Top Social

Tips Menghindari Developer Nakal

6/29/2017
Beberapa kali sudah saya mendengar dari teman, kenalan atau tetangga tentang beberapa trik penipuan yang di lakukan oleh developer nakal. Ternyata bukan hanya sulap yang banyak triknya ^^
Walaupun tidak semua developer itu nakal ya, tapi sebagai konsumen kita harus berhati-hati jangan sampai salah pilih developer. Bisa galau sambil kayang bertahun-tahun loh,,,


Banyak modus dan trik seperti harus setor down payment atau uang muka full lunas di depan (meskipun boleh di cicil beberapa kali), rumah beli cash tapi surat rumah yang masih belum di balik nama dan bahkan belum di berikan kepada yang berhak, uang cicilan DP yang di bawa lari staff developer, DP sudah lunas tapi rumah belum di bangun bahkan tumpukan bata saja belum kelihatan, dan masih banyak lagi.


Yang terbaru, kemarin saya baca di grup FB, si konsumen sudah menyicil DP beberapa kali, rumah sudah selesai di bangun tapi belum ada undangan wawancara dari bank. Cicilan yang masuk kisruh karena si penyetor/konsumen tahu nya setiap kali dia bayar cicilan ya ke staf kantor, sudah, beres, urusan selesai. Ini artinya ada yang tidak beres dengan SDM dan staf developernya.

Nah, ternyata, staff kantor yang di pasrahi uang DP tersebut tidak mengaku dan mengelak, bilangnya dia tidak pegang uang sama sekali karena sudah di setor semua ke atasan/bosnya. Sementara bosnya bilang belum terima uang sama sekali. Nah lohh yang bener bagaimana nih...

Siapa yang di rugikan ? Kita sebagai konsumen pastinya.

Udah kebelet ingin punya rumah sendiri, di bela-belain pinjam sana-sini buat bayar cicilan DP, ehhh malah di gituin sama kamu….Hati hayati kan sakittt....

Seperti saat kita berbelanja online, kita harus waspada dan hati-hati jangan sampai kita di kecewakan penjual. Sebisa mungkin produk yang kita beli harganya terjangkau dan asli alias original. Ini yang belanja online ratusan ribu rupiah segitu hati-hatinya.

Apalagi membeli rumah yang notabene uang yang keluar dari kantong atau tabungan kita jumlahnya tidak sedikit, puluhan bahkan ratusan juta. Tentunya kita harus super waspada dan hati-hati, tengok kanan kiri, tanya depan belakang, intip atas bawah. Jangan sampai kita sudah kadung transaksi tapi tidak sah di mata hukum atau malah kita tidak tahu apa saja hak dan kewajiban kita. Kan repot ??

Saya teringat lagi pengalaman waktu mengambil KPR dulu. Sebisa mungkin saya enggak mau rugi, maklum lah ya emak irit dan waspada.
Saya bilang ke suami, kalau di mintai DP sama developer jangan mau dulu kecuali sudah ada persetujuan dari bank kalau KPR kita di setujui. Kalau belum di setujui bank kemudian KPR kita gagal sementara uang DP sudah masuk, percayalah,,, kembalinya uang DP ke kantong kita akan sulit bin lama. Sama seperti kembalinya hati aku ke kamu.....mustahil ^^

Maka dari itu, setelah memberi uang tanda jadi, tanya ini itu, kemudian saya bilang di muka tentang request saya itu. Bersyukur, marketing perumahannya oke-oke saja. Dan memang benar, setelah 2 bulan menunggu, proses wawancara dan KPR berjalan lancar, baru kami memberi uang down payment full lunas kepada developer. Sebelumnya, pastikan dulu bangunan rumah yang kita ambil sudah 80% atau 100% jadi.


Berkaca dari pengalaman saya yang tidak seberapa ini, ada baiknya dan harus kita waspada dan berhati-hati sebelum melakukan transaksi pembelian rumah.

Beberapa tips supaya terhindar dari developer nakal :

1. Badan hukum
Pilih developer yang berbadan hukum PT atau perseroan terbatas. Meskipun biasanya nanti surat rumahnya berbentuk HGB (hak guna bangunan) dan bukan SHM (sertifikat hak milik), tidak apa-apa nanti bisa kok di balik nama ke SHM.

Menurut saya, lebih aman kita bertransaksi dengan PT daripada badan hukum di bawahnya seperti CV karena kepemilikan PT pastinya lebih dari satu orang dan bukan milik perorangan pribadi. Ini penilaian saya pribadi, disclaimer on.

2. Track record
Sebelum memutuskan memilih developer A daripada developer B, cari tahu dulu track record atau rekam jejak developer tersebut. Apakah dia baru saja memulai bisnisnya tahun ini atau sebelumnya sudah pernah membangun perumahan di mana saja dan bagaimana kualitasnya. Sudah berapa lama (tahun) dia berbisnis di bidang properti dan lain sebagainya.

Tentu saja, rekam jejak yang baik pastinya membuat pilihan kita nantinya akan lebih aman karena developer tersebut sudah terbukti bonafid.

Jangan asal lebih murah kemudian di pilih, bisa-bisa uang sampeyan di bawa lari dan rumah tidak terbangun. Hati-hati entar hayati stres…


3. Bank
Tanyakan selalu ke pihak bank, apakah bank mempunyai kerjasama dengan developer yang kita pilih. Seandainya memang ada kerjasama, bagus, teruskan. Seandainya tidak, minta tolong bank untuk mengecek apakah bisa mengambil KPR dari developer tersebut.

Kalau bank bilang bisa, aman. Kalau tidak bisa, mundur, cari yang lain. Jangan memaksakan kehendak karena anda pasti akan menyesal. 

4. Bukti tanda terima keuangan/slip
Setiap kali kita menyetorkan uang ke pihak developer, minta selalu tanda bukti terima uang, stempel perusahaan, tanda tangan penerima dan blanko asli perusahaan. Jangan hanya kuitansi biasa saja.

Sebelum menyetor uang cicilan dp atau uang tanda jadi, pastikan anda menyetor kepada orang yang memang bertugas menerima uang dari konsumen alias bagian keuangan atau financing. Jangan hanya asal membayar kepada semua staff di kantor developer tersebut ya.

Setiap staff di perusahaan tersebut pasti mempunyai job desc masing-masing dan akan menjadi salah kita, apabila kita menyetor uang ke staff marketing yang kemudian lupa memberikan kepada staff akunting. Jangan bikin ruwet hal-hal yang simpel dan sederhana.

Lebih baik lagi, apabila langsung bisa transfer via e-banking ke rekening perusahaan. Apabila perlu, tinggal kita print out sebagai tanda bukti.

5. Referensi 
Mau yang lebih aman ? Yeappp....referensi dari teman atau sahabat atau tetangga. Mereka yang sudah pernah mengambil kredit atau rumah dari developer tertentu dan bebas trik tentunya bisa kita contoh toh ? Mengapa tidak mengambil rumah di developer yang sama yang sudah terjamin keamanan dan kredibilitasnya...


Apalagi ya ? Sepertinya tips nya ini dulu deh, nanti kalau ada yang keinget lagi di tambah lagi deh yaa..

Ohya, sekalian mau ngiklan gratis nih, buat teman-teman yang sedang mencari tanah atau rumah di jual atau rumah di sewa di area Palangkaraya Kalimantan Tengah, boleh banget berkunjung di blog ini ya : danumproperti.com  dan juga blogspot di : rumahdanum.blogspot.com


6 komentar on "Tips Menghindari Developer Nakal"
  1. Kakak iparku pernah bermasalah dengan developer nakal gini pas beli apartmen mba. Tp dia beruntung uang yg disetor bisa balik walo makan wkt setahun :D. Sjk itu kapok beli ama developer ga terpercaya. Mending yg udh punya nama :).

    BalasHapus
  2. makasih nih tipsnay , untuk jaga2 kl aad develepor yang nakal

    BalasHapus
  3. Nah itu dia, kalau yang baru2 cari rumah memang sering dipusingkan sama ulah developer nakal.

    Padahal perkara nyari uangnya aja udah setengah mati, masih juga dikerjain sama developer. Keterlaluan developernya.

    BalasHapus
  4. Fanny : beruntung banget ya uangnya bisa balik,,,banyak juga yang uangnya susah banget bahkan gak bisa di tarik lagi..

    BalasHapus
  5. Tira : sama2 mba, semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
  6. Kornelius : iya ya, makanya kita sebagai konsumer harus waspada sebelum kehilangan uang ^^

    BalasHapus

Please comment here :

Auto Post Signature