Please, Jangan Tanya Tentang Hal Yang Tak Bisa Ku Jawab | Indri Ariadna

Top Social

Please, Jangan Tanya Tentang Hal Yang Tak Bisa Ku Jawab

10/01/2016
jangan kepo
jangan kepo

Pernah tidak teman-teman mendengar pertanyaan seperti ini :

  • Kapan lulus kuliah ?
  • Kapan nikah, inget umur loh...?
  • Kapan dapat kerjaan? Sarjana masak nganggur...?
  • Kapan nih punya anak, udah 5 tahun nikah kok belum dapat momongan ?
  • Kapan pindah ke rumah baru ? Mosok mau kontrak rumah terus ?
  • Kapan punya mobil, masak pakai motor butut terus ?
  • Kapan si sulung di kasih adik? Kasihan kalo ga ada saudara...
  • dan pertanyaan kapan, kapan yang lain yang terkadang membuat saya pingin nimpuk sandal sama yang bertanya {ehh}.
Dulu juga saya sering bertanya pertanyaan gak mutu seperti itu, tapi semakin dewasa {baca = tua wakakak} saya semakin menyadari bahwa saya tidak mempunyai hak untuk mencampuri urusan pribadi orang lain. Bahkan terhadap sahabat saya sekalipun.

Saya mempunyai beberapa teman perempuan, teman semasa SMA dan juga teman sekantor. Mereka atraktif, menarik, pintar dan juga mempunyai percaya diri yang tinggi. Dari segi finansial pun mereka adalah perempuan di atas rata-rata.
Satu hal yang mungkin di pertanyakan oleh orang-orang adalah, mereka belum menikah....hingga sekarang.
Sedangkan saya sendiri sekarang sudah berumur 38 tahun, teman-teman sepantaran saya juga pastilah berumur sama atau lebih tua setahun dua tahun dari saya.

Sebisa mungkin, saat saya bersama mereka, ngobrol ngalor ngidul hahahihi...tidak pernah sekalipun saya menanyakan kapan mereka akan menikah. Karena saya tahu ada 2 kemungkinan apabila saya bertanya demikian ;
  1.  Mereka akan sangat tersinggung karena menikah atau tidak menikah adalah urusan pribadi dan tentu saja saya tidak berhak untuk menanyakan hal yang belum tentu bisa mereka jawab.
  2. Mereka akan menjauhi saya karena saya tidak mempunyai empati sama sekali. Siapa sih perempun yang tidak ingin menikah, apalagi kalau sudah matang dan dewasa. Tapi tentu saja mereka mempunyai alasan yang mungkin tidak semua orang akan mengerti.
Saya sudah menikah selama 15 tahun, anak sulung saya tahun ini berumur 13 tahun. Banyak teman-teman yang juga bertanya, kenapa saya gak mau nambah anak ? 
Dalam hati saya menangis, meskipun bibir saya tersenyum. Mereka tidak tahu dan mereka juga tidak perlu tahu bahwa saya terkena Hipertiroid sehingga hormon saya kurang stabil apabila di bandingkan dengan wanita-wanita normal yang lain. Dan kemungkinan besar mempengaruhi kesuburan saya.

Baca juga : Tentang Hipertiroid


Dan saya juga tidak harus menjelaskan hal ini kepada semua orang {kecuali sekarang ini}. Bukan karena apa-apa tapi untuk membuka pengertian orang-orang bahwa tidak semua orang berhak menerima pertanyaan yang sedemikian menohok.




Jadi tolong, apabila ada teman kita yang belum menikah padahal sudah seumur kita, belum mempunyai momongan padahal sudah menikah lama, tolonglah jangan menyakiti hati dan perasaan teman kita dengan bertanya ,"Kapan ?"

Tetapi semestinya, seperti saya, mereka juga akan semakin mengetahui cara untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut tanpa merasa terluka. 
Karena saya tidak akan berbagi rahasia dengan semua orang kecuali rahasia tersebut memberikan manfaat dan berguna untuk orang lain.

Akhir kata, tolong bertanyalah dengan bijak, jangan bertanya hanya karena iseng atau takut di anggap jaim.
Saya pribadi lebih senang kalau ada teman atau sahabat yang menyapa dengan bertanya, "Wah...sekarang tambah seger dan awet muda ya...apa rahasianya ?"
Ini pertanyaan yang paling saya suka banget, karena secara tidak langsung memuji saya awet muda {halah...}

Yakinlah dan hormati bahwa sebuah rahasia berhak untuk tetap menjadi rahasia.

Silahkan kalau ada yang mau menambah barisan sakit hati di komen ehehe...tapi jangan lupa untuk memaafkan ya karena memaafkan juga bisa sebagai obat dan terapi untuk diri kita sendiri. 
39 comments on "Please, Jangan Tanya Tentang Hal Yang Tak Bisa Ku Jawab"
  1. Mbak, i feel you! aku juga bermasalah dengan hormon, sehingga period nya jadi gak lancar. setelah menikah tiap ditanya baby rasanya sedih, apalagi kalo inget sudah pernah 'gagal' program baby nya. I wish everyone sees it like you do :") makasih mbak udah nulis soal ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Agi, senang ada yang bisa ikut merasakan...semoga cepet juga di kasih momongan ama Tuhan ya,,amin

      Delete
  2. Kalo aku, sering ditanya "Kapan nikah lagi?". :P Dan biasanya diikuti tuduhan "Pasti udah terlalu asik jadi perempuan mandiri ya." Beubeubeu.... Selain mandiri, saya juga bni :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bca gak sekalian juga bun? hehehek....sabar ya bun yang penting kita ikhlas

      Delete
  3. ah sering juga aku dapet pertanyaan 'kapan'. Dan kadang jg tanpa sadar, aku juga nanya kapan. makasih sudah diingatkan mbk :)

    ReplyDelete
  4. Iya mb,byk tmn saya yg mngalami ini dan yg terbaik adalah kita sbg temen tdk perlu usul dg pertanyaan yg sdh ada jawabannya,sebenarnya.terus semangaat,insaallah akan tiba semuanya dg indah

    ReplyDelete
  5. Terlalu banyak pertanyaan yang diajukan. Mungkin awalnya iseng, tapi teryata nyakitin hati pas lagi sensi :p

    ReplyDelete
  6. Mbakkkk..blog post ini saya banget ahahah #cieilahhh..salam kenal mbak indri. Bener banget mbak ga semua hal rahasia itu bisa di ceritain dengan gamblang. Semakin berumur kayaknya semakin malas ngumbar hal-hal privasi belum tentu orang lain ngerti. Thanks for sharing mbakk :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haii Monalisa...kok cucok ya hehe, makasih ya sudah mampir :))

      Delete
  7. Begitulah orang kalau malas sikat gigi. Mulutnya "busuk". Sebenarnya bukan tanya "kapan nikah?" nya yg bermasalah, tapi kalimat menghakimi setelahnya itu yg melukai hati. Begitu mungkin dg teman2 yg ditanya kapan hamil, kapan hamil lagi. Tentu enaknya dibalas, "Kapan kau potong lidah dan jarimu, biar nggak lagi menghakimi hidup orang lain?" :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakwakwakkkk,,, sepertinya perlu di kasih pasta gigi ya biar gak bau ? salam kenal mba Nita

      Delete
  8. Saya berharap sih, pertanyaan rese macam itu bisa berkurang. Tapi kalau tetep adaa yang tanya ya, saya jawabnya "Minta doa terbaiknya, ya ^_^"

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagaimana kalau "pinjem pintu doraemon-mu dong" hehehe

      Delete
  9. Saya juga lagi belajar untuk mengurangi bertanya "kapan" untuk hal-hal yang sensitif. Karena sepertinya hampir semua orang mengalami pertanyaan ini ya. Kalau ditanya "kapan makan? kapan tidur? kapan jalan-jalan" ya enak jawabnya. Kalau "kapan punya anak?" kan susah jawabnyaa huhuhuu mendadak curhat :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. puk puk puk, gapapa kok curhat di sini :))

      Delete
  10. Dengan kata lain "Jangan Kepo" ya, Mak... Hahahaa... Setujuuuh bingits

    ReplyDelete
    Replies
    1. kepoin yang bisa di kepo :)) thanks mak ri

      Delete
  11. Aduuhhh... pas bgt Mak nih tulisannya. "Kapan, kenapa, bagaimana, kok bisa?" kita nggak tahu jawabannya... aneh sebenarnya kalau tanya kapan nikah, kapan punya anak, kenapa bgini bgitu... yaa nggak tau lah... itu rahasia Sang Pencipta...

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu Mak makanya kita gak bisa jawab, gak ada bocorannya hehe

      Delete
  12. semangat yaa mak, meskipun hanya keluarga kecil semoga bahagia ya. perempuan memang paling sering merasa 'terluka' atas pertanyaan2 itu. yah, tapi kalo memang orang bertanya, tidak ada hak juga untuk melarang kan mak? jadi, saya sangat suka dg kata2 emak yg ini "Karena saya tidak akan berbagi rahasia dengan semua orang kecuali rahasia tersebut memberikan manfaat dan berguna untuk orang lain." yang juga saya terapkan dlm kehidupan saya setiap kali saya terpojokkan pertanyaan2 menohok

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang ikhlas aja mak, senang kata-kataku bisa menginspirasi mak :)

      Delete
  13. Dulu aku pernah pas 3 bl blm hamil suntuk bgt klo pulang kampung ditanyain itu trs.tp ya itu mungkin wujud perhatian mrk ke kita bhw mrk care.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener juga asal gak nyinyir ya..

      Delete
  14. Saya setuju mbak..Saya pribadi juga klo ktmu ktmu tmn lama/sodara tidak suka menanyakan yang sekiranya sensitif.. tapi sayangnya tidak semua orang berpikiran begitu ya hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin sudah terbiasa bertanya demikian mba dan terbiasa mendengar juga jadi mungkin kayak latah gitu ya

      Delete
  15. Wah, saya pernah tahu betul rasanya ditanya, "Kapan Nikah?" sekarang sudah nikah alhamdulillah tinggal siap-siap kembali ditanya, "Sudah isi belum?" hihihi. Kalau dipikir-pikir kok nggak ada yang tanya "Kapan Mati?" hahaha, bisa dikemplang mungkin ya mbak. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakwakwakkkk kemplang langsung hajar aja Mba :))

      Delete
  16. Sebagai orang yg udah menikah 15 tahun tanpa momongan, pertanyaan kapan punya anak mah udah ampe imun. Kalo dijawab gak pengen punya anak, langsung ada pertanyaan susulan, kenapa gak mau? Ntar kesepian lho. Ntar tua gak ada yg ngurusin. Lhaaa.. punya anak apa investasi pramurukti??

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha...banyak orang berpikir anak sebagai investasi atau tumpuan masa tua soalnya Mba, tapi saya pikir itu alasan yang salah untuk berharap mempunyai anak. sabar ya Mba dan tetap semangat..^^

      Delete
  17. Bukan hanya "kapan" mba hehehe tapi pertanyaan fisik juga kadang menyakitkan hahaha misal "kayanya tambah gemuk ya?" *nangis di pojokan

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakakkk, kalo aku kebalikan mba, kapan gemuk sih kurus terus..:))

      Delete
  18. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  19. saya pun sudah mulai sering ditayain kapan punya anak lagi :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. sedih juga ya mba kalo pertanyaannya kayak gitu tapi mungkin mereka perduli dengan kita dengan cara seperti itu, sabar mba ^^

      Delete
  20. Emang kadang sepele jika pertanyaan yg diajuka dg niat joke. Etapi kadang persepsi org lain berbeda dg kenyataannya. Mreka bisa trsinggung bahkan dg tanya kapan nikah yg tujuannnya buat jokes aja... jadi, perlu hati2 buat nanyak2 gitu. Wkwkwkk

    ReplyDelete

Please comment here :

Auto Post Signature