Wajib di Hindari, 11 Kesalahan Blogger Pemula

11 Kesalahan Blogger Pemula

 

Mengutip dari Wikipedia, blogger merujuk kepada 2 hal yaitu :

Narablog : adalah penulis atau jurnalis yang mencatat berbagai informasi dalam sebuah blog, baik berupa blog pribadi maupun kelompok, dalam aneka kategori pembahasan.

Blogger.com : layanan pembuatan dan penyimpanan yang di sediakan oleh google.com

Jutaan blog baru muncul setiap hari. Tapi kalau kalian mengecek via Ahrefs atau SERP, tidak semua blog mempunyai rangking atau peringkat terbaik di mata Google.

Padahal, bisa nongol di halaman 1 Google adalah cita-cita dan harapan semua blogger. Itu artinya, blog kita menjadi semacam rujukan dan terpercaya oleh Google.

Nyatanya, hanya segelintir blog atau website yang menjadi petahana di halaman 1 Google (untuk keyword tertentu) misalnya di US dengan keyword digital marketing adalah: https://neilpatel.com dan https://backlinko.com/

Mengapa ?

Konten-konten mereka sangat bermanfaat, bisa di aplikasikan  dan juga terbukti, ampuh. Tentunya, membangun kepercayaan pada sebuah blog hingga bisa masuk ke halaman 1 Google itu butuh waktu yang tidak sebentar dan tentunya harus konsisten.

Oke, gak harus seperti mereka, tapi bermimpi bisa menjadi seperti mereka wajar-wajar saja toh? Membangun kerjaan bisnis di dunia digital.

Semua dari kita pasti pernah menjadi beginner alias pemula, dalam segala hal. Pemula dalam pekerjaan, pemula dalam mengurus anak, pemula sebagai istri, pemula sebagai entrepreneur dll.

Begitu juga dengan blogger. Banyak sekali blogger pemula yang bermunculan untuk eksis di dunia digital. Welcome ya!

Tidak semua kata “pemula” berkonotasi noob atau newbi. Kalau kalian terus belajar , mengasah kemampuan dan terus memperbaiki diri dalam hal ngeblog, meskipun kalian baru mulai ngeblog, kalian sudah punya senjata. Bukan pemula yang betul-betul pemula. Tul ga?

Apa sih yang harus di asah dan di perbaiki terus menerus ? Dalam hal ngeblog, itu artinya kamu harus belajar tentang keyword ataukata kunci, belajar SEO, optimasi on page dan off page, backlinks, keyword planner dll.

Tapiiii…..ada juga pemula yang ingin cepat-cepat terkenal, cepat-cepat dapat duit, cepat-cepat eksis, sementara proses berkembang dalam dirinya belum selesai. Alhasil, seperti mangga mentah di karbit, matang karena terpaksa.

Kalo bisa, jangan seperti itu ya. Kalau mau membuat blog, rencanakan dengan matang dan seksama, planning konten, schedule, free image,  dll.

11 kesalahan ini pernah saya alami dulu, saran saya, jangan mengulangi kesalahan yang sama ya!

Monetisasi

Salah satu kesalahan *fatal* yang di lakukan oleh blogger pemula adalah ingin sesegera mungkin memonetisasi blog. Agar menghasilkan uang tentunya.

Sedangkan, penghasilan dari blog berbanding lurus dengan visitor blog/pageview/trafik dari pengunjung. Nah kalau trafik blogmu sepi, artinya kamu gak dapat duit dong.

Salah satu cara monetisasi yang sering di lakukan oleh blogger adalah memasang Google Adsense. Dulu saya juga pasang Google Adsense di blog, tapi karena hasilnya tidak sepadan, akhirnya saya copot. Trafik blog saya kurang nendang untuk di pasangi Google Adsense.

Selain Google Adsense, ada juga monetisasi dengan cara menerima job review dan sponsor konten. Kalau blgomu masih baru, paling di hargai 50.000 – 100.000 per artikel.

Bandingkan dengan blogger-blogger lain yang sudah stabil dan bisa menerima job sponsor dengan harga jutaan per published. Kamu pilih yang mana ?

Untuk di ingat,  gapa sih memonetisasi blog, tapi kalau umur blognya masih muda, penghasilan yang di dapatkan juga tidak akan maksimal.

 

Tidak peduli trafik

Melihat dan membaca banyak blog (baik yang dari luar dan dalam negeri) ternyata banyak sekali perbedaannya. Blog-blog dari luar sangat mementingkan trafik dan mencoba berbagai cara supaya trafik blog meningkat. Beberapa cara yaitu mereka membeli kursus online, investasi webinar dll.

Sementara saya banyak melihat blog-blog lokal, terutama yang baru bermunculan, sama sekali tidak peduli dengan trafik.

Asal ada artikel, publish, selesai. Dapat trafik atau tidak, sepertinya selow aja.

Padahal semakin tinggi trafik, semakin besar konversi email list yang bisa di dapatkan. Memudahkan kamu melakukan engagement dengan subsciber-mu.

Tidak mempunyai email list

Saya belajar tentang database atau prospecting sejak tahun 2002. Apapun produk yang kamu jual, akan percuma kalau kamu tidak mempunyai prospecting list.

Ternyata hal ini berlaku juga saat saya mencari backlinks untuk klien di Upwork. Kalau mereka mau 10 link, saya harus punya database sekitar 300 list. Karena tidak semua email yang saya kirim akan di balas dan tidak semua akan mau untuk memberi backlink.

Semakin banyak dan semakin besar database, semakin bagus.

Sangat jarang saya melihat blog lokal yang mempunyai “sign-up form” atau “subscriber form” untuk menjaring subscriber dan email list. Apalagi blog-blog pemula.

Padahal email list ini adalah “harta karun” kita sebagai blogger. dengan mempunyai email list, kita bisa mempromosikan produk, berjualan produk, sekedar menginfokan artikel terbaru dan masih banyak lagi fungsi lainnya.

Kalian bisa mencoba memakai Sumo, Mailchimp atau free trial Convertkit.

Minim investasi

Blogger pemula biasanya sayang untuk membeli top level domain dan hosting. Padahal nama domain blog yang kita punya itu ibarat alamat rumah.

Alamat rumah bagusnya ya rumah tetap (domain.com), bukan kontrak (.blogspot.com) karena  kalau kita membeli nama domain tersebut, orang lain tidak akan bisa menggunakan nama domain yang sama.

Artikek menarik : Tips Memilih Platform Blog

Investasi untuk domain tidak terlalu mahal loh, bervarisasi sekitar 165.000 – 400.000-an per tahun. Hosting, bervariasi lagi harganya, ada yang bisa di bayar per bulan atau langsung per tahun. Bisa pakai hosting lokal atau luar negeri. Saya pakai Siteground.

Investasi template blog, memang banyak template blog yang gratis dan bagus. Tapi yang namanya template gratis, pasti dong berbeda sekali fiturnya dengan template premium.

Salah satu manfaat dari template premium adalah kita bisa mengkustom tampilan template sesuai keinginan kita.

Konten tidak up to date

Meskipun tidak ada aturan baku berapa kali seminggu atau per bulan blogger harus update artikel, rasanya akan lebih bagus kalau blogger bisa meng-update artikel blognya secara teratur. Bisa seminggu 2 kali atau 3 kali atau bahkan sebulan sekali. Yang penting, kualitas harus tetap di jaga.

Jangan sampai membuat artikel hanya 250 kata atau 350 kata. Tidak bermanfaat buat orang lain dan pembaca.

Konten yang tidak uptodate akan membuat pengunjung kecewa loh.

Apalagi kalau konten-konten artikelnya banyak manfaat seperti blog punya Mbak Carra ini : Carolinaratri.com

Agar selalu uptodate konten dan artikel, minimal kamu harus menyediakan stok artikel selama 3 bulan ke depan. Jadi tidak terlalu ngos-ngos an mencari ide konten, mebuat draft, editing hingga menayangkan artikel.

Salah niche

Sedari awal ngeblog, seharusnya yang menjadi perhatian para blogger pemula adalah niche apa yang akan mereka pakai untuk konten blog.

Ada banyak niche seperti lifestyle, keuangan, kecantikan, makanan, fotography dll. Tapi tidak semua niche bisa di jadikan 1 dalam satu blog.

Ambil dan pilih niche yang paling kamu minati dan kamu bisa bebas menulis hal-hal tentang minat kamu tersebut.

Semakin sempit niche blog kamu, blog akan semakin unik dan pastinya lebih di sukai oleh Google.

Kalau terlanjur salah niche bagaimana ? Tidak ada kata terlambat, banting setir selama masih ada kesempatan.

Contohnya, blog saya ini. Dulu saya tidak ada planning sama sekali tentang niche atau konten untuk blog saya ini. Pokoknya kepikiran ada ide, tulis.

Hampir semua artikel dari niche parenting, keuangan, kecantikan, makanan campur jadi satu. Ehhh,,itu dulu ya.

Semakin kesini, saya semakin tahu tujuan dan misi blog ini. Salah satu misi saya lewat blog ini adalah membantu kalian yang mempunyai keingingan untuk  menjadi freelancer dan bekerja dari rumah. Selain itu, saya juga ingin membagi pengetahuan di dunia blogging.

Jadi, dari sekian banyak konten, pelan-pelan saya masukkan ke draft, ada yang saya hapus. Lalu tulis artikel yang lebih berbobot dan bermanfaat serta sesuai misi.

Lelah ? Pasti!

Makanya jangan sampai salah pilih niche sedari awal.

Artikel menarik : 10 Plugin SEO WordPress

Tidak punya konten planning

Mengapa konten planning begitu penting? Karena kalian tidak akan kehabisan ide untuk menulis.

Normalnya, kalian harus mempunyai planning konten untuk 12 minggu atau 3 bulan ke depan.

Kalau tidak ada planning konten, tentunya blog juga jarang update kan?

Kalian bisa subscribe untuk mendapatkan free planner, checklist dan free resource images. Subscribe via form di bawah ya..

Publish suka suka

Nah, karena tidak ada planning konten, jadinya publish artikel-nya suka-suka.

2 hari artikel tayang terus, sebulan gak ada artikel tayang 🙂

Kalau memang ingin ngeblog beneran, kita harus merencanakan semua dengan cermat ya.

Kalau publish artikelnya suka-suka, nanti pengunjung blog kalian juga akan suka-suka datangnya.

Konten kurang bermanfaat

Bagaimana sih ciri konten yang bermanfaat ?

Salah satu cirinya adalah memberikan solusi atau pemecahan masalah bagi para pembaca blog.

Contohnya, mungkin ada seseorang atau da orang yang bingung bagaimana cara memakai aplikasi Canva.

Orang tersebut mengetik kata kunci d Google dan boommm……artikelmu di temukan.

Ternyata kamu pernah menulis artikel tentang hal tersebut. Artinya, kamu memberikan solusi untuk 1 orang atau bahkan lebih, kita gak tahu.

Kalau isinya curhatan pribadi? emmm entah ya, mungkin ada juga pembaca yang suka artikel melow-melow gitu tapi gak banyak sih menurut saya.

Karena setiap orang yang mengetikkan jarinya di google, pasti membutuhkan solusi atas problem/masalah yang dia hadapi.

Jadi, sebisa mungkin, tulis artikel atau konten yang bermanfaat buat orang lain.

Tidak bergabung dengan komunitas

Banyak sekali komunitas blogger kalau kalian searching di Facebook. Menjadi anggota komunitas mempunyai banyak manfaat loh.

Kamu bisa saling blogwalking, menerima job order bahkan sering ada event-event yang di gelar oleh komunitas blogger.

Beberapa komunitas blogger besar adalah : Kumpulan Emak2 Blogger, Blogger Crony, Blogger Indonesia, Indonesia Lifestyle Blogger dll.

Tidak menggarap social media

Social media bisa menjadi support buat blog barumu.

Caranya?

Posting konten secara berkala (Instagram, Facebook). Konten bisa berupa OOTD, quote, update artikel terbaru, tips & trik, giveaway dll.

Ppastikan branding warna unuk blog dan social media senada ya, supaya orang-orang bisa mengenal kontenmu dengan cepat.

Jangn lupa juga untuk pinning di Pinterest. Kalau kamu mau tahu, Pinterest bisa meningkatkan trafik blog pengunjungmu loh.

 

Nah, itu dia kesalahan-kesalahan yang wajib di hindari, supaya blogmu cepat naik daun dan femes ^^

Buat kalian yang mau free template planner blog gratis, bisa subscribe di bawah ini ya …Gratis.

Follow:
Share Me!

12 Comments

  1. Maret 10, 2019 / 5:16 pm

    Iya nih saya isinya juga campur2. Beberapa tulisan tentang rumah tangga, beberapa tulisan tentang opini dari topik hangat saat ini, sisanya bisa tentang jalan2 mistis dsb. Yang tetap saya pertahankan adalah kalau bisa gambar asli. Kalaupun iya terpaksa pakai dari penyedia foto seperti shutterstock.

    • indriariadna
      Penulis
      Maret 10, 2019 / 5:23 pm

      Wah gambar asli berarti ambil foto sendiri ya Mba? Gak repot kah?

  2. Maret 10, 2019 / 6:33 pm

    Iya nih saya juga ketelatan ngurusin twitter,,, dan hampir semua kesalahan itu pernah saya lakukan wkwkwk…
    Alhamdulillah skr pelan2 belajar benerin krn sdh kenal komunitas dan banyak ilmu yg saya dpt dr blogwalking

    • indriariadna
      Penulis
      Maret 10, 2019 / 6:35 pm

      wkwkwk kalo saya malah gak pernah ngurusin Twitter mbak, paling IG + FB + Pinterest

  3. Maret 10, 2019 / 8:36 pm

    Mba makasih ulasannya mantul banged. Hehe ngena gitu …Salam kenal saya blogger pemula. Niatnya niche kuliner dan wisata mba. Tapi sekarang masih campur-campur. Siap benahi pelan-pelan…

    • indriariadna
      Penulis
      Maret 10, 2019 / 11:44 pm

      Betul mbak benahi pelan-pelan, sebelum artikel terlanjur banyak. Pegel banget kalo harus benahi satu-satu ^^

  4. Maret 11, 2019 / 4:15 am

    Waah tersentil banget, aku sendiri blm punya planning soal update artikel masih suka-suka nulisnya dan kolom subscribe pun gak ada, belom ada deh tepatnya, cuss bikin… Trims sharingnya mba.

    • indriariadna
      Penulis
      Maret 11, 2019 / 10:38 am

      sama-sama Dwi 🙂

      • Maret 11, 2019 / 11:08 pm

        pinterest ini aku blm prnh coba samaeekali :D. jd penasaran sih.slama ini utk promote artikel blog kan cm lwt IG dan FB ato dr komunitas. skr ini sih, aku lg biasain utk rutin update mba. agak susah sjk aku megang branch sendiri. jd wkt lbh banyak ke kantor drpd blog :(. Berusaha nemuin time management yg lbh bgs nih

        • indriariadna
          Penulis
          Maret 11, 2019 / 11:18 pm

          Perlu di coba mbak Fanny karena untuk food/kuliner di Pinterest ini banyak banget pinnya. Hire asisten khusus untuk editorial mbak ^^

  5. Maret 13, 2019 / 10:30 am

    Bener banget saya hampir semuanya pernah melakukan kesebelas kesalahan diatas tapi menurut saya wajarlah yah karena masih pemula apalagi waktu itu saya tinggal di daerah yang jauh dari kota dan sampai saat ini masih disini dan tidak punya komunitas blog dan satu2nya cara adalah bergabung dengan komunitas blog dunia maya. terlebih blogger dikota saya cuma ada 3 ditambah saya. kami berteman semua jadi semangat nulisnya masih naik turun ditambah kalo denger kata monez pasti langsung semangat ngbelog. artikel mbak indri jadi kayak pengingat kembali sebenarnya kamu mau jadi blogger seperti apa sih kalo masih kalo masih terus melakukan kesalahan – kesalan itu?
    thanks mbak udah berbagi tulisan yang sangat menginspirasi.

    • indriariadna
      Penulis
      Maret 13, 2019 / 10:59 am

      Makasih sudah berkunjung mbak Julian, omong-omong tinggal di kota mana nih?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube

YouTube widget in section "Footer Full Width": Setup not complete. Please check the widget options.