Sebelum Publish Artikel, Cek 7 Hal Ini Dulu | Indri Ariadna

Top Social

Sebelum Publish Artikel, Cek 7 Hal Ini Dulu

7/31/2017
sebelum publish artikel, cek 7 hal ini dulu
tips blogging

Halo teman-teman....masih setia ngeblog ? Atau agak-agak males ? Jangan ya, ngeblog itu harus konsisten dan juga sabar. Sabar saat belum ada yang berkunjung alias komen, sabar saat pageview masih sedikit....#curhat

Kali ini saya mau berbagi tips blogging yang semoga bermanfaat ya ^^

Baca juga : 7 Alasan Mengganti Template Blog

Saya jarang bisa menulis artikel yang sekali ketik bisa langsung jadi. Seringnya sih, nunggu mood datang dan nunggu deadline serta nunggu hari Senin haha..bercanda.

Tapi beneran kok, seringnya saya nge-draft judul-judul tok begitu ada ide menarik. Artikelnya ? Yaa...nunggu jadual tayang selanjutnya. Inginnya saya sih seminggu bisa publish artikel minimal 3 kali. Meskipun keinginan tinggal keinginan ^^

Di blog ini kalau saya lihat, lebih banyak draft (cuma judul doang) daripada draft artikel yang setengah jadi ataupun sudah jadi.

Buat saya, meskipun judul doang tapi membantu banget loh untuk memulai "menulis". Contohnya artikel ini. Judulnya, entah dapat ide dari mana lupa. Lalu, saya membuat gambar di atas itu menggunakan Canva, baru kemudian menulis.

Tidak baku sih ya, tapi ada baiknya, setelah menulis artikel selesai, jangan langsung di published sebelum menyesal. Menyesal ? Kok bisa...?

Saya dulu sering banget kerja kilat kayak begitu. Begitu selesai nulis artikel langsung tottt...publish. Baru kemudian setelah tayang, baru kelihatan banyak kekurangannya seperti : tidak ada link artikel terkait, gambar pendukung kurang bagus, salah eja dan masih banyak lagi. Malah boros waktu kan karena harus dua-tiga kali kerja pada akhirnya.

Untuk menghindari kecerobohan yang sering saya lakukan, selalu sebelum publish artikel, saya melakukan hal-hal di bawah ini terlebih dulu.




Sebelum publish artikel, cek 7 hal ini dulu :

1. Baca, baca, baca
Setelah selesai menulis artikel, baca sekali lagi, baca dua kali lagi, baca tiga kali lagi apabila perlu. Mengapa ? Ya karena kita menulis supaya orang lain membaca dan mengerti (mudeng) tentang apa yang kita tulis.

Bagaimana kita mau membantu orang lain kalau orang lain saja tidak mengerti kita nulis apa. Posisikan diri kita sebagai pembaca. Terkadang, tidak semua pembaca mengerti kosakata atau pilihan kata yang kita gunakan karena terlalu "aneh" atau terlalu "English".

Contoh di sini adalah kata publish atau kalau di terjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi tayang. Tapi apa daya saya lebih suka pakai kata publish dan toh teman-teman juga sudah pada tau artinya kan ya? Maafkan saya kalau maksa...

So, baca lagi artikel kita sebelum meng-klik tombol publish.

2. Cek ejaan dan tanda baca
Meskipun menulis di blog sendiri kadang-kadang suka-suka kita yang punya, tapi jangan abaikan tanda baca dan ejaan. Saya pribadi tidak suka dengan blog yang artikelnya menggunakan kata-kata atau kalimat yang terlalu alay. Faktor usia kali ya hahaha....

Kalau saya mengecek di GA (google analytic), prosentase terbesar pembaca blog ini berumur antara 24 - 35 tahun. Jadi sesuai dah ya dengan penulis blog ini hahaha....
Jadi saya nyaman saja menggunakan bahasa yang saya pakai sekarang ini, tidak terlalu kaku dan tidak terlalu baku juga tidak terlalu alay.

Silahkan cek dulu GA masing-masing ya, sudah sesuai belum antara bahasa penulisan dengan usia para pembaca blog kita.

3. Siapkan gambar pendukung
Artikel tanpa gambar pendukung itu ibarat sayur asam tanpa garam. Anyep kalo orang Jawa bilang. Enak kalau sayur asam itu pedes, asam dan manisnya seimbang....ngelantur.
Jadi begini, banyak dari kita (termasuk saya) ini adalah makhluk visual. Melihat sepatu atau baju di toko online saja udah kepengen beli. Padahal belum tentu produk yang di website sama dengan produk yang kita terima.

Sama juga dengan artikel. Satu atau dua gambar pendukung akan menarik perhatian para calon pembaca untuk nge-klik dan membaca artikel kita. Sharing artikel juga akan lebih menarik kalau ada gambarnya, bukan kata-kata doang.

Saya biasanya berburu gambar pendukung di Pexels atau Pixabay atau kalau ada ya foto pribadi. Kemudian edit via Canva, jadinya seperti 2 gambar di atas itu. Gampang...gak usah pakai Corel atau Adobe.

4. Optimasi foto atau gambar pendukung
Pernah mengecek gak berapa kecepatan loading website atau blog kita ? Bisa di cek di sini : www.webpagetest.org

Ada baiknya sebelum insert image atau menyelipkan gambar pendukung atau foto di artikel blog, kita optimasi dulu supaya file-nya tidak terlalu besar. Kalau file gambar terlalu besar, akibatnya loading blog kita akan lama. Bisa di bayangkan kalau blog kita loadingnya lama ? Itu berimbas ke paket data internet bagi para pembaca loh...
Pasti mereka pada males buka blog kita kalau loadingnya lama, boros bokkk.....

Untuk optimasi foto atau gambar, bisa gunakan ini : jpeg-optimizer.com 

Biasanya, ukuran file foto/gambar bisa berkurang 70%-90% tapi tidak pecah. Sip kan ??

5. Artikel terkait
Meskipun di script blog template biasanya sudah ada "otomatis" artikel-artikel lama (sebelumnya)yang terkait dan berkaitan dengan artikel yang baru kita buat baik berdasarkan label, tag maupun keyword.

Tapi seringkali, akan lebih baik menurut SEO kalau kita menyelipkan artikel-artikel tersebut secara natural di artikel blog. Contoh salah satu artikel yang berkaitan dengan artikel ini adalah tips blogging yang satu ini.

6. Cek link
Sebulan sekali saya mengecek broken link blog ini dan biasanya nemu banyak sekali broken link. Harapannya sih gak ada broken link tapi kok ya tetep ada ya...
Mengapa bisa terjadi broken link ? Kemungkinan ini penyebabnya :

[1] Landing page atau halaman yang di tuju oleh link sudah tidak tersedia/tidak ada lagi.
[2] Tautan permanen salah satu artikel yang kita edit/ganti tapi ternyata di artikel terkait masih menggunakan link yang lama.
Jadi biasakan selalu cek link-link yang kita gunakan di artikel sebelum artikel publish.

7. Cek label, tag, deskripsi
Saya pernah loh, kelupaan membuat label artikel dan lupa juga mengecek tautan permanen. Akhirnya, harus di kembalikan ke draft lagi, di perbaiki, di publish lagi.

Nah, agar tertib dan tidak dua kali kerja, cek dulu deh artikelnya sebelum di publish. Jangan tergesa-gesa kecuali sudah ada deadline sponsor hehehe...

Silahkan share apabila bermanfaat ^^


14 comments on "Sebelum Publish Artikel, Cek 7 Hal Ini Dulu"
  1. Terkadang aku juga lupa habis nulis langsung publish, setelah dicek ternyata banyak yang harus diedit :(

    Terimakasih sudah berbagi ilmu yang sangat bermanfaat ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga masih sering khilaf mba hehe makanya di tulis deh biar bisa selalu di lihat lagi. semoga bermanfaat ya mb ^^

      Delete
  2. tips2nya sangat bermanfaat mbaa terutama bagian optimasi foto..abis di "colek" sama empunya hostingan gara2 fotoku kegedean filenya..hehhe

    tfs ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahh berarti artikelnya sudah banyak yang terbit nih mb Sinta ^^. iya sih mb, repot juga kalau cpanel (bener ya) cepet penuh. terimakasih sudah berkunjung ^^

      Delete
  3. Poin nomor 7 sering kelewatan hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya tuh, kadang aku juga suka lupa nengok ke kanan hehe

      Delete
  4. ah kesindir abis nulis langsung publikasikan,terima kasih mengingatkan aku lebih teliti mbak Indri

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama mb Cicih, saya juga masih sering kelewatan hehe

      Delete
  5. Wah..noted! Penting banget nich mbak Indri, saya sering juga edit link, bahaya juga yaa jadi broken link :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mba Dira, kemarin aku nemu broken link banyak banget, ampun deh. salah aku sendiri juga sih hehe

      Delete
  6. Aaah terima kasih remindernya mbak..
    saya juga beberapa kali masih sering langsung publish setelah selesai nulis..
    Padahal memang baiknya dikoreksi lagi dan lagi supaya hasilnya lebih baik..
    terutama urusan ejaan, tanda baca sama label..huhu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. huum, jangan tergesa, kecuali deadline hehe

      Delete
  7. Cek url juga, Mbak. Kalo judulnya kepanjangan terus kepotong aku ambil intinya aja sekalian keyword nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener juga ya mb Ika, makasih nih sudah di tambah lagi tips nya ^^

      Delete

Please comment here :

Auto Post Signature