Recent Posts

  • Tertarik Kerja Freelance? Baca Dulu Panduan Ini

    Tertarik Kerja Freelance? Baca Dulu Panduan Ini
  • Freelancer True Story : Miskomunikasi yang Bikin Sangsi

    Freelancer True Story : Miskomunikasi yang Bikin Sangsi
  • Jangan Upgrade ke Upwork Freelancer Plus

    Jangan Upgrade ke Upwork Freelancer Plus
  • Upwork Membership Plan, Worth It Ga Sih?

    Upwork Membership Plan, Worth It Ga Sih?

9 Tips Merawat Blog ala Indri Ariadna

tips maintenance blog

Disclaimer : di artikel ini terdapat link afiliasi. Silahkan baca tentang kebijakan privasi dan disclaimer.

Last update : 5 Juni 2020

Ibarat rumah, blog juga harus sering-sering di bersihkan loh.

Saya sih lebih seneng bersih-bersih blog daripada bersih-bersih rumah bhuahahahaha….gak terasa capek soalnya.

Kalo rumah sungguhan harus di bersihkan setiap hari, blog juga sama, kita harus menyediakan waktu-waktu tertentu supaya blog kita tetap terawat.

Lalu kapan tepatnya kita harus bersih-bersih blog ?

Artikel menarik : Tips Menambah Follower Instagram dengan Planoly

Saya sih tidak ada waktu khusus semisal harus seminggu sekali atau 3 hari sekali. Tergantung, kapan pas senggang aja. Soalnya, saya lebih mengutamakan pekerjaan saya sebagai freelancer di Upwork.

Tapi akan lebih baik sih kalau kita membuat jadwal waktu sebagai pengingat kapan kita harus mulai bersih-bersih blog.

Mungkin bisa pakai sistem planner atau card seperti ini :

tips merawat blog
jadwal merawat blog

Penting gak sih merawat blog?

Menurut saya penting banget ya, ini alasan saya :

  • Kenyamanan pembaca blog

Demi siapa sih kita menulis? Pusing memikirkan tema dan judul apalagi yang harus ditulis?

Memikirkan strategi bagaimana pengunjung dan pembaca betah berada di blog kita?

Yeapp….demi para pembaca blog kita yang setia. Demi kenyamanan para pembaca blog, kita harus dong merawat blog baik-baik. Supaya enak dibaca, enak dikunjungi. Supaya para pembaca setia mau balik dan berkunjung lagi. Bukan begitu ferguso?

  • Blog = aset

Karena mengeluarkan biaya dan waktu yang tidak sedikit dan tidak murah, saya menganggap bahwa blog sama saja dengan aset. Punya aset itu harus dijaga supaya gak gampang rusak dan kalau bisa nilainya naik terus.

Semakin nilai blog kita naik, bukankah yang memetik manfaatnya juga kita-kita yang punya blog? Traffic blog tinggi, harga sponsored post melambung, iklan banyak yang masuk. Imbas terakhir pasti ke pendapatan dari blog yang juga semakin meningkat.

  • Trust

Semakin blog kita terawat (loading cepat, tampilan clean, navigasi mudah, mobile friendly dll) maka pembaca akan melihat bahwa kita ini ngeblog dengan niat dan bersungguh-sungguh. Bukan hanya ngeblog sekedar ingin saja.

Beda loh, tampilan blog yang memang niatnya sungguhan ngeblog (= di monetize) dibandingkan dengan blog yang hanya sekedar dipakai curhat..upsss, sorry.

Kita bisa mendapatkan trust dan simpati/kepercayaan dari para pembaca dari tampilan dan isi blog kita. Bukan begitu?

Susah gak sih merawat blog?

Pengalaman saya pribadi sih enggak susah ya. Karena memakai WordPress, saya tinggal mengupdate plugin. Cek broken link juga otomatis. Yang lain baru dilakukan secara manual seperti cek internal link, eksternal link, menambah blog graphic dan lainnya.

Di bawah ini, tips merawat blog ala saya.

tips merawat blog

9 Tips merawat blog ala indri ariadna :

1. Back links

Setiap kali saya mengikuti lomba blog, yang banyak kalah dari pada menangnya hahah, biasanya kan ada tuh ya beberapa syarat ketentuan. Misalnya harus ada kata kunci (keyword) tertentu atau harus memberikan berapa backlink ke website-nya si penyelenggara lomba atau ke landing page tertentu.

Terkadang juga harus menampilkan image lomba di sidebar blog yang nge-link ke website penyelenggara lomba selama periode lomba berlangsung.

Nah, setelah lomba usai, biasanya semua link-link keluar ini saya hapus.

Memang harus di hapus ? Kalau saya sih iya, karena saya tidak mau ada terlalu banyak link keluar dari blog saya ini yang tidak ada manfaatnya.

2. Internal link

Saya sering mengecek artikel-artikel lama dan menambahkan internal link dari artikel-artikel yang baru. And vice versa. Pernah baca, bagus buat blog kita dari segi SEO.

3. Spam score

Cek spam score. Walau gak penting-penting amat (atau malah penting?), kita harus dong mengecek spam score blog kita sendiri.

Semakin rendah prosentase spam score blog, semakin bagus.

4. Kategori/Label

Setelah migrasi dari blogspot ke wordpress, sebisa mungkin kategori artikel saya buat seminimal mungkin.

Yang mirip-mirip macam event, lomba blog, lomba, saya buat di satu kategori tertentu misalnya masuk ke kategori event saja. Kalo dulu mah semua saya buat kategori sendiri-sendiri biar kelihatannya artikelnya banyak gitu. Padahal banyak di kategori doang, artikel tetep aja sedikit hahaha…

Pernah baca di mana lupa, kalau penempatan label atau kategori atau banner di sidebar akan lebih jozzz.

Tapi pernah baca juga bahwa tampilan web atau blog secara mobile, maksudnya saat blog kita di buka menggunakan gadget/smartphone dan bukan komputer/PC/laptop, banyaknya banner dan tampilan di sidebar blog bisa menganggu pandangan pembaca. Jadi ter-distraksi gitu.

Buat kalian yang masih suka naruh label, kategori, archive (arsip), lalu popular post yang semua-semua di taruh di sidebar blog, coba deh dipikir lagi. Pilih saja yang paling perlu, gak usah di tampilin semua di sidebar. Terlalu rame.

Menurut primbon SEO yang pernah saya baca, semakin baik dan simpel navigasi blog kita, Google akan semakin sayang….ambyarrr……

5. Broken Link

Dulu banget awal-awal ngeblog, saya gak tahu kalau pas komen di blog orang itu gak boleh pakai link hidup. Misalnya, komen di artikel orang pakai link seperti ini : https://www.indriariadna.com/2020/05/palet-warna-blog.html

Harusnya, pakai link yang mengarah ke homepage saja, seperti ini : https://www.indriariadna.com/

Sampai sekarang masih ada loh yang komen dan menyisipkan link artikel mereka di kolom komen.

Padahal, ini bisa membahayakan buat blog kita. Karena bisa menyebabkan broken link.

Broken link adalah link yang broken alias patah alias link yang sudah gak ada tautannya lagi.

Bisa karena link artikel tersebut di hapus oleh empunya blog atau masuk ke laci draft atau perubahan permalink dll.

Buat kamu, ingat-ingat ya, jangan sampai menyisipkan link hidup artikelmu di kolom komen orang lain.

Kalau sudah jadi broken link, kasihan pemilik blog-nya. Apalagi kalau yang memakai template blogspot.

Kenapa kasihan? Karena gak ada plugin di blogspot untuk mengecek broken link. Jadi harus mengecek broken link secara manual. Dan biasanya nih, begitu dicek, bejibun deh dari puluhan sampai ratusan broken link-nya.

Plus harus di hapus satu-satu dan percayalah…kalau cuma 1 atau 2 sih masih enteng ya beibb. Gak masalah.

Pernah loh saya menghapus puluhan sampai ratusan broken link sampai juling pas masih pakai blogspot.

Waktu itu ikut lomba blog yang mensyaratkan harus ada minimal 10 komentar atau berapa ya lupa, jadi kami para blogger yang ikutan lomba, riwueh blog walking kesana-kemari. Kayak emak-emak kurang kerjaan gitu.

Komentar di artikel saya banyak banget bleh, dan ujung-ujungnya banyak juga yang ninggalin link hidup di komentar yang akhirnya jadi broken link.

Maksud mereka mungkin biar kita bisa langsung blog walking ke artikel tersebut. Tapi ya itu tadi, ujung-ujungnya malah banyak yang jadi broken link.

Cara mengecek broken link bagaimana?

Pengguna blogspot, kamu bisa mengecek broken link blogmu menggunakan aplikasi di bawah ini :

https://www.brokenlinkcheck.com

https://www.deadlinkchecker.com/

Pengguna wordpress lebih aman deh karena ada banyak plugin yang bisa di pakai.

6. Loading site

Mengecek loading site blog secara berkala penting banget loh.

Apakah blogmu masih tergolong cepat di buka, atau malah lama banget loading nya.

Nah, kalau ternyata loading site mu mulai lemot, bisa di perbaiki dengan cara antara lain : pakai gambar-gambar dengan ukuran pixel yang lebih kecil. Istilah kerennya di compress dulu gambarnya biar ukuran atau size-nya jadi lebih kecil.

Untuk pengguna WordPress, bisa di setting lazy load image supaya proses loading blog lebih cepat. Dan ada plugin resize juga yang bisa mengurangi ukuran gambar secara otomatis.

Mengapa loading site penting? Yaa…biar pengunjung blog gak lari karena kehabisan data internet.

Tahu kan kalau menunggu itu membosankan? Hal ini juga berlaku untuk loading site blog kamu.

7. Cek featured image

Seringkali image atau gambar yang kita sisipkan di artikel blog itu kurang “tepat sasaran”.

Baik dari segi ukuran, pixel, penempaatan atau mungkin keterangan yang ada di image tersebut.

Template dan tema blog yang baik, akan bisa otomatis menyesuaikan besarnya ukuran “framegambar featured image.

Beda halnya dengan tema atau template blog yang tidak mempunyai feature seperti itu. Kamu harus menyesuaikan besar kecilnya feature image satu per satu. Karena kalo nggak begitu, tampilan blogmmu akan terlihat kurang rapi.

8. Cek Domain dan Page Authority

Sesekali mengecek domain authority dan page authority penting juga loh, siapa tau DA/PA bukannya naik ehh malah turun ^^.

Kamu bisa memasang Moz Bar extention di Chrome. Langsung deh kelihatan DA dan PA nya berapa.

Yahh meskipun besar kecilnya DA tidak merefleksikan bagus tidaknya sebuah blog sih. Tapi mindset masyarakat blogger (+62) masih seperti itu.

Melihat bagus tidaknya blog dari besaran domain authority.

9.  Object debuger

Kadang-kadang kalau kita share link artikel, gambar artikel malah gak muncul.

Supaya gambar muncul, bisa di cek dan di debug dulu di sini : https://developers.facebook.com/tools/debug/og/object/

Fetching preview biar gambarnya bisa muncul.

Sepertinya khusus pengguna blogspot ya. Selama memakai wordpress saya tidak menemukan masalah seperti ini.

Kesimpulan :

Tidak seperti yang tampak di permukaan, mempunyai dan merawat blog itu tidak semudah saat memulai membuat blog itu sendiri.

Perlu konsistensi dan effort yang tentunya butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Blog dan segala isinya juga butuh perawatan dan maintenance supaya blog tetap eksis abis dan mendapat pengunjung/pembaca tetap.

Jadi, apa tips kamu dalam merawat blog?

Please share artikel ini atau bisa juga pin gambar di artikel ini. Logo hover pinterest ada di sebelah kiri atas gambar. Terima kasih…

Follow:
Indriyas
Indriyas

Virtual Assistant | Link Builder | Blogger
Working as a freelancer at Upwork.
Live in Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia

Find me on: Web | Twitter | Instagram

8 Comments

  1. indri
    Maret 29, 2017 / 12:24 pm

    hahaha sama banget dong kaya saya ^^

  2. sinta khairunnisa
    Juli 31, 2017 / 12:49 am

    makasi mba infonyaa..yg "bekas" ikutan lomba jg harus di bersihin ya ..Noted!

    • Indri Ariadna
      Oktober 22, 2017 / 2:43 pm

      iya mba, link-link biasanya aku remove. juga komen-komen yang profile-nya pakai url artikel juga aku remove. kalau enggak malah jadi broken link.

  3. Juli 2, 2019 / 2:37 pm

    Pengen banget bersih bersih blog mbak, nunggu ada waktu luang. Kalau enggak nanti anak bisa ikutan pencet2 keyboard laptop. Hehe..

  4. Juli 2, 2019 / 7:25 pm

    setelah pindah ke wordpress komen pakai link cuma satu. Itupun nggak saya kunjungi karena males.

  5. Hastira
    Juli 3, 2019 / 2:41 am

    makasih sharingnya

  6. Juni 7, 2020 / 9:25 am

    Wah iya, kita memang kadang lupa bersih-besih hehehe, terimakasih sharingnya, Mbak 🙂

    • indriariadna
      Penulis
      Juni 7, 2020 / 10:27 am

      sama-sama Ryan 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Get the upwork tips today,
it's free!

This ebook will change everything you ever thought about remote job.  Find the secret to work with overseas clients and start to earning $$ from home.