Mengapa UMKM indonesia harus Go Digital

Saya sedikit banyak tahu tentang UMKM, dari sudut pandang supplier vs perusahaan. UMKM yang saat itu masih berkonsep sangat konvensional dan belum ada yang go digital.

Tahun 2000-an saya bertemu dengan banyak UMKM mikro dengan produk-produk utama mereka adalah mebel garden (garden furniture) dan rattan furniture (mebel dari rotan).

Sayangnya, di tahun tersebut, internet dan komputer masih sangat sulit di akses. Warnet mulai banyak bermunculan, tapi tidak semua orang mengetahui cara menggunakan komputer, apalagi menggunakan internet.

Itulah mengapa, pendapatan dan penghasilan para supplier tersebut, sangat bergantung dari order yang mereka terima dari perusahaan besar.

Perusahaan besar ini biasanya perusahaan eksportir atau perusahaan trading yang tidak memproduksi sendiri melainkan membeli (order) dari para supplier.

Kesempatan para supplier untuk tumbuh dan berpeluang mendapatkan omzet lebih besar seringkali terganjal karena harga beli dari perusahaan yang bertindak macam tengkulak. Beli di supplier dengan harga murah, di poles sebentar di gudang perusahaan kemudian di ekspor dengan harga hingga puluhan kali lipat.

Itu dulu, tahun 2000.

20 tahun kemudian, bagaimana nasib UMKM di Indonesia sekarang ini?

UMKM di Indonesia

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Kominfo, berkomitmen untuk mengonlinekan 8 Juta UMKM sampai tahun 2020.

Per November 2020, sebanyak 3.4 juta UMKM di Indonesia sudah masuk ke sistem digital atau go digital.

Kementerian Koperasi dan UKM RI melaporkan bahwa secara jumlah unit, UMKM memiliki pangsa sekitar 99,99% (62.9 juta unit) dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia (2017), sementara usaha besar hanya sebanyak 0,01% atau sekitar 5400 unit. Usaha Mikro menyerap sekitar 107,2 juta tenaga kerja (89,2%), Usaha Kecil 5,7 juta (4,74%), dan Usaha Menengah 3,73 juta (3,11%); sementara Usaha Besar menyerap sekitar 3,58 juta jiwa. Artinya secara gabungan UMKM menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional, sementara Usaha Besar hanya menyerap sekitar 3% dari total tenaga kerja nasional!

Negara maju, yang bukan lagi masuk peringkat negara berkembang atau dunia ketiga (ekonomi miskin dan belum terindustrialisasi) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat dan pendapatan perkapita yang tinggi. Pendapatan per kapita digunakan untuk menunjukkan rata rata penghasilan setiap penduduk dalam suatu negara.  Negara-negara maju memproduksi barang-barang yang bernilai tinggi seperti pesawat terbang, mobil, dan barang elektronik lainnya, selain itu profesi masyarakat sebagian besar di bidang jasa yaitu pendidikan, hiburan, konsultan, dan jasa keuangan.
  • Angka pengangguran rendah. Para pengangguran di negara maju biasanya mendapatkan jaminan sosial dari pemerintah. Akan tetapi, hal tersebut tidak membuat para pengangguran bermalas-malasan. Hal itu disebabkan pengangguran tersebut memiliki tingkat kesadaran untuk bekerja dan mencari pekerjaan baru sangat tinggi.
  • Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang berkembang dengan pesat dan cepat. Pemerintah memberikan beragam fasilitas untuk menunjang keberhasilan di bidang tersebut. Para ilmuwan memiliki semangat tinggi dalam melakukan observasi dan praktik guna menghasilkan temuan-temuan baru di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa negara yang masuk dalam kategori ini di antaranya adalah Inggris, Jerman, Perancis, Jepang, Amerika Serikat.
  • Sistem pendidikan dan kesehatan yang baik. Penduduk di negara maju sudah melek huruf atau bisa membaca dan menulis dengan lancar. Pemerintah memberikan pelayanan serta fasilitas yang memadai untuk menunjang dunia pendidikan. Selain itu pemerintah juga memberikan jaminan berupa pendidikan dasar kepada seluruh rakyatnya dan para pendidik atau guru juga memiliki tingkat kesejahteraan yang tinggi. Di samping itu, pemerintah memberikan pelayanan serta fasilitas kesehatan yang memadai sehingga penduduknya memiliki kesejahteraan yang sangat tinggi.
  • Infrastruktur negara-negara maju umumnya memiliki infrastruktur yang sudah berkembang. Perkembangan itu menopang pertumbuhan ekonomi penduduk dan menguntungkan bagi suatu negara. Jadi jelas kan, mengapa pemerintah menggenjot sektor infrastruktur selama 10 tahun ini.
ciri-ciri negara maju

Siapa sih yang tidak ingin negaranya menjadi negara maju alih-alih negara berkembang?

Tidak heran, pemerintah selalu berupaya untuk selalu membantu para pelaku bisnis UMKM menuju go digital. Dengan tujuan pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat dan menurunkan jumlah angka pengangguran di negara kita.

Penggunaan aset digital dan pemasaran digital juga diterapkan di masa Revolusi Industri 4.0 era new normal sekarang ini.

Revolusi Industri 4.0 dikenal juga dengan istilah “cyber physical system”. Konsep penerapannya berpusat pada otomatisasi atau sistem otomatis. Dibantu teknologi informasi dalam proses pengaplikasiannya, hal yang paling kentara adalah mengurangi keterlibatan tenaga manusia dalam prosesnya.

Pemerintah kabarnya menggelontorkan anggaran sebesar Rp7,6 triliun untuk program digitalisasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Untuk membantu UMKM di new normal ini, Kominfo berencana membuat sebuah layanan digital yang berbentuk situs portal dan aplikasi yaitu Lakumkm.id.

Lakumkm.id di harapkan bisa menjadi situs direktori bisnis para UMKM.

Dengan adanya situs layanan berbasis web ini, Kominfo berharap bisa memudahkan UMKM untuk mengatur penjualan di berbagai platform ecommerce.

Juga di harapkan, pelaku bisnis UMKM lebih terbantu dalam hal teknologi informasi serta digital marketing dengan adanya situs Lakumkm.co.id ini.

Sebagai basis data, Lakumkm.id juga nantinya memuat database seluruh profile UMKM terdaftar yang ada di Indonesia. Tidak menutup kemungkinan, ke depannya situs ini bisa berkembang menjadi situs B2B marketplace ala pemerintah.

Tentang B2B (Business to Business)

Business-to-business adalah situasi di mana satu bisnis melakukan transaksi komersial dengan bisnis lainnya. Ini biasanya terjadi ketika: sebuah bisnis mencari bahan untuk proses produksinya untuk keluaran. Contoh: Memberikan bahan baku kepada perusahaan lain yang akan menghasilkan output.

Wikipedia

Kehadiran marketplace B2B sangat diperlukan karena B2B memiliki volume perdagangan lebih besar sehingga dapat memungkinkan pelaku usaha UMKM untuk mengembangkan impor dan ekspor bisnis mereka.

Indonetwork adalah perusahaan ecommerce marketplace dan direktori bagi usaha B2B di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2001. Situs ini mengklaim bahwa sudah lebih dari sekitar 1 juta member pelaku bisnis, industri dan pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang tergabung dalam komunitas Indonetwork.

Selain memiliki 2 juta member yang sudah terdaftar di Indonetwork, di pertengahan tahun 2016 pengunjung situs ini mencapai 4 juta visitor per bulan.

Pencapaian ini tidak mengherankan karena Indonetwork sendiri sudah menjajaki bisnis ini selama 15 tahun, sehingga terus menjadi tujuan para wirausahawan untuk mempromosikan barang maupun jasa.

Usaha atau perusahaan dikategorikan sebagai UMK apabila nilai omset ≤ 2,5 miliar atau jumlah pekerja < 20 untuk industri pengolahan atau sesuai dengan klasifikasi/status badan usaha tertentu, sedangkan usaha/perusahaan yang dikategorikan sebagai sebagai UMB adalah yang memiliki nilai omset > 2,5 miliar rupiah miliar atau jumlah tenaga kerja ≥ 20 untuk industri pengolahan atau sesuai dengan klasifikasi/status badan usaha tertentu.

Sumber BPS

Tentang aset digital UMKM

Aset digital adalah segala sesuatu yang berbentuk format digital dan di dalamnya terkandung hak untuk menggunakan data dan format digital tersebut.

Macam aset digital antaranya:

  • Website
  • Sosial Media
  • Online Marketplace
  • Forum Digital
  • Digital Bisnis Profile
aset digital

Mengapa penting bagi UMKM mempunyai aset digital?

Setiap bisnis, apapun produk dan bentuk bisnisnya, membutuhkan sales (penjualan) supaya bisnis bisa tetap eksis berjalan dan mendapatkan keuntungan.

Mempunyai aset digital memungkinkan UMKM untuk melakukan marketing secara online atau digital marketing, merencanakan sales funnel, dan melakukan transaksi penjualan secara online. Juga memungkinkan UMKM meningkatkan penjualan dengan terus memuaskan dan melayani konsumen, agar mereka terus kembali membeli (customer retention).

Website sebagai salah satu aset digital terpenting UMKM

Revolusi industri 4.0, memungkinkan setiap individu untuk mempunyai blog pribadi atau personal blog.

Bagaimana dengan UMKM yang notabene adalah sebuah perusahaan? Bukankah sudah wajib hukumnya UMKM mempunyai website sendiri untuk menunjang bisnis dan usahanya?

Alasan mengapa website penting bagi pelaku bisnis UMKM

Salah satu alasan terpenting mengapa pelaku bisnis UMKM harus memiliki website sendiri adalah, agar informasi tentang usaha dan produknya bisa di temukan orang dengan mudah melalui internet.

Bukan hanya terbatas di skala nasional saja, tetapi hingga skala internasional. Terutama bila pelaku bisnis UMKM memang berorientasi kepada penjualan ekspor.

Selain bisa ditemukan dengan mudah melalui internet, diharapkan dengan adanya website maka bisa terjadi transaksi penjualan atau transaksi komersial secara online. Tanpa harus bertemu muka antara pembeli dan penjual sehingga lebih hemat biaya serta efisien waktu.

Go digital dan revolusi industri 4.0 memang bertujuan dan mengarah kepada sistem digitalisasi transaksi dan pasar. Memungkinkan transaksi online lebih sering terjadi.

Bagaimana cara membuat website?

Fakta di lapangan, pelaku bisnis UMKM tidak banyak yang mengerti tentang apa itu website, manfaat website dan bagaimana cara membuat website untuk membantu peningkatan bisnis mereka.

Di sisi lain, banyak sekali tenaga-tenaga kerja freelance yang bisa dan sangat sanggup membuat website serta aplikasi untuk pelaku bisnis UMKM.

Saya pribadi berharap, pemerintah mempunyai konsep yang bisa menjembatani antara kedua belah pihak yakni UMKM dan pekerja freelance.

Berikut ini 4 langkah mudah cara membuat website sederhana:

  1. Tentukan tujuan pembuatan website.
  2. Tentukan platform website. Menentukan platform/CMS yang akan digunakan unuk membuat website.
  3. Register hosting dan nama domain. 
  4. Instalasi dan pengaturan website.
membuat website

Tujuan membuat website

Di lihat dari segi penjualan dan pangsa pasar, tujuan membuat website bisa ditujukan untuk pembeli lokal dan atau pembeli internasional (ekspor).

Perlu juga di pikirkan, apakah website hanya sebagai sarana media etalase produk saja ataukah pengunjung bisa langsung membeli produk melalui website tersebut.

Apakah website nantinya akan berbentuk toko online, ecommerce, B2B marketplace atau hanya blog saja?

Menentukan platform website

Ada beberapa pilihan platform website yang umum digunakan yaitu WordPress.org, WordPress.com, Blogspot, dan Squarespace.

Di Indonesia, WordPress.org merupakan platform website paling populer yang paling banyak digunakan.

Agar tampilan website menjadi lebih unik, bisa di tambahkan plugin page builder seperti Elementor, Beaver Builder, atau Brizzy di dalam platform WordPress tersebut.

Selain bisa menggunakan tema WordPress gratis, UMKM juga bisa membuat website custom design (berdasarkan desain sendiri) sehingga lebih unik dan sesuai dengan fitur yang diinginkan.

Tentu saja, custom website akan berharga lebih mahal daripada desain website yang biasa.

Register domain dan hosting

Bagi sebuah website, nama domain adalah hal yang utama dan terpenting. Seperti alamat sebuah rumah.

Nama domain atau nama website ibarat kata adalah alamat rumah UMKM di jagat maya.

Pilih nama domain yang berekstensi .com, serta nama domain yang pendek dan mudah diingat. Hindari tanda penghubung dan hindari penggunaan huruf ganda.

Hosting atau web hosting servis adalah jasa yang memungkinkan sebuah website tayang dan mengudara di internet.

Hosting yang baik harus memiliki 3 poin berikut yaitu keamanan yang tinggi, kecepatan load yang baik, dan dapat diandalkan 24/7.

Instalasi dan pengaturan website

2 hal penting dalam instalasi sebuah website adalah menginstal SSL (secure socket layer) dan menginstal platform website.

Setelah menginstall SSL, berikutnya adalah pengaturan website.

Laman atau page yang wajib ada adalah laman home atau beranda, tentang perusahaan (visi & misi), jenis servis atau produk yang di tawarkan, laman blog, dan laman kontak.

Dengan adanya website, bisa dipastikan bahwa pelaku bisnis UMKM sudah go digital dan siap menyongsong new normal tanpa gagap.

Tinggal bagaimana UMKM menyusun langkah-langkah dan strategi selanjutnya untuk mengupayakan penjualan dan meningkatkan omzet.

Itulah mengapa, aset digital sangat penting bagi pelaku bisnis UMKM.

Semoga bermanfaat.

Silakan tinggalkan komentar atau feedback yang membangun.

Jangan lupa untuk share artikel ini juga ya..

Pemenang Harapan

Referensi:

Dewi Meisari Haryanti dan Isniati Hidayah. 2018. “Potret UMKM Indonesia: Si Kecil yang Berperan Besar,” https://www.ukmindonesia.id/baca-artikel/62, di akses pada 23 Desember 2020.

“Business-to-business”. https://en.wikipedia.org/wiki/Business-to-business, di akses pada 25 Desember 2020.

2017. “4 Marketplace B2B Indonesia Ini Bantu Kembangkan Bisnis UKM,” https://goukm.id/b2b-marketplace/, di akses pada 25 Desember 2020.

Insi Nantika Jelita. 2020. “Pemerintah Guyur Rp7,6 triliun untuk Digitalisasi UMKM,” https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/4KZzqeqK-pemerintah-guyur-rp7-6-triliun-untuk-digitalisasi-umkm, di akses pada 25 Desember 2020.

Cahyandaru Kuncorojati. 2020. “Kominfo Sediakan Situs Pusat Data UMKM Indonesia,” https://kominfo.go.id/content/detail/28247/kominfo-sediakan-situs-pusat-data-umkm-indonesia/0/sorotan_media,  di akses pada 25 Desember 2020.

Wikipedia. “Negara maju,” https://id.wikipedia.org/wiki/Negara_maju, di akses pada 25 Desember 2020.

Leski Rizkinaswara. 2020. “Revolusi Industri 4.0, https://aptika.kominfo.go.id/2020/01/revolusi-industri-4-0/, di akses pada 25 Desember 2020.

“Banyaknya UMK dan UMB,” https://sirusa.bps.go.id/sirusa/index.php/indikator/1133, di akses pada 24 Desember 2020.

Indotrading. “Mengenal Aset Digital, yang Tak Kalah Penting dari Aset Real,” https://news.indotrading.com/mengenal-aset-digital-yang-tak-kalah-penting-dari-aset-real/, di akses pada 25 Desember 2020.

Tristin Hartono. 2020. “Panduan Lengkap Cara Membuat Website yang Baik dan Benar,” https://www.dewaweb.com/blog/cara-membuat-website/, di akses pada 25 Desember 2020.

Viska. 2020. “UMKM Go Online, Upaya Wujudkan Visi “Digital Energy of Asia,” https://www.kominfo.go.id/content/detail/9514/umkm-go-online-upaya-wujudkan-visi-digital-energy-of-asia/0/berita_satker, di akses pada 25 Desember 2020.

You’ll also like

Salon Anna, Rajawali – Palangkaraya

Hari ini berkesempatan untuk mencoba beberapa perawatan di salon. Setelah ngurus atm di bca yang ternyata tabungan saya sudah ‘mati’ jadi tidak bisa di urus lagi, harus bikin tabungan baru

Read More »

Tugu Soekarno, Palangkaraya, Kalteng

Kami baru saja pindah dari Semarang ke Palangkaraya bulan Juli 2014, persis saat libur kenaikan kelas. Mas Meel [anak saya] sebelumnya bersekolah di SD YSKI Kristen 2, Dr. Cipto, Semarang.

Read More »

Wisata Alam Sekatul, Kendal

Sekatul, tampak depan dari parkiran Kita [saya dan Mikhael] jalan-jalan ke Sekatul sekitar tahun 2013, bersama dengan Sekolah Minggu anak saya, Mikhael karena mereka ada acara di sini. Sekolah Minggu

Read More »
Scroll to Top

Free Ebook!

Cara Kerja Upwork Untuk Pemula