampai pekerjaan utama yaitu mengasuh anak terbengkalai gara-gara kita tidak bisa mengatur waktu dan prioritas dengan benar.

Sebaliknya, jangan sampai client merasa kecewa karena kita tidak bisa memenuhi deadline pekerjaan gara-gara zonk di prioritas.

Time management skill

Bekerja sebagai virtual assistant berarti kita bekerja sendiri, mengatur jadwal dan waktu sendiri.

Menghandle hanya satu client tidak akan terlalu menjadi masalah, tapi akan menjadi “masalah” kalau kita mempunyai beberapa client yang harus di handle di waktu bersamaan kalau kita kurang bisa memanage waktu dengan baik.

Memilih 1 hari mengerjakan semua job dari client? Atau memilih 1 hari mengerjakan 1 client?

Teliti

Berdasarkan pengalaman pribadi, bekerja sebagai virtual assistant berarti kita menjadi “bayangan” client.

Client yang mempunyai akun tapi kita yang menjalankan akun tersebut. Bisa jadi akun email, Pinterest atau akun sosial media yang lain.

Means, baik buruknya pekerjaan kita akan ter refleksi kan ke client.

Eror atau kesalahan yang mungkin sering dilakukan oleh virtual assistant akan membuat client meragukan kemampuan kita dan bisa berimbas ke kontrak.

Jadi, ketelitian dan kesempurnaan harus ada di dalam skill seorang virtual assistant.

Komunikasi yang efektif

Bekerja secara remote adalah satu keuntungan yang bisa didapatkan dari bekerja sebagai virtual assistant.

Tapi, dibalik keuntungan tersebut ada resiko yang juga bisa timbul karena bekerja secara remote yaitu miskomunikasi. Bisa jadi miskomunikasi karena bahasa yang berbeda dan cara penyampaian yang kurang tepat antara kita dan client.

Supaya terhindar dari miskomunikasi dengan client, lakukan berkomunikasi secara terjadwal dan berkala. Jangan sampai enggan atau sungkan bertanya apabila ada hal atau task yang kurang jelas.

Komitmen untuk mau belajar dan memperbaiki diri

Sebagai virtual assistant, kita dituntut untuk selalu mengetahui tren terbaru di industri kita. Jangan sampai kita hanya bengong saat client bertanya tentang tren terbaru tapi kita malah belum tahu. Kan malu…

Selalu upgrade skill dan belajar untuk meningkatkan kualitas diri. Kalau tidak demikian, kompetitor kita akan semakin banyak karena kita tidak punya kualitas lebih.

Analisa skill

Skill untuk menganalisa terutama data dan angka sangat krusial bagi seorang virtual assistant, tidak peduli apapun niche atau pekerjaannya.

Kemampuan analitik berbanding lurus dengan strategi yang lebih efektif.

Pandai dalam hal analisa dan mengolah data serta strategi bisa memungkinkan kita menghasilkan rate yang lebih besar dan client yang lebih valuable.

Networking skill

Pekerja freelance seringkali berganti-ganti client (asal jangan gonta ganti pasangan ehhh) dan ini adalah hal yang wajar dan lumrah.

Mencari client baru tidak akan terlalu sulit apabila kita mempunyai kemampuan networking yang bagus dengan client-client sebelumnya.

Selalu berusaha minta referal kepada client yang mengakhiri kontrak dan jangan segan untuk meminta testimonial. Kalau pekerjaan kita memang memuaskan, kita pasti akan mendapatkan testimonial yang bagus.

Referal dan testimonial sangat penting saat kita harus mencari client baru.

Must have virtual assistant software tools

Google Drive atau Dropbox

Penyimpanan cloud seperti ini dibutuhkan untuk saling berbagi file antara client dan VA.

Lastpass

Share atau berbagi password sangat mudah menggunakan aplikasi Lastpass.

Skype atau Zoom atau Google Meet

Mau meeting online atau butuh berkomunikasi seputar pekerjaan? Pilih tools yang paling nyaman buat kamu.

Canva

Pengguna Canva semakin hari semakin bertambah jumlahnya, sebagai sosial media VA, Canva merupakan tools wajib yang harus kamu punya.

ClickUp, Trello, Asana

Untuk management tim, Click Up cukup robust untuk digunakan.

Email

Sudah pasti email adalah hal wajib yang harus dimiliki seorang virtual assistant.

Creator studio, Buffer, Later

Menjadwalkan konten sosial media untuk client? Pilih salah satu tools ini.

Nah, semoga bermanfaat untuk teman-teman semua.

Terima kasih untuk yang sudah berkunjung, membaca, komen dan share artikel ini ya ­čÖé

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top