Top Social

Tunangan : 50% Menikah, 50% Menikah Dengan Orang Lain

10/21/2017
Bulan September lalu, adik perempuan saya yang nomer 2 bertunangan. Dengan berat hati, kakaknya ini tidak bisa datang karena terkendala masalah dana dan juga waktu huffttt....
Biaya tiket pesawat pp, biaya akomodasi selama di Semarang, belum lagi anak lanang tidak dalam posisi libur sekolah. Tapi sepertinya tidak terlalu masalah sih, melihat dari timeline adik saya, pertunangan mereka berlangsung lancar dan meriah. Saya sebagai kakak sangat bersyukur dan ikut merasa senang.

Mari kita panggil adik saya dengan nama Dru. Setelah lewat seminggu hari pertunangan, Dru curhat panjang lebar via WA. Intinya, dia sedang bermasalah dengan tunangannya.

Masalahnya adalah uang (klasik yaa). Dru berniat baik, dia menyisihkan sebagian pendapatan hasil kerjanya di sebuah rekening bank, tunangannya juga ikut andil katanya. Seberapa besarnya saya tidak tahu. Dru juga bilang, sebelum bertunangan pun, yayangnya ini sudah mengetahui hal-hal positif negatif di keluarga kami dan dia tidak masalah. Sering juga dia membantu dalam hal keuangan saat Dru butuh. Maka dari itu, Dru merasa, orang ini yang paling cocok untuk dia.

3 hari setelah pertunangan, suami ibu saya meninggal (suami sambung, jadi bukan ayah kandung kami) meninggal, Dru meminta tunangannya untuk membeli air mineral karton, permen dll untuk suguhan para pelayat. Di berikanlah ATM kepada tunangannya.

Hari berlalu, Dru lupa kalau ATM nya masih di bawa sang tunangan. Saat dia butuh uang dan mau menarik uang dari ATM-nya, di cari kemana-mana tidak ketemu.
Dia bertanya tunangannya, si tunangan bilang sudah di balikin ATM-nya.
Karena tidak ketemu, jadilah Dru memblokir ATM tersebut. Takut kalau di salah gunakan orang katanya.

Setelah ATM di blokir, baru si tunangan bilang kalau kartu ATM di pegang dia, kemudian di kembalikan ke Dru.
Dru bercerita, bahwa di ATM tersebut seharusnya masih ada saldo uang sekitar 1,5 juta-an. Tapi setelah buku tabungan di print out, ada beberapa tarikan dana keluar sejumlah 200.000 sampai 400.000 hingga saldo di rekeningnya tinggal 300.000 rupiah.

Jelas dong, Dru kaget karena dia tidak merasa mengambil uang tersebut. Lalu dia menanyai tunangannya, kok bisa uang di rekening berkurang. Ternyata eh ternyata, si tunangan kalah judi bola dan kemudian mengambil uang dari ATM tersebut. Ramailah jadinya. Kayak sinetron.

Kata Dru, dia dan ibu kami pergi ke rumah tunangannya. Mungkin untuk menjernihkan masalah atau apa. Dru bilang ke keluarga tunangannya bahwa dia ingin memutuskan pertunangan yang baru seumur jagung itu. Tapi keluarga tunangan dan tunangannya sendiri tidak setuju. Uang yang di ambil si tunangan sudah di kembalikan, minta maaf dengan sangat dan minta di beri kesempatan kedua.

Sebagai kakak yang sedikitnya sudah makan garam, makan vetsin, pentol, dan soft drink lebih banyak dari mereka, saya memandang bahwa kalau sudah kadung terjerat dan pernah main judi, apapun itu bentuknya, itu susah dan bahkan mungkin gak bisa sembuh, istilahnya penyakit menahun. Kok bisa sih main judi gitu ? Yaa biasanya sih pengaruh lingkungan, pastinya, ibarat virus, di tulari dari teman-teman terdekat. Jadi, kalau mau sembuh, pilihannya ada 2, bokek terus alias melarat gak punya uang, atau pindah lingkungan (rumah/kantor) supaya lepas dari teman-teman maksiat.
Pilihan pertama enggak banget, siapa juga yang mau di ajak hidup melarat. Pilihan ke-dua juga agak berat, emang gampang pindah kerjaan dan langsung dapat kerjaan baru ? Kecuali mau freelance kayak saya hahahakkkk. Apalagi pindah rumah, kayaknya enggak mungkin deh.

Susah juga ya kalau sudah kadung jatuh cinta. Ibarat tai ayam rasa mangga, sudah tau gak masuk akal kok yaa tetep seneng. So, saya bilang ke Dru, ini baru tunangan doang loh, kamu belum menikah. Karena rencana pernikahan masih 2 tahun lagi, saya bilang jalani aja dengan santai gak usah stress. Toh bertunangan itu nantinya ada beberapa ending, bisa jadi menikah dengan tunangan, atau bisa juga tidak menikah dengan tunangan tapi menikah dengan orang lain. Masa depan, tidak ada yang tahu kan ?

Jadi teringat kotbah Pak Erastus Sabdono, setiap kali ada pasangan yang mendaftar untuk pemberkatan nikah, pasti lebih dahulu di tanya oleh beliau, baik yang pria maupun wanita. Sudah yakin akan pilihanmu ? Atau masih ragu ? Karena kalau salah satu dari pasangan tersebut ragu, beliau bilang, mending di tunda deh nikahnya. Karena bagi kami, menikah itu sekali seumur hidup.

Dan seringkali, pasangan menikah (di gereja) lupa bahwa di antara janji suci pernikahan, terselip kata-kata : "akan selalu setia dan bersama baik dalam suka maupun duka"
Yang keinget sih biasanya "dalam hal suka" begitu ada "duka" sedikit banyak yang gak tahan, meskipun banyak juga yang bisa melalui masa duka bersama pasangannya.

Saya pernah bilang juga sama Dru, bahwa sekali kamu memilih pasanganmu, kamu harus bertanggung jawab. Karena kamu pilih sendiri, enggak di jodohkan orangtua. Kalau ada apa-apa atau ada masalah, ya di tanggung sendiri, meski sebagai keluarga, kita juga tetap memberikan saran yang menurut kami terbaik. Tapi apapun keputusan rumah tangga, yaa harusnya di putuskan oleh pasangan itu sendiri. Ini kalau sudah menikah. Berat kan konsekuensi menikah ? Maka kalau sudah berani menikah, jangan main-main. Tanggung jawab dunia akhirat soalnya ^^

Makanya jangan cepet-cepet nikah, pilih calon terbaik....(saya ngomong buat adik-adik yang masih remaja, jelita dan belum menikah, masih studi, tapi sudah pingin nikah).

Meski demikian, ada hikmahnya juga sih, belang dan borok ketahuan di depan lebih baik daripada sudah kadung menikah baru belangnya keliahatan, kan repot...

Yang paling rusuh dan rese, adik saya yang nomer 1, sebut saja namanya Pay. Dia pakai mengancam-ancam Dru supaya jangan sampai balikan lagi sama tunangannya. Saya sih mafhum, dia lebih banyak mensupport Dru dalam hal keuangan, wajarlah kalau dia merasa berhak untuk ambil bagian. Kapan kamu sadar Pay? Huffttt.....

Pernah gak sih, nemuin kasus ruwet kayak gini? Apa perlu panggil Sherlock Holmes? Tapi Sherlock Holmes enggak pandai berurusan dengan hati sih ^^ Dia aja jomblo sampai novelnya tamat wkwkwkwk......

Bagaimana pendapat kalian ?

NB : Dru dan Pay, adik-adik saya mereka perempuan semua. Masih ada lagi 1 yang masih sekolah. Saya sulung dari 4 bersaudara, perempuan semua ^^

14 comments on "Tunangan : 50% Menikah, 50% Menikah Dengan Orang Lain"
  1. kalau sdh berurusan dgn penjudi lbh baik jauh2 dari pd menderita

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul sih, susah hilang katanya

      Delete
  2. Salam kenal..
    Bacanya koq ngerii ya..tapi maai untung ketauan belangnya pas belum nikah
    Dru itu cewek?

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal Bunda. Iya adik saya cewek semua ^^

      Delete
  3. Astaga Mak, itu ruwet bener ya. Awalnya aku dah setuju sama saran Mak ke Dru (*siapalah saya ya kok pakai setuju nggak setuju. Hahaha...)
    Tapi ruwetnya karena ada andil adik pertamanya itu.
    Atau gimana kalau gini, semuanya ditulis dalam perjanjian bermaterai. Tetap jalani tunangan, nggak ada lagi yang namanya rekening bersama, dan kalau tu calon berulah lagi, berarti putus. Merugikan keuangan model kasus sebelumnya, main hukum. Jadi sekalian ini untuk meyakinkan ke adiknya Mak yang pertama itu that everything will be okay lah. Nggak akan lagi si calon ngerugiin Dru dan keluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga sempet kepikiran seperti itu Mak, mereka berdua buat surat perjanjian ala-ala perjanjian pra nikah gitu. tapi karena nikahnya masih 2 tahun lagi, kayaknya belum perlu sih, sambil nunggu si tunangan itu dalam 2 tahun bisa berubah atau tidak. thanks Mak sarannya ^^

      Delete
  4. Iya mbak, judi itu nyandu. Sekali kena, ketagihan terus. Kalo saya sih mending end. Ga tau deh kalo mas Anang. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas Anang mungkin end juga kali ya hahaha ^^

      Delete
  5. Kejadian itu adalah peringatan nyata menurutku mbak..... Pertama dia bohong atm gak sama dia. Kedua dia sudah mencuri krn mengambil uang di atm tanpa ijin. Ketiga dia main judi.

    Sudah sangat jelas....


    Saranku dru.... Cinta memang buta dru tapi bukalah hatimu untuk melihat orang lain yg lebih tulus mencintaimu dan keluarga....


    Duhhh gemesss banget yah hehehe

    Pesan buat dru...

    Dru pesan kakak kakakmu ini mungkin terdengar dan terasa gak enak tapi percayalah setelah menikah akan terasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju mba, yang sudah lebih tua dan sudah menikah gini pasti pikirannya lebih "lurus" karena paling tidak sudah ada pengalaman. terimakasih sudah kasih saran mba ^^

      Delete
  6. Waw heboh sekali ceritanya ya. Mudah-mudahan dapat petunjuk jalan terbaik :)

    ReplyDelete
  7. penjdui? wah gawat ay dan itu sangat sulit loh lepas krn penasaran, aku mah pastinay mutusin ya, krn gmn kalau hal itu terjadi saat sdh berumah tangga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih bingung sih mba,karena masih ada waktu 2 tahun untuk "menilai" thanks untuk sarannya ^^

      Delete

Please comment here :

Auto Post Signature