Sherlock Holmes, salah satu tokoh detektif karya Sir Arthur Conan Doyle yang sangat sangat sangat (3 kali biar mantep) saya sukai. Meskipun Sir Arthur Conan Doyle juga mengarang buku-buku yang lain tapi cinta saya kepada Sherlock Holmes tak pernah padam..cie cie cie……

Belum banyak sih buku koleksi Sherlock Holmes yang saya punya, baru sekian doang, dan ini juga masih ingin melengkapi koleksinya. Itung-itung memberi hadiah kepada diri sendiri tiap bulan hehehe…


Pocky Halal
Pocky Biskuit


Mengapa suka banget sih sama Sherlock Holmes ? Pasti ada alasannya ya, gak mungkin kita jatuh hati ke orang lain kalau tidak ada titik-titiknya. Beberapa hal yang membuat karakter Sherlock Holmes sangat amazing buat saya adalah :
(-) dia sangat memperhatikan hal detail dan kecil yang biasanya “lewat” oleh orang-orang “biasa” seperti saya dan Dr. Watson ^^  Padahal Dr. Watson itu bukan orang biasa lohhh..
(-) kemampuan menyatukan benang merah antara peristiwa yang sepertinya tidak berhubungan
(-) kemampuan analisa yang mengagumkan
(-) kemampuan berpikirnya yang bener-bener out of the box banget

Kalo baca buku, saya membiasakan membaca 1 buku 1 hari habis, apalagi yang tidak terlalu tebal macam sherlock ini. Baca buku, apalagi buku favorit adalah salah satu me time saya. Tentunya pas waktunya senggang, pas sudah selesai pekerjaan dapur, gak ada deadline artikel, gak ada acara tv yang di tonton dan laptop lagi sibuk di pegang suami. Saat itulah adalah saat-saat kritis antara 2 pilihan, apakah bobok siang atau baca buku hahahah…

Selain Sherlock Holmes, saya juga suka buku-buku Agatha Christie. Enggak tau kenapa, suka banget dengan buku-buku genre detektif begitu. Mungkin karena saya orangnya sangat mudah di tebak, #ehh lho…..apa hubungannya ya ??

Nh. Dini saya juga suka, meskipun bukan bergenre detektif. Model alur berceritanya yang mengalir lugas dan sederhana bikin betah mata dan perasaan saat membaca. Apalagi beberapa lokasi penggambaran di novelnya banyak yang saya tau karena mengambil lokasi di kota Semarang. Macam jalan Sekayu, Prembaen, Brumbungan, Batan Miroto, Mlatiharjo, pasar Johar, Dargo, Seteran dan masih banyak lagi.
Begitu membaca buku Nh. Dini, saya ikut larut membayangkan kota tempat saya dibesarkan selama ini, kota Semarang.


Pocky Halal
Buku Nh. Dini dan Pocky
Biasanya sih me time ala saya itu, baca buku sambil ngopi. Dua kegiatan itu bener-bener me time yang sangat amat berharga dan menyenangkan. Sederhana banget deh me time saya ini ya hehehe.

Tapi kalo hanya ngopi dan baca buku tanpa camilan kok ya kurang sreg gitu. Emang sih kalo untuk camilan saya tidak pilih-pilih sih, apa yang ada sikat…..kalo gak ada ? Yaa beli dulu dong kakak…^^

Jadi 3 otot aktif semua, otot mulut sewaktu ngemil, otot mata membaca dan otot tangan memegang cangkir kopi. Me time apa olahraga sih ??

Bulan Ramadhan ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak sekali penjual wadai menjelang waktu buka puasa. Wadai itu aneka cemilan dan jajanan kalau orang Kalimantan bilang. Banyak banget lah macamnya. Mulai dari donat, aneka gorengan, puding, dan makanan-makanan yang lebih berat lainnya. Tapi rasanya sudah bosan juga karena setiap hari juga beli wadai yang itu-itu juga, enggak pas ramadhan doang.

Lalu apa dong cemilan yang pas sambil ngopi ? Taraaaa……mari berkenalan dengan Pocky, cemilan enak tanpa remah. Buat teman-teman muslim, jangan khawatir karena Pocky halal dan sudah mengantongi sertifikat halal. Pocky telah memegang sertifikat halal dari CICOT Thailand sejak hadir di Indonesia di tahun 2014 dan juga sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI. So, halal jiwa pokoknya ^^

:: Sekilas tentang Pocky ::

Pocky merupakan produk asal Jepang yang diimpor oleh PT. Glico Indonesia. Pocky terkenal sebagai snack dan biskuit stik yang berbalut krim warna-warni dengan berbagai varian rasa, seperti Pocky Chocolate, Pocky Strawberry, Pocky Matcha, Pocky Double Chocolate, Pocky Vanilla Cocoa, dan Pocky choco Banana.

Pocky dengan teknologi khusus yang menjadikan Pocky biskuit unik tanpa remah (no crumbs), pas dibawa di dalam kantong (pocketable), dan sangat cocok untuk di bagi dan dinikmati bersama (shareable).

Tinggal pilih suka rasa apa, pokoknya ada deh. Pocky juga di jual di minimarket dekat saya tinggal, kalo pengen nyemil Pocky gak harus pergi jauh. Irit bbm hehe.

Jadi, sambil ngemil, baca buku, ngopi dan baju serta tangan saya saya tetap bersih karena Pocky ini tidak beremah atau bahasa jawanya no crumbs. Biasanya saya ceroboh banget kalau nyemil, sisa remahan berserakan di mana-mana mulai dari mulut, tangan sampai baju, membuat anak saya geleng-geleng kepala hehehe…Kok emaknya modelnya begini amat hehehe….

Selain bisa di cemil sendiri, Pocky juga bisa di bagi-bagi dengan orang-orang terkasih, bisa shareable karena satu kotaknya berisi banyak, bukan hanya 1 atau 2 saja. Tapi yaaa,,, hati-hati karena akan cepet abis, tanpa terasa pasti ambil lagi ambil lagi ^^

Anak saja juga tadi ngantongi 2 kotak Pocky buat temannya, #pockyinmypocket. Kenapa gak di masukkin tas aja ? Kan kemasan Pocky bisa masuk kantong alias pocketable, jadi lebih simpel gak perlu bawa-bawa tas kan ya. Musim libur ini dia tiap hari ke rumah temannya, ya gapa sih dari pada main dan dolan ke lain tempat yang kita tidak tahu.

Share happiness itu kalau menurut saya, share happiness ke diri sendiri dulu (contoh : me time ala saya ini) dan setelah itu share happiness ke orang lain.

Jadi, apa nih share happiness ala teman-teman ?