jangan kepo
jangan kepo

Pernah tidak teman-teman mendengar pertanyaan seperti ini :

  • Kapan lulus kuliah ?
  • Kapan nikah, inget umur loh...?
  • Kapan dapat kerjaan? Sarjana masak nganggur...?
  • Kapan nih punya anak, udah 5 tahun nikah kok belum dapat momongan ?
  • Kapan pindah ke rumah baru ? Mosok mau kontrak rumah terus ?
  • Kapan punya mobil, masak pakai motor butut terus ?
  • Kapan si sulung di kasih adik? Kasihan kalo ga ada saudara...
  • dan pertanyaan kapan, kapan yang lain yang terkadang membuat saya pingin nimpuk sandal sama yang bertanya {ehh}.
Dulu juga saya sering bertanya pertanyaan gak mutu seperti itu, tapi semakin dewasa {baca = tua wakakak} saya semakin menyadari bahwa saya tidak mempunyai hak untuk mencampuri urusan pribadi orang lain. Bahkan terhadap sahabat saya sekalipun.

Saya mempunyai beberapa teman perempuan, teman semasa SMA dan juga teman sekantor. Mereka atraktif, menarik, pintar dan juga mempunyai percaya diri yang tinggi. Dari segi finansial pun mereka adalah perempuan di atas rata-rata.
Satu hal yang mungkin di pertanyakan oleh orang-orang adalah, mereka belum menikah....hingga sekarang.
Sedangkan saya sendiri sekarang sudah berumur 38 tahun, teman-teman sepantaran saya juga pastilah berumur sama atau lebih tua setahun dua tahun dari saya.

Sebisa mungkin, saat saya bersama mereka, ngobrol ngalor ngidul hahahihi...tidak pernah sekalipun saya menanyakan kapan mereka akan menikah. Karena saya tahu ada 2 kemungkinan apabila saya bertanya demikian ;
  1.  Mereka akan sangat tersinggung karena menikah atau tidak menikah adalah urusan pribadi dan tentu saja saya tidak berhak untuk menanyakan hal yang belum tentu bisa mereka jawab.
  2. Mereka akan menjauhi saya karena saya tidak mempunyai empati sama sekali. Siapa sih perempun yang tidak ingin menikah, apalagi kalau sudah matang dan dewasa. Tapi tentu saja mereka mempunyai alasan yang mungkin tidak semua orang akan mengerti.
Saya sudah menikah selama 15 tahun, anak sulung saya tahun ini berumur 13 tahun. Banyak teman-teman yang juga bertanya, kenapa saya gak mau nambah anak ? 
Dalam hati saya menangis, meskipun bibir saya tersenyum. Mereka tidak tahu dan mereka juga tidak perlu tahu bahwa saya terkena Hipertiroid sehingga hormon saya kurang stabil apabila di bandingkan dengan wanita-wanita normal yang lain. Dan kemungkinan besar mempengaruhi kesuburan saya.

Baca juga : Tentang Hipertiroid


Dan saya juga tidak harus menjelaskan hal ini kepada semua orang {kecuali sekarang ini}. Bukan karena apa-apa tapi untuk membuka pengertian orang-orang bahwa tidak semua orang berhak menerima pertanyaan yang sedemikian menohok.




Jadi tolong, apabila ada teman kita yang belum menikah padahal sudah seumur kita, belum mempunyai momongan padahal sudah menikah lama, tolonglah jangan menyakiti hati dan perasaan teman kita dengan bertanya ,"Kapan ?"

Tetapi semestinya, seperti saya, mereka juga akan semakin mengetahui cara untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut tanpa merasa terluka. 
Karena saya tidak akan berbagi rahasia dengan semua orang kecuali rahasia tersebut memberikan manfaat dan berguna untuk orang lain.

Akhir kata, tolong bertanyalah dengan bijak, jangan bertanya hanya karena iseng atau takut di anggap jaim.
Saya pribadi lebih senang kalau ada teman atau sahabat yang menyapa dengan bertanya, "Wah...sekarang tambah seger dan awet muda ya...apa rahasianya ?"
Ini pertanyaan yang paling saya suka banget, karena secara tidak langsung memuji saya awet muda {halah...}

Yakinlah dan hormati bahwa sebuah rahasia berhak untuk tetap menjadi rahasia.

Silahkan kalau ada yang mau menambah barisan sakit hati di komen ehehe...tapi jangan lupa untuk memaafkan ya karena memaafkan juga bisa sebagai obat dan terapi untuk diri kita sendiri.