Kerja Freelance Itu Apa Sih ? Simak Dulu Artikel Tentang Freelancer Ini

kerja freelancer adalah, www.indriariadna.com
freelancer stories : kerja freelance

Sebagian orang memandang pekerjaan sebagai freelancer adalah pekerjaan yang mudah dan menyenangkan. Apakah teman-teman juga berpikir demikian ?

Memang sih, bekerja sebagai freelancer adalah salah satu cara untuk bisa
bekerja dari rumah dan tidak terikat tempat. Bebas menentukan kepada siapa kita
akan bekerja.

Freelancer merujuk kepada
seseorang yang menawarkan sejumlah jasa untuk mendapatkan komisi.

Tentunya sangat berbeda apabila di bandingkan dengan menjadi karyawan.
Menjadi seorang karyawan, mau tidak mau dan harus mau terikat dengan satu
pekerjaan di satu tempat dan dengan satu atasan atau bos yang tetap. Kalau
ingin bekerja dengan bos yang lain ya harus resign dari pekerjaan yang lama.

Menjadi karyawan atau menjadi freelancer adalah pilihan yang bisa kita pilih.

Tentunya setelah mempertimbangkan hal-hal di bawah ini :

  • Skill atau kemampuan

Saat kita memutuskan untuk menjadi pekerja lepas atau freelancer, kita harus melihat
dulu apakah ada kemampuan atau keahlian yang bisa di tawarkan kepada klien.

Misalnya
: kemampuan untuk membuat web design, illustrator, menulis artikel, pandai
berbahasa asing, kemampuan akuntansi dan lain sebagainya.

Karena
yang akan kita jual adalah kemampuan ini. Akan menjadi hal yang menggelikan
apabila kita ingin bekerja freelance tetapi tidak mempunyai kemampuan yang bisa
di jual. Tidak akan bisa menghasilkan apapun. Percayalah.

  • Tanggung jawab

Sebagai
freelancer, kita bisa menerima beberapa pekerjaan sekaligus dalam satu waktu.
Penting bagi seorang freelancer untuk bisa menyelesaikan pekerjaan atau job
yang di terimanya tepat waktu, sesuai deadline yang di sepakati.

Jangan hanya
mengejar berbagai macam job tetapi tidak mampu untuk menyelesaikannya. Itu
hanya akan memberikan nilai buruk dari klien bisa sangat merugikan kredibilitas
atau citra kamu sebagai freelancer.

  • Waktu fleksibel

Salah
satu keuntungan bekerja sebagai freelancer adalah kita mempunyai waktu yang
sangat fleksibel, tidak terpatok harus bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 5
sore seperti karyawan. Tentu saja ini akan sangat menguntungkan, terutama bagi ibu rumah tangga.

Baca juga : Cerita Seorang Freelancer

  • Tidak terikat kontrak jangka panjang

Satu keuntungan
lagi apabila kita memutuskan untuk menjadi seorang freelancer, kita  tidak akan terikat kontrak suatu pekerjaan
untuk jangka panjang.

Biasanya, job
seorang freelancer adalah mengerjakan satu proyek, selesai, mengerjakan proyek
yang lain lagi, selesai dan begitu seterusnya. Jangka waktu pekerjaan seorang
freelancer adalah deadline setiap proyeknya.

Di saat seorang
freelancer sudah mempunyai keahlian yang semakin berkembang dan referensi yang
baik, dia mempunyai hak penuh untuk memilih proyek yang lebih baik yang akan di
kerjakan serta bisa memilih klien yang berkualitas.

  • Freelancer adalah Service

Sebagai
seorang freelancer, selain harus mempunyai keahlian yang cukup, kita juga harus
mempunyai attitude dan karakter yang baik. Mengapa ? Karena freelancer menjual
jasa, dalam kata lain, kita menjual diri kita sendiri {awassss,,,, jangan berpikir yang
bukan-bukan} untuk medapatkan penghasilan.

Seorang
klien akan sangat senang apabila bekerja sama dengan seorang freelancer yang
bukan hanya cakap tetapi juga mengetahui dengan tepat apa yang di inginkan
klien untuk proyek tersebut, juga seorang freelancer yang mengutamakan service
dan tidak hanya melihat besarnya komisi yang akan dia dapatkan.

Baca juga : 10 Ide Bisnis Untuk Ibu Rumah Tangga

  • Cakap mengatur keuangan pribadi

Pendapatan
atau komisi yang kita dapatkan saat bekerja sebagai freelancer tidaklah sama
dengan gaji yang di terima seorang karyawan setiap bulan.

Mungkin
ada saat bulan ini kita memiliki jadual yang penuh job tetapi bulan selanjutnya
hanya akan mengerjakan satu atau dua job saja.

Sadari
bahwa hal ini adalah normal. Memang sih inginnya setiap bulan full dengan job
tetapi sebagai freelancer kita tidak bisa memastikan hal tersebut kecuali kita adalah seorang freelancer profesional dan sangat terkenal.

www.indriariadna.com
ilustrasi freelancer, www.indriariadna.com

Baca juga : Only Saving is Not Enough

**

Memilih
untuk bekerja sebagai freelancer bisa menjadi salah satu opsi terutama untuk kita para ibu rumah tangga dan juga adik-adik yang baru lulus kuliah dan masih setia menunggu panggilan untuk wawancara
kerja.

Sementara
menunggu, bisa dong menggunakan waktu untuk mendapatkan uang sebagai
freelancer. Asalkan ada kemampuan dan keahlian yang bisa di tawarkan ya..

Hal yang paling sulit bagi seorang fresh graduate adalah mendapatkan
pekerjaan pertamanya. Mengapa ? Karena perusahaan akan lebih memilih calon
karyawan yang sudah memiliki pengalaman kerja sebelumnya.

**

Apa boleh saya sharing sedikit pengalaman saya dulu ? Boleh ya? Oke..

Seperti cara berpikir para mahasiswa umumnya pada jaman saya kuliah,
mendapatkan pekerjaan adalah cita-cita tertinggi setelah lulus kuliah dan di
wisuda. Tak terkecuali saya.

sumber : freepik

Tak terhitung berapa banyak kertas folio yang menjadi korban coretan tangan
saya, amplop, koran lokal dan perangko yang saya beli hanya untuk mengejar dan
mendapatkan  satu pekerjaan.

Surat lamaran dan CV semua saya tulis manual memakai tangan sampai jari
tangan saya keriting dan menjerit kesakitan.

Lidah saya kaku karena saya melakukan ilmu pelet saat menempelkan perangko
{jangan di tiru, adegan berbahaya}.

Hebatnya, dari semua lowongan yang ada dan saya kirmkan lamaran, tidak ada
satu pun yang memanggil saya untuk wawancara.

Pada akhirnya saya mendapatkan pekerjaan pertama saya berkat Ibu saya, di
sebuah pabrik mebel di salah satu sudut kota Jepara, saya bekerja untuk pertama
kalinya dengan gaji Rp. 110. 000 per bulan, sekitar tahun 2000-an.

 **

Pertama kali saya mencoba untuk bekerja sebagai freelancer full time adalah
saat saya menerima ajakan seorang teman baik untuk bekerja sama di sebuah
perusahaan furniture yang sedang bertumbuh dan berorientasi ekspor. Itu sekitar
13 tahun yang lalu.

Sebagai seorang freelancer, saya tidak menerima gaji, tidak ada uang
transport dan hanya di sediakan fasilitas lengkap untuk bekerja serta makan
siang.

Di sinilah tantangan sebenarnya kalau kita ingin bekerja sebagai
freelancer. Harus ulet dan berdaya juang tinggi. Yang masih menyek-menyek dan
suka galau……minggir dulu lah..

Pendapatan atau komisi akan saya dapatkan apabila saya closing order dan di
hitung senilai 3% dari jumlah order per invoice. Itulah mengapa saya bertahan
sebagai freelancer selama hampir 7 tahun di perusahaan ini.

Lain lagi apabila kita ingin bekerja sebagai freelancer melalui sebuah
marketplace atau melalui agensi.

Mekanismenya berbeda karena sebagai freelancer kita di haruskan nge-bid
atau melewati sebuah sistem lelang terbuka maupun tertutup sebelum terpilih
oleh klien.

Sesuaikan harga proyek yang akan kita bid dengan kemampuan dan keahlian ya
, jangan grasak grusuk semua proyek di ambil.

Yang perlu kita ketahui selanjutnya adalah, akan ada kontradiksi terutama
dalam hal rate card atau komisi karena perbedaan cara pandang
antara freelancer dan klien.

Klien akan menawarkan harga yang di
anggapnya
pantas untuk sebuah proyek dan di sisi lain, harga yang di
tawarkan klien tersebut bisa di anggap terlalu rendah dalam pandangan seorang
freelancer.

Tetapi, apabila kita baru mencoba pertama kali untuk bekerja sebagai
freelancer, jangan pasang harga atau rate yang terlalu tinggi karena nantinya
malah akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan proyek.

Kompetisi di dalam dunia freelancer semakin ketat, sehingga sebagai
freelancer pemula kita diharuskan untuk menambah dan memperkuat keahlian jika ingin
eksis bekerja dan berhasil sebagai freelancer.

Ada standart rate card untuk freelancer sesuai dengan keahlian yang di
miliki. Rate untuk seorang penulis freelance tentu saja berbeda dengan rate
card untuk proyek web design.

Jangan pernah menawarkan jasa untuk suatu proyek yang tidak akan bisa kita kerjakan dengan baik hanya karena komisi atau pendapatan yang besar. Karena
hasilnya hanya akan mengecewakan klien dan terutama diri kita sendiri. Mau di
omeli klien ? Kalau saya sih enggak.

Nah, bagaimana ? Sekarang sudah ada gambaran kan tentang  kerja
freelance
dan bagaimana bekerja sebagai seorang freelancer kan ?

Tertarik ? Siapkan dulu kemampuan dan keahlian ya..

Salam freelance….!

Follow:
Share Me!

4 Comments

  1. Hanifa
    September 29, 2016 / 4:58 am

    Jadi freelancer memang tantangannya lumayan banyak dan harus lebih disiplin ya Mbak. Semoga makin lancar kerjaan freelance-nya 😀

    • Indri ariadna
      September 29, 2016 / 5:00 am

      Hai Mb Hanifa, betul tuh Mb karena kita kan bekerja sendiri. Makasih ya sudah berkunjung :))

  2. Helena
    Oktober 13, 2016 / 3:45 pm

    Bener, harus cakap atur keuangan karena menunggu invoice cair itu kadang suka di-PHP. Btw lumayan lah artikelnya bisa buat isi blog dan meningkatkan traffic daripada cuma dapat ceban

    • Indri ariadna
      Oktober 14, 2016 / 9:52 am

      iya ini ada juga yang masih nyantol belum kebayar nih (curcol) ^^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube

YouTube widget in section "Footer Full Width": Setup not complete. Please check the widget options.