Review Film Kong : Skull Island | Indri Ariadna

Top Social

Review Film Kong : Skull Island

3/11/2017
We are not belong here

Trailer film Kong sudah di donlot anak saya sejak tahun lalu. Dia bilang, pasti filmya bagus. Cuzz tanggal 09/03/2017 siang tadi antri beli tiket, meskipun gak ada yang antri sih hehehe. Tapi kalo beli tiket pas jam mainnya takut kalo gak dapet tempat duduk yang nyaman.

Di awal film menggunakan setting tahun 1944, ada 2 pilot helikopter yang pesawatnya kecelakaan dan masing-masing dari mereka menggunakan parasut untuk menyelamatkan diri dan mendarat di sebuah pulau.  Ternyata, pilot yang satu berasal dari amerika dan pilot yang satunya lagi berasal dari jepang. Tahu sendiri kan 2 negara tersebut masih berperang di tahun-tahun tersebut. Begitu juga kedua pilot tersebut akhirnya berkelahi, lari-lari masuk ke hutan dan nongol-lah wajah si Kong sebagai background.

poster film kong skull island
poster Kong Skull Island

Maju ke tahun 1973, ada satu lembaga penelitian bernama Monarch yang berfokus menemukan berbagai jenis kehidupan aneh yang belum ada.

Di gawangi oleh Bill Randa dan asistennya . Mereka berdua mengajukan proposal kepada senator untuk membiayai ekspedisi dan penelitian geologi di sebuah pulau yang baru saja di petakan via satelit. Dengan alasan kepentingan, Rusia akan lebih dulu meneliti pulau tersebut, akhirnya misi tersebut di ijinkan.

Tom Hiddletson, pemeran Loki di The Avengers, di sini tampil sangat memukau alias gagah bin ganteng. Gak nyangka aja, tampilan Loki yang kurus dan tengil cenderung jahat dengan mata licik, sama sekali tak berbekas. Ya iyalah, namanya juga aktor hehe. Tom Hiddleston berperan sebagai Kapten Conrad, mantan anggota SAS yang sangat berpengalaman di bidang kemiliteran.

Samuel L Jackson yang biasanya berperan sebagai Kapten Furry, di sini berperan sebagai Kapten Packard yang bertugas mengawal misi penelitian ini. Tentu saja bersama-sama dengan bawahan dan anggota timnya.

Karakter utama tentu saja si Kong, hewan primata berukuran super besar yang di anggap sebagai dewa oleh suku primitif di Skull Island. Mengapa ? Karena Kong menjadi penjaga mereka dari para predator yang berbentuk semacam kadal raksasa yang buas banget. Bahkan, keluarga Kong juga di bantai dan di habisi oleh kadal-kadal raksasa ini.

Rombongan ekspedisi ini bertolak dari sebuah kapal induk dan meggunakan beberapa helikopter untuk memulai perjalanan menuju Skull Island. Meskipun cuaca sangat tidak mendukung bahkan badainya tebel banget, mereka berhasil menembus dan memasuki area Skull Island.

Setelah semua helikopter mendarat, Randa memberikan perintah untuk menerjunkan bom seismik guna mengetahui bagaimana keadaan tanah dan geologi. Sayangnya, bom seismik tersebut berdaya ledak sangat tinggi dan mengganggu populasi di wilayah tersebut, termasuk Kong.

Mulailah Kong terganggu dan mulai menghancurkan helikopter-helikopter tersebut seperti mainan. Ya iyalah, dia gede banget dan helikopternya kelihatan kecil-kecil kayak mainan gitu. Jelaslah ya dia merasa terganggu karena ada tamu yang tiba-tiba nyelonong masuk terus debam debum ngebom. Hati hayati kan sakitttt ^^

Setelah selesai menyaksikan film ini yang pastinya penuh dengan jeritan-jeritan gajebo saya (kaget bookkk) saya mendapat kesimpulan sbb :

1. Bill Randa, pemimpin misi ternyata mempunyai dendam terhadap Kong karena 30 tahun yang lalu Kong menyebabkan kapal yang di tumpanginya rusak dan semua teman-temannya tewas.
2. Kapten Packard, setelah melihat banyak anak buahnya tewas akhirnya juga ingin menghabisi Kong.
3. Kong di anggap dewa oleh penduduk pribumi di Skull Island.
4. Musuh dan pembunuh yang sebenarnya bukanlah Kong melainkan kadal-kadal raksasa yang menghuni bawah tanah dan akan bangun kalau ada kegaduhan (seperti bom yang di ledakkan).

Meskipun saya tidak sampai menangis melihat film ini, tapi dari skala 1 - 5 saya beri nilai 4. Alur pot ceritanya cepat dan tidak bertele-tele. Kong juga langsung nongol di segmen pertama.

Pertempuran dan perkelahian antara Kong dan kadal raksasa di menit-menit terakhir sungguh membuat saya menahan napas karena bener-bener sengit banget. Si kadal jelek ini susah banget di kalahin sementara Kong sudah kehabisan tenaga. Apalagi sebelumnya si Kong sudah babak belur di tembaki dan di bakar oleh Kapten Packard.

Di Skull Island, banyak populasi hewan yang pandai menyamar seperti burung-burung yang berkumpul menyerupai pohon, gundukan batu di sungai yang ternyata bison raksasa sampai belalang raksasa yang menyerupai batang pohon.

So yang belum nonton, nontonlah... di jamin kadar stress akan berkurang karena banyak teriak-teriak kaget di film ini :)

Cuplikan film :




2 comments on "Review Film Kong : Skull Island "
  1. Ada film yang komedi romantis nggak, mba? Kayaknya saya butuh itu. Nggak kuat nonton adegan teriak teriak kaget. ehhehehe

    ReplyDelete
  2. Mungkin bisa di coba Beauty and The Beast Mba Alida. pingin nonton juga sih saya ^^ bulan ini main deh kayaknya

    ReplyDelete

Please comment here :

Auto Post Signature