Kapok Belanja di Shopee Pakai Cicilan Kartu Kredit


Salah satu hal yang menyenangkan berbelanja via aplikasi Shopee adalah kita dapat free ongkir alias gratis ongkos kirim. Biasanya sih subsidi ongkir berkisar antara 30 ribu - 33 ribu per kilo pengiriman dari jawa ke tempat saya di kalimantan. Mayan banget kan ??



Update sekarang, subsidi ongkir Shopee mulai bulan Maret adalah 20.000 per kg, tidak free ongkir lagi.

Karena adanya iming-iming free ongkir ini, sudah sejak tahun lalu kami (baca : saya)  mulai banyak belanja via Shopee mulai dari buku, bedak, skincare, baju, sepatu dll. Semua order tersebut selalu saya bayar cash via bank transfer. Dan selama ini gak ada masalah sama sekali. Setelah tahu berapa total yang harus di bayar, lalu buka internet banking, bayar, nunggu order di kirim.

Bulan Februari kemarin ini, saya belanja lagi di Shopee dengan nominal yang lumayan gede buat saya, 850 ribu rupiah, pembelian produk Bodytalk atau Biotalk. Karena pingin hemat, saya memang rencana gak bayar cash tapi bayar pakai cicilan kartu kredit. Ada kok pilihannya saat kita check out.

Saat kita check out, tersedia pilihan pembayaran menggunakan kartu kredit, kartu debit maupun bank transfer. Bayar via Indomart juga bisa. Kalau di hitung-hitung, karena saya akan cicil selama 6 bulan, per bulannya hanya kena 144 ribu-an saja. Wahhh emak hemat nih pikir saya.

Selain di Shopee, saya juga suka berbelanja di Bhinneka, terutama untuk produk elektronik macam laptop dan smartphone. Pakai cicilan kartu kredit juga, 12 kali cicilan bunga 0% di Bhinneka. Produk yang pernah saya beli via Bhinneka adalah laptop HP dan smartphone Motorolla G5 bulan Februari kemarin.

Di Bhinneka, selain pembayaran tunai/cash, memang menyediakan pembayaran menggunakan kartu kredit dan cicilan 12 x dan juga bunga 0% yang amat sangat membantu. Begitu kita check out, pilih mau bayar pakai kartu kredit apa, cicilan berapa, nanti otomatis invoice dan tagihan kartu kredit akan menyesuaikan dengan tenor yang kita pilih. So simple.

Dua kali belanja dengan nominal besar dan memakai kartu kredit di Bhinneka sama sekali tidak ada masalah dan kendala. Tagihan kartu kredit juga benar-benar 0% selama tenor. Tracking bisa di cek via akun Bhinneka atau kita bisa SMS service centre yang langsung membalas SMS kita dalam hitungan menit dengan informasi up to date. Via email juga reply-nya cepat. Packaging juga safety banget.

Back to Shopee, pembelian produk Biotalk yang sejumlah 850 ribu menggunakan cicilan kartu kredit. Pertama menggunakan kartu kredit suami, kartu kredit Mandiri, error 2 kali. Kemudian saya coba pakai kartu kredit CIMB Niaga atas nama saya, bisa. Saya pilih tenor 6 bulan bunga 0%. Hati riang, bisa hemat dan bisa mencoba produk skincare baru. Naifnya...

3 hari kemudian produk yang saya beli sudah sampai di tangan.


Pikir saya, ahhh masih bisa nyimpen uang untuk tagihan kartu kredit bulan depan.

Bulan Maret, tiba waktunya saya menerima email tagihan kartu kredit saya. Dan pastinya sejumlah uang cicilan pertama juga sudah siap untuk di bayarkan.

Apa yang terjadi ???? Jeng----jeng------

Di bawah ini rincian tagihan kartu kredit yang saya terima.


Ternyata, saya di tagih full amount di kartu kredit saya. Harusnya saya membayar cicilan pertama sejumlah 114 ribuan, ini di tagihkan semua 850 Ribu. Gila....

Karena waktu checkout di Shopee saya benar-benar memilih pembayaran dengan cicilan 0% tenor 6 bulan, saya jadi gimana gitu. Kok di tagihnya semua, kok enggak kayak Bhinneka yang tagihannya langsung ke cicilan pertama.

Saya telpon ke CS CIMB Niaga untuk menanyakan kejelasan tentang tagihan kartu kredit saya ini. Terutama tagihan dari Shopee. Oleh mbak CS, karena dari pihak Shopee menagihkan full amount jadi pihak Cimb juga menagih full amount ke saya. Yaaa, memang bukan salah bank-nya sih kalau kayak gini. Yang koclok dan geblek kuadrat ya si Shopee-nya.

Belum putus asa, saya mencoba menelpon hotline Shopee yang ternyata harus memasukkan nomer ini itu dan gak nyambung ke orang CS-nya satupun. Kemudian saya kirim email ke Shopee minta penjelasan juga saya lampirkan tagihan kartu kredit saya.





Tidak tunggu waktu lama, salah seorang cs shopee kemudian membalas email saya.



CS Herman bilang, saya harus menunggu 14 hari untuk follow up. Tapi....jatuh tempo tagihan saya ada di tanggal 10 Maret 2018, gak bakalan bisa nunggu 14 hari. Saya langsung balas email si Herman ini.

Kemudian cs yang lain lagi (foto) dan yang lain lagi (foto) dengan jawaban template yang sama dan sama sekali tidak ada solusi atas keluhan saya.



Si Herman enggak nongol lagi, entah kenapa.

Di era canggih internet seperti sekarang ini, memang aplikasi Zendesk yang Shopee gunakan akan membantu sekali. Tapi tidak akan membantu para konsumen-nya karena semua cs-nya keroyokan mengirim email dengan jawaban/template yang sama. Alih-alih menyelesaikan masalah, mereka berlomba-lomba mengirim reply email ke konsumen yang gak ada gunanya sama sekali. Tidak membantu keluhan sama sekali.

Ada 1 atau 2 cs, yang “agak” membantu dengan menanyakan nomor kartu kredit serta tagihan kartu kredit saya. Tapi akhirnya melempem juga gak ada hasil. 

Ada juga CS Shopee yang menyarankan membayar sebesar cicilan (114.000) dan tidak perlu membayar full amount. Saat saya balas, kalau saya kena bunga kartu kredit, situ mau bayarin ??
Gak ada yang nongol lagi. Payah.....

Saya sih sebenarnya bisa-bisa aja, mampu bayar itu invoice 850 ribu cash/tunai. Tapi kecewa-nya itu lohh...

Kalau memang aplikasinya tidak memungkinkan untuk pembayaran kartu kredit, kenapa ada pilihan pembayaran seperti itu di Shopee. Menyesatkan konsumen.

Memang sih, saya bukan programer apa lagi orang IT, bukan. Tapi melihat kegagalan aplikasi Shopee seperti ini, programmer dan ahli IT mereka jelas kalah jauh dengan programmer Bhinneka.


Ada beberapa jawaban dari CS shopee yang tidak membantu sama sekali, template-nya sama :

  • silahkan di bayar sesuai cicilan pertama supaya tidak terkena bunga kartu kredit
  • butuh 14 hari untuk menyelesaikan masalah ini
  • butuh kerjasama dengan depatremen terkait
  • dan jawaban-jawaban gak masuk akal lainnya.
Lah kalau saya bayar minimum tagihan kartu kredit, gak pakai lama saya pasti kena bunga di tagihan selanjutnya. Orang bodo aja tahu, masak CS Shopee tidak tahu. Kebangeten ....

Tiap hari ada aja CS Shopee yang kirim email, sampai eneg bacanya karena templatenya sama. Sepertinya mereke cuman di didik untuk me-reply email dengan template sama dan tidak di didik untuk mencari solusi atas keluhan pelanggan.

Dan yahhhh saya rasa itu cukup berhasil mengecewakan konsumen-nya yaitu saya.

Apa mau di kata, batas waktu pembayaran kartu kredit saya adalah tanggal 10 Maret. Dan saya juga tidak akan percaya dengan cocotnya CS Shopee yang mengatakan saya bisa membayar cicilan sesuai tenor yang saya pilih.

Kecewa....banget. Meski gaji saya sebulan ibarat kata 10 juta, siapa sih yang gak mau belanja dengan tenor panjang dan bunga 0% ??? Itu kan salah satu manfaat dan bebefit kartu kredit yang kita punya.

Dan jadi menjengkelkan saat niat belanja hemat menjadi kacau balau seperti ini. Sampai saya membayar tagihan kartu kredit tanggal 7 Maret kemarin, enggak ada email-email lagi dari CS Shopee yang sialan itu. Mungkin mereka tau kalau saya sudah bayar lunas jadi mereka gak perlu kirim-kirim email template sialan itu.

Dan yahhh.....saya jadinya enggak berhemat sama sekali gara-gara aplikasi cacat ini.

Saya jadi menyayangkan saja. Kalau saya yang punya toko online seperti ini, saya akan memperkerjakan CS yang memang bisa membantu mencarikan solusi buat para pelanggannya. Yang benar-benar kerja dan makan gaji buta seperti ini.

Disclaimer : ini pengalaman pribadi yang benar-benar saya alami dan ada bukti valid-nya juga. Mungkin berbeda dengan pengalaman orang lain.



No comments

Please comment here :