Siap Dana Sekolah Anak dan Siap Dana Pensiun

cara berinvestasi untuk sekolah anak
ilustrasi lulus wisuda


Seperti kupu-kupu, bermetaforfosis dari ulat sampai dengan
menjadi kupu-kupu yang indah
, saya berpikir manusia pun sama.

Secara umum kita memulai kehidupan sebagai
seorang
pria atau wanita single,
menikah dan kemudian mempunyai keturunan.

Setiap kebutuhan dalam setiap fase yang
kita lalui pun berbeda. Seperti saat
kita masih single tentunya
kebutuhan kita akan berbeda saat kita sudah menikah. Saat kita masih single
mungkin kita belum terlalu memikirkan untuk mempunyai rumah
atau
aset properti karena kita masih tinggal dengan orang tua.

Baca juga : Kerja Freelance Itu Apa Sih ?

Saat mempunyai rencana untuk menikah
biasanya kita baru memikirkan tentang tabungan atau berapa besar budget untuk menikah,
mengambil k
pr rumah, menghitung berapa angsuran mobil, mengambil asuransi kesehatan, asuransi jiwa dan lain sebagainya.

Demikian pun saat kita sudah memiliki
anak, kebutuhan primer dan sekunder kita akan semakin berkembang.
Tidak hanya
terbatas pada memiliki tempat tinggal tetapi sudah harus memikirkan rencana
untuk jangka panjang yang meliputi bagaimana nanti memenuhi kebutuhan hari tua kita, anak-anak kita butuh biaya pendidikan berapa, rencana naik haji, rencana liburan tahunan, mengembangkan aset dll.

Jangan sampai di saat kita sudah pensiun kita tidak mempunyai dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan jangan sampai membebani anak cucu kita kelak.

Mengapa kita perlu memikirkan rencana jangka panjang dalam hidup kita dan apakah manfaat dari rencana keuangan kita ?

 Pentingnya perencanaan keuangan :

Memberikan rasa optimis mengenai masa
depan Anda, terutama pada saat pensiun.
Mendorong Anda untuk menabung dan
berinvestasi untuk sesuatu yang penting di masa yang akan datang.
 
Memberikan rasa aman terhadap keuangan
keluarga Anda jika Anda jatuh sakit atau tidak dapat bekerja lagi.

Sumber : reksadana.danareksaonline.com

Yang
mana rencana dan tujuan tersebut sangat subyektif sifatnya tergantung kepada
tiap kebutuhan keluarga masing-masing. Kebutuhan keluarga saya pasti saja
berbeda dengan rencana dan tujuan keluarga anda.

Bagi
saya pribadi, hal yang penting untuk dapat kami lakukan 5 tahun yang akan
datang
adalah mampu membayar uang kuliah anak kami. Tentu saja dengan harapan
bahwa 5 tahun yang akan datang kami tidak akan mempunyai kekhawatiran akan
mengalami kekurangan dana untuk uang pangkal kuliah dan kelengkapannya.

Baca juga : Tips Investasi ala Ibu Rumah Tangga

Sedangkan
untuk 10 atau 15 tahun yang akan datang, kami sudah harus berhitung mulai sekarang tentang
dana pensiun/hari tua mengingat umur kami yang sebentar
lagi menginjak usia 40 tahun.

Lalu bagaimana
caranya mengetahui berapa dana yang saya butuhkan 5 tahun ke depan untuk biaya
kuliah dan 10 tahun ke depan untuk biaya pensiun? Tentu saja saya harus
berhitung….

Jadi hal-hal yang harus kami pikirkan
adalah :

Tujuan
jangka pendek 5 tahun ke depan : kuliah anak

  • Bagaimana cara menghitungnya ?
  • Berapa biaya yang kami butuhkan untuk biaya kuliah 5 tahun ke depan ?
  • Berapa dana yang harus kami investasikan per bulan untuk tujuan ini ?
  • Selain tabungan dan deposito, apakah ada instrument investasi lain yang memberikan imbal hasil lebih besar dan sesuai dengan tujuan kami ?

Tujuan
jangka panjang 10 tahun ke depan : dana pensiun/hari tua

  • Bagaimana cara menghitung biaya pengeluaran
    bulanan kami untuk 10 tahun ke depan ?
  • Berapa biaya yang kami butuhkan untuk membiayai
    hidup kami dengan layak setelah kami pensiun?
  • Berapa dana yang harus kami investasikan per
    bulan untuk tujuan ini ?
  • Selain tabungan dan deposito, apakah ada
    instrument investasi lain yang dapat memberikan imbal hasil lebih besar ?

Saya
akan merincinya satu persatu :

Kuliah anak

Bagaimana cara
menghitung biaya kuliah 5 tahun yang akan datang dan berapa biaya yang kami butuhkan untuk biaya kuliah 5 tahun ke depan ?

Saya mencari di internet untuk
mencari informasi tentang berapa kira-kira biaya kuliah untuk tahun sekarang 2016/2017.
Dari situs http://www.biayakuliah.web.id/

Saya mendapat informasi tentang
biaya kuliah dari beberapa PTN maupun PTS di Indonesia.

Sebagai ilustrasi saya menggunakan
penghitungan berdasarkan uang pangkal 2016/2017 yaitu sebesar Rp.25 juta untuk
jenjang S1. Biaya uang pangkal ini di luar biaya BOP [biaya operasional
pendidikan] , DKFM [ dana kesejahteraan dan fasilitas mahasiswa] dan DPP [dana
pelengkap pendidikan]. Untuk lebih mudah membandingkan maka saya menggunakan
uang pangkal saja yaitu sebesar Rp. 25 juta.

Dan hasilnya di bawah ini :

ilustrasi perhitungan dana sekolah anak
sumber : website Allianz, kalkulator finansial

Dengan
asumsi uang pangkal kuliah tahun 2016/2017 adalah Rp. 25 juta rupiah, tingkat
inflasi per tahun 12% dan saya mempunyai waktu 5 tahun saja karena anak saya
sudah kelas 8 SMP, maka 5 tahun yang akan datang saya harus menyiapkan dana
sebesar kurang lebih Rp. 44 juta untuk uang pangkal kuliah.

hasil jumlah dana sekolah anak
sumber : website Allianz, kalkulator finansial

Untuk
lebih mudah dalam penghitungan, silahkan menggunakan kalkulator finansial yang
bisa anda temukan dengan mudah di internet.

Berapa
dana yang harus kami investasikan per bulan untuk tujuan ini ?

Dari hasil perhitungan kalkulator finansial
di atas, dengan jangka waktu 5 tahun dan ekspektasi imbal hasil 12% per tahun
dengan dana investasi per bulan 500.000 rupiah. Maka 5 tahun lagi kami akan
mendapatkan dana kurang lebih Rp. 42 jutaan.

Secara target memang masih kurang  2 – 5 juta tapi tidak apa-apa asalkan  sudah mendekati target.

Untuk dana pendidikan anak, kami
memilih instrument investasi reksadana sejak 2 tahun yang lalu.

investasi untuk dana pendidikan anak
sumber : dokumen pribadi

Mengapa kami memilih berinvestasi
di reksadana? Karena sebelumnya kami sudah menghitung dan membandingkan kekurangan
dan kelebihan beberapa investasi di bawah ini :

Tabungan
dan atau deposito

Berdasarkan perhitungan,  imbal hasil yang kami terima nantinya akan
terlalu kecil dan akan habis tergerus inflasi tiap tahun. Ambil contoh deposito
yang memberikan imbal hasil rata-rata 5% sedangkan inflasi tiap tahun rata-rata
12%.  Uang kita tidak akan bertambah
tetapi modal dan hasil kita malah akan habis tergerus inflasi. Tentunya kita
tidak mau berinvestasi tetapi kok malah rugi pada akhirnya.

Logam
Mulia

Tolong di ingat bahwa logam mulia
tidak sama dengan emas perhiasan. Mengapa ?

Karena kadar kemurnian logam mulia yang
99.99% di bandingkan dengan emas perhiasan yang berkisar 18% – 22% saja

Logam mulia tidak di kenakan biaya pembuatan
sedangkan emas perhiasan ada biaya yang harus di kenakan apabika kita membeli
atau menjual kembali

Logam
mulia memang bagus untuk investasi jangka panjang tetapi tidak efisien karena
kita membutuhkan tempat yang aman untuk menyimpannya. Kita tidak mungkin menyimpannya
di bawah tempat tidur  kan?

Tanah
atau asset properti

Memiliki nilai imbal hasil yang
tinggi untuk jangka panjang tetapi tidak likuid yang artinya tidak setiap saat
kita bisa menjual dan mendapatkan kembali hasil investasinya [uang]. Butuh
waktu beberapa lama untuk menjual asset yang berbentuk tanah atau rumah.


Reksadana

Pengertian
Reksadana
adalah alternative berinvestasi di instrument pasar
modal [seperti saham, obligasi, pasar uang] dengan cara yang lebih mudah dan
terjangkau. Kita [investor] tidak perlu bingung untuk memilih, memantau dan
menjalankan aktivitas investasi karena ada manajer investasi yang akan
melakukannya untuk kita.
 [di kutip dari
website: www.klikmami.com
]  

Kalau anda berpikir berinvestasi di
reksadana adalah mahal maka anda salah besar. Bagi para investor pemula, banyak
reksadana yang bisa di beli hanya dengan harga Rp. 100.000 saja per unit nya.
Sangat murah bukan? Bahkan lebih murah daripada biaya ngopi ke kafe setiap bulan.

Mengutip dari laman  reksadana.danareksaonline.com
erikut
ini ilustrasi tujuan keuangan dan sarana investasi yang tepat untuk
mencapainya.

sarana investasi untuk dana pendidikan anak
sumber : reksadana.danareksaonline.com

Dari ilustrasi di atas, jelas bahwa
deposito dan tabungan kurang tepat untuk menjadi sarana investasi untuk dana
pendidikan anak ataupun dana pensiun.

Deposito dan tabungan lebih cocok
untuk menjadi sarana kebutuhan dana yang bersifat mendadak semisal dana untuk kebutuhan hidup 3 – 6 bulan saat kita terkena PHK dan belum mendapat pekerjaan yang baru.

Properti, saham dan reksadana
menjadi pilihan yang tepat sebagai sarana investasi khususnya untuk pendidikan
anak dan dana pensiun.

Yang
tidak kalah penting, s
alah
satu mantra dalam investasi adalah
semakin lama jangka waktu dan semakin muda usia kita memulai investasi maka
akan semakin terjangkau
[murah] dana yang harus kita sisihkan per bulan atau per tahunnya.

Baca juga : 10 Ide Bisnis Untuk Ibu Rumah Tangga

Dan mantra yang kedua adalah :

“Apapun pilihan anda, jangan pernah menempatkan semua telur dalam satu
keranjang. Artinya, jangan menempatkan semua portofolio anda dalam satu jenis
saja tetapi harus di diversifikasi sehingga dapat meminimalkan resiko yang
mungkin timbul.

rumah-yube.blogspot.co.id
sumber : clipart.com

Dana Pensiun

Saya membuat tabel perhitungan untuk menghitung berapa
dana yang harus kami sisihkan tiap bulan apabila kami ingin menghasilkan dana 1
Milyar [Rp. 1.000.000.000] dalam jangka waktu 10 tahun yang akan datang. Hasilnya di
bawah ini :

ilustrasi perhitungan dana pensiun
sumber : dokumen pribadi

 Dengan
asumsi imbal hasil atau bunga rata-rata 15% per tahun maka kami harus
menyisihkan dana Rp. 4 jutaan per bulan selama 10 tahun.

ilustrasi dana yang di butuhkan saat pensiun
sumber : dokumen pribadi

Tabel
ini mengatakan pada saya bahwa apabila saya hanya mampu menyisihkan dana Rp. 1
juta per bulan maka saya butuh waktu lebih lama yaitu 18 tahun untuk mencapai
target 1 Milyar seperti yang saya rencanakan.

Hikmah dari perbandingan
2 tabel tersebut di atas adalah s
emakin pendek jangka waktu yang kita punyai maka kita harus
menyisihkan dana yang semakin besar per bulan atau per tahunnya.
Dalam hal ini saya setuju bahwa waktu adalah uang.
Maka dari itu, berinvestasilah mulai
sekarang.

investasi logam mulia
sumber : qiesta.net

Khusus
untuk persiapan dana pensiun, kami membuka rekening investasi reksadana berbasis syariah.

reksadana syariah
sumber : dokumen pribadi

Menurut bareksa.com produk keuangan syariah
sektoral amanah ini cenderung bagus pergerakannya dan stabil dari awal tahun 2015 – awal 2016.

analisa reksadana mssa menurut bareksa
sumber : bareksa.com

Tentu saja kami merasa bahwa kami tidak salah pilih
berinvestasi di reksadana syariah ini karena ternyata performa dan imbal
hasilnya stabil dan menguntungkan.

Mengapa saya mantap memilih reksadana syariah? Karena :

Investasi reksadana syariah hanya bisa di
lakukan pada instrumen keuangan  yang
berbasis syariah yaitu :

1. Efek pasar modal syariah misalnya obligasi syariah
dan saham-saham yang termuat dalam Daftar Efek Syariah yang di tetapkan oleh
Otoritas Jasa Keuangan.
2. Instrumen pasar uang syariah misalnya sertifikat
investasi mudhabarah antar bank
Sumber : blogduitpintar.com

Walaupun pasti ada resiko yang mungkin timbul seperti
berkurangnya nilai NAB tetapi itu adalah hal yang wajar.

Baca juga : Only Saving Is Not Enough

Kami percaya bahwa investasi syariah bisa membantu
kami mewujudkan cita-cita dan harapan kami 10 tahun yang akan datang.

Bagaimana dengan anda ? Apa yang akan anda lakukan 10 tahun lagi ?

Silahkan untuk di bagikan atau share sekiranya artikel
ini bermanfaat.

Artikel ini di ikutkan lomba Aku Cinta Keuangan Syariah yang di selenggarakan oleh DPMS OJK dengan tema “Wujudkan Impianmu,
#10tahun lagi !“

rumah-yube.blogspot.co.id
sumber : website ACKS

Follow:
Share Me!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube

YouTube widget in section "Footer Full Width": Setup not complete. Please check the widget options.