10/04/2016

Membangun Indonesia Melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi

Membangun Indonesia melalui teknologi informasi dan komunikasi


Berbagi sedikit pengalaman dalam mengamati, memakai dan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi dari masa ke masa.

Tahun 2000
Saya teringat pengalaman bekerja sekitar 15 tahun yang lalu saat teknologi informasi dan komunikasi belum secanggih sekarang.
Dulu, di tahun 2000-an apabila ingin tersambungkan ke internet harus ada modem, sekarang juga sama sih ya. Cuman bedanya, saat itu modemnya bergantian dengan line telepon. Belum ada yang model wireless seperti sekarang ini.




Bisa di bayangkan saat ada telpon masuk sementara line-nya masih nyambung ke internet ? Yah..begitulah, banyak panggilan telepon tidak bisa masuk karena nada deringnya sibuk terus.
Saat itu telepon kabel masih sangat berjaya sementara teknologi handphone belum menjamur seperti sekarang ini, apalagi smartphone yang malah belum lahir saat itu.
Handphone yang paling canggih saat itu adalah merk NOKIA yang segede gaban (serius gak bercanda).
Kok sepertinya saya produk jaman baheula ya hehehe...iya emang saya generasi tahun 90-an.

teknologi informasi dan komunikasi tahun 2000
sumber gambar : www.pusatgratis.com

Tahun 2003
Tahun 2003, saya bekerja di sebuah perusahaan furniture yang berorientasi eksport. Sebagai sales dan marketing, saya di tuntut untuk bisa memperoleh dan mendapatkan order. Kalau tidak di tuntut seperti itu, apalah gunanya sales, ya kan..?
Apalagi saya tidak mendapakan gaji tetap bulanan, penghasilan saya based on komisi. Ada order baru ada uang gituh ....
Pekerjaan saya saat itu bisa di bilang sebagai full freelancer.
Di tahun inilah, saya mengamati bahwa teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang dengan mulai maraknya perusahaan-perusahaan besar dan kecil membuat website sebagai informasi visual tentang apa yang perusahaan tersebut kerjakan atau produksi. Atau berisi tentang  portofolio perusahaan maupun sebagai media kit untuk berjualan.

Blog dan blogger mulai menggeliat menggunakan platform Blogspot, Multiply dan Wordpress. Saat itu pengguna Multiply dan Blogspot lah yang lebih banyak di banding Wordpress karena Wordpres masih menggunakan platform bahasa inggris.

Dalam pekerjaan saya sebagai freelancer, saya membutuhkan banyak data dan informasi yang siap sedia apabila saya perlukan.
Google, Yahoo, MSN, adalah beberapa mesin pencari yang amat sangat saya butuhkan dan sangat saya percayai untuk membangun database.

Website dan database, selain tentunya kualitas produk dari perusahaan dalam hal ini memampukan saya untuk menjual diri dengan baik untuk mendapatkan order. Bahkan order dari seseorang nun jauh di sana dari Amerika yang sama sekali saya dan dia belum pernah bertemu sebelumnya untuk sekedar bertatap muka.

Saya lebih banyak memperoleh buyer dari Amerika daripada Inggris atau Jerman, tidak tahu kenapa padahal database saya terhitung lengkap. Mungkin karena apa menarik apa dan siapa menarik siapa dalam fisika kuantum ? Saya tidak tahu.
Yang penting ada order masuk, perusahaan bisa terus berproduksi dan saya bisa menghasilkan uang.
Beberapa portofolio pekerjaan saya bisa di lihat di sini (bukan pamer tapi emang narsis hehe) dan siapa tahu ada yang hire saya kemudian (uppsss)



Tahun 2015
Berganti tahun, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) semakin berkembang pesat di indonesia dengan munculnya berbagai platform digital anak bangsa seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan lainya yang selain menjual produk sendiri juga membuka kesempatan kerjasama dengan menjadi marketing afiliasinya.

Menurut data dari Kominfo, 6 start up IT sukses di Indonesia per Oktober 2015 adalah:
1. Gojek dengan tagline : an ojek for every need
2. Bukalapak dengan tagline : Jual-Beli online mudah dan terpercaya
3. Traveloka dengan tagline : cari tiket murah dan juga cepat
4. Alegrium dengan tagline : happiness
5. IDWS dengan tagline : file hosting gratis indonesia
6. nulisbuku.com dengan tagline : self published your own book

Selama kurun waktu 15 tahun, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia maju dengan sedemikian pesatnya.

Lalu, apa sajakah keuntungan atau manfaat dari teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ini bagi masyarakat di Indonesia ?


infografis manfaat teknologi dan informasi bagi #kitaindonesia
infografis manfaat TIK bagi kita


#1. Teknologi Informasi (TIK)sebagai media pembelajaran
Tidak bisa di pungkiri bahwa internet dan terutama google menjadi alat atau mesin pencari yang sangat dibutuhkan hingga saat ini.
Google memungkinkan untuk mencari dan mengunduh informasi apapun yang kita butuhkan hanya dalam hitungan detik.
Saya banyak belajar dari internet terutama tentang bagaimana cara membangun database dan cara meningkatkan penjualan, kalau sekarang sih lebih ke belajar parenting dan juga cara menjadi blogger yang menghasilkan (#uhuk).

Teringat lagi pengalaman setahun yang lalu saat kota Palangkaraya (tempat tinggal saya) di serang kabut asap. Bukan kabut asap yang sehari dua hari selesai tetapi hingga berbulan-bulan. Salah satu dampaknya adalah proses kegiatan belajar mengajar harus terhenti total.
Anak saya di haruskan belajar di rumah selama 1 bulan penuh dan di haruskan mengerjakan berbagai tugas oleh guru-gurunya.
Salah satu tugas yang harus di kerjakan adalah melalui Quipper.
Quipper School adalah sebuah platform online GRATIS untuk guru dan siswa. Quipper terdiri dari dua bagian atau link yaitu LINK untuk guru dan LEARN untuk siswa.
Berkat kemajuan teknologi dan informasi, guru dan anak saya di mudahkan dalam hal pembelajaran melalui platform online Quipper School.


#2. TIK sebagai media komunikasi
Jaman saya kecil dulu, media komunikasi yang paling umum dan paling canggih saat itu adalah surat yang di kirim dan diterima melalui kantor pos.
Sekarang,  di jaman teknologi informasi era digital sekarang ini, surat seolah menjadi barang yang langka dan sangat berkurang penggunaannya,
Karena selain butuh waktu yang lama untuk sampai di tangan si penerima, kemungkinan lain adalah saat berita sudah di terima oleh si penerima surat, bisa jadi berita tersebut sudah out of date.
Itulah mengapa, sekarang ini aplikasi seperti Facebook, Skype, Twitter, Instagram,  Hangout, Messenger menjadi sangat di minati oleh semua lapisan masyarakat.
Salah satu keunggulannya adalah sebagai media komunikasi yang pada penggunaannya, semua aplikasi tersebut di gunakan secara online dan up to date.
Kita mengabarkan berita yang sedang terjadi dan bukan yang sudah terjadi (tidak seperti surat menyurat).

#3. TIK menghilangkan batas waktu dan wilayah
Seperti yang sudah saya sebutkan di poin no. 2, teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini seakan (dan memang benar)  menghilangkan batas waktu dan batas wilayah bagi para penggunanya.
Contoh yang paling mudah adalah saat saya bekerja sebagai sales furniture dulu.
Batas wilayah antara Indonesia dan Amerika, begitu juga perbedaan waktu seolah-olah hilang tak berbatas. Saya bisa bercakap-cakap atau mengirim email kepada buyer saya di Amerika dan begitu juga dengan mereka.
Aplikasi percakapan online seperti Skype dan Google hang out membuat saya mudah berkomunikasi secara langsung dengan mereka tanpa harus bertemu secara langsung.


#4. TIK meningkatkan produktivitas kerja
Melalui internet, segala sesuatu yang dahulu tidak mungkin menjadi mungkin.
Sebagai seorang freelancer dan pengelola blog pribadi, saya membutuhkan banyak alat untuk bekerja yang biasanya saya unduh atau saya gunakan secara online seperti :

  • gambar gratis yang bisa saya unduh di Pexels dan PixaBays asalkan ada koneksi internet
  • invoice yang bisa saya kirimkan secara online melalui invoiceable
  • dropbox untuk sharing file antar kolega
  • evernote untuk memudahkan menyimpan catatan secara online dan masih banyak lagi alat-alat lainnya yang menggambarkan betapa saya dan kita sangat beruntung menikmati teknologi internet dan komunikasi masa kini .

Saya tidak bisa membayangkan apabila saya harus mendapatkan semua alat ini tanpa bantuan teknologi informasi dan komunikasi. Pasti saya membutuhkan dan memerlukan waktu yang tidak sedikit yang mana waktu tersebut bisa saya pergunakan untuk mengerjakan pekerjaan lain yang lebih penting dan mendesak.
Dengan adanya ala-alat yang sudah tersedia online seperti ini, waktu yang saya punyai bisa saya pergunakan untuk melakukan pekerjaan seperti menulis artikel, mencari referensi artikel, mengikuti lomba blog #KitaIndonesia dan masih banyak lagi.

#5. TIK mempermudah memperoleh informasi dan mendapatkan lapangan kerja baru
Kembali lagi ke tahun 1998-an saat saya baru saja lulus kuliah. Satu-satunya informasi yang saya pikirkan untuk bisa mendapatkan informasi lowongan pekerjaan adalah melalui surat kabar, terutama surat kabar lokal yang terbit setiap hari Sabtu dan Minggu.
Entah sudah berapa eksemplar koran, amplop, kertas folio dan perangko yang sudah saya gunakan untuk mengatasi kebrutalan saya waktu itu demi memperoleh satu pekerjaan dan menjadi seorang karyawan.


Sekarang, mengirim dan membuat lamaran pekerjaan bisa menggunakan CV dan resume online, banyak template gratis yang bisa kita unduh dari internet dan langsung bisa kita gunakan tanpa harus menulis secara manual.
Pengiriman lamaran pekerjaan dan resume pun sekarang bisa di lakukan melalui email tanpa harus menggunakan perangko, amplop dan jasa kantor pos. Lebih murah, lebih cepat sampai dan tidak boros waktu.

Pun sekarang saya mengamati bahwa teknologi informasi dan komunikasi bisa membuat kita melamar pekerjaan di luar negara. Istilahnya remote job. Banyak job yang bisa kita kerjakan dari jarak jauh (antar negara) seperti pekerjaan web desainer, ilustrator, pengarang buku, bahkan administrasi pribadi atau virtual assistant. Tergantung skill dan kemampuan kita, juga kesempatan untuk bisa mendapatkan remote job tersebut.

Itulah mengapa saya mengatakan bahwa menggunakan teknologi informasi dan komunikasi membuat kita bisa mendapatkan pekerjaaan yang tidak terbatas.

#6. TIK mempermudah menerima dan mengirim uang secara online
Siapa sih yang tidak pernah berbelanja online atau online shopping ? Pasti sudah pernah kan ya ?
Dulu saya sempat takut di bohongi oleh olshop-olshop kalau belanja online, karena kurang pengalaman cara berbelanja, itu saja. Tetapi tidak semua olshop itu penipu. Banyak olshop yang memang jujur dalam usahanya dan menjadi langganan belanja hingga sekarang.
Saya seringkali berbelanja baju, sepatu, handphone dan laptop dari online shopping seperti Lazada, Blibli, Ruparupa dan Bhinneka.
Memangnya di Palangkaraya tidak ada toko yang menjual barang-barang tersebut ?
Ada sih, tetapi pilihannya sangat terbatas, maklum lah pulau luar Jawa.



Saat harus pulang ke Semarang, membeli tiket pesawat juga lebih sering order di Traveloka (beberapa kali) dan Instant Ticket (baru sekali beli disini).
Salah satu alasannya memang lebih enak dan enjoy berbelanja atau memesan tiket dari rumah, tidak ribet, tidak capek, tidak boros bensin atau bbm dan hemat waktu.


Untuk sistem pembayaran di olshop seperti yang saya sebutkan di atas, saya lebih sering transfer menggunakan e-banking atau internet banking. Tinggal buka website nya, masukkan user name dan password, siap token di pencet dan it's done. Bayar pakai kartu kredit juga pernah karena iming-iming cicilan tetap selama setahun tanpa bunga (dasar emak-emak boros) tinggal masukkan nomor kartu kredit dan tunggu verifikasi via handphone dan tralllaaa.....it's done.
Semua itu membutuhkan teknologi informasi dan komunikasi.

alat transaksi perbankan online www.indriariadna,com
alat transaksi perbankan online

***

Pada tahun 2015, Kominfo mengadakan survei dengan jumlah sampel sebanyak 9.636 rumah tangga yang terdiri dari 139 kabupaten/kota dari 34 provinsi, dengan usia sampel individu berkisar dari 9 hingga 65 tahun.

Data yang di peroleh dari hasil survei tersebut antara lain :

  1. sebanyak 35,1% rumah tangga memiliki akses terhadap internet
  2. sebanyak 64,9% rumah tangga tidak memiliki akses terhadap internet
survei kominfo tahun 2015 www.indriariadna.com
infografis survei Kominfo 2015



Lokasi pengaksesan internet, menurut survei, paling banyak di lakukan melalui :

  1. Lokasi di mana saja dengan menggunakan handphone atau smartphone sebanyak 66,3 %.
  2. Akses melalui rumah sebanyak 50,2 %
  3. Akses saat di kantor : 32,4 %
  4. Akses saat di rumah teman : 29,3 %
  5. Akses di warnet :25,0 %
  6. Akses saat di sekolah :24,2 %
  7. Akses di komunitas : 21,9 %
  8. Lainnya : 6,9 %

Infografis di atas juga menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun,  pengguna dan pengakses internet menunjukkan peningkatan yang cukup tajam.

Melihat dari data survei Kominfo, akses terhadap internet paling banyak di lakukan melalui handphone atau smartphone. Sebagai orangtua kita wajib berjaga-jaga dan secara preventif mencegah anak melihat berbagai hal yang tidak pantas di lihat melalui gadget yang di milikinya terutama pencegahan terhadap pornografi.

Selain keuntungan dan manfaat yang bisa kita peroleh dari berkembangnya TIK di Indonesia, yang mana sangat saya syukuri, jangan lupa bahwa selalu ada hal negatif pula yang menyertainya. Seperti yang saya katakan di atas yaitu tentang pornografi.

Pornografi sekarang ini tidak melulu di tampilkan melalui film tetapi juga di tampilkan melalui banyak game yang sangat populer dan di sukai anak-anak serta remaja.
Salah satu contohnya adalah GTA (Grang Theft Auto). Masih banyak lagi game yang lain yang tidak saya sebutkan di sini.

Apabila anak kita memiliki smartphone atau gadget,  kita bisa mensetting playstore sesuai dengan yang kita inginkan.
Maksudnya, apabila anak kita sedang mencari game baru untuk di download/unduh, kita secara preventif bisa mensetting pencarian yang aman yang sesuai dengan usia anak kita.
Bisa di setting untuk anak usia 3 tahun, remaja dan juga non-setting alias default.
Smartphone anak saya juga saya setting demikian supaya lebih aman (sambil noleh kanan kiri).

Saya percaya bahwa teknologi informasi dan komunikasi, apabila di kembangkan dengan benar, bisa kita berdayakan dan kita pergunakan untuk membangun Indonesia, negeri tercinta ini.
Salah satu contohnya adalah perusahaan start up yang saya bahas di atas yang memang sudah berhasil dan menghasilkan uang.

Apabila generasi kita dan anak-anak kita bisa menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin berkembang pesat di Indonesia dengan benar, percayalah, akan ada generasi kita yang akan mengalahkan Facebook dan Google suatu hari nanti karena #KitaIndonesia.


Referensi :
Data Survei Kominfo tahun 2015 tentang akses rumah tangga terhadap internet

Artikel ini saya ikutsertakan dalam lomba blog #blogcompetition #KitaIndonesia.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

8 komentar

TI memang menjadikan hidup kita semakin mudah karena aneka ilmu dapat kita peroleh di internet.
Tinggal menjaga agar keberadaan internet tidak menjadikan kita masuk perangkap kemudaratan.
Terima kasih artikelnya yang informatif.
Salam hangat dari Jombang

Balas

setuju sekali dengan Pakdhe :)
terimakasih sudah meluangkan waktu mampir kesini, salam hangat dari Palangkaraya buat pakdhe ^^

Balas

TIK juga diajarkan di sekolah2 kan ya

Balas

Di Jawa di ajarkan di sekolah mbak, tapi di luar jawa (saya di kalimantan) tidak ada pelajaran TIK, komputer pun bisa di bilang tidak ada di sekolah, jadi ya harus belajar di rumah sendiri kalau anak saya.

Balas

lengkap banget mamfaat TIK yang dijabarkan mbak..dampak buruknya mungkin jadi susah cari jod*h padahal banyak media social mungkin karena banyak pilihan juga ya jd anak muda pada bingung wkwkwkkw *ngacooo...memang ketika semua online semua info menjadi mudah namun ada dampak buruknya terutama untuk anak seperti yang disebutkan tadi game jenis kekerasan dan konten porno mudah di akses..jadi penasaran juga generasi kedepan bakal seperti apa teknologinya.

Balas

bukannya malah lebih gampang cari jodoh, ibarat kata tinggal buka katalog, cocok, angkut wakwakwakkkkk

Balas

Teknologi itu membawa perubahan yang sangat cepat ya mba, walau ada sisi negatifnya sisi positifnya juga tak kalah luar biasa.

Balas

bener banget Mbak Ira, bagaimana kita memakai dengan baik dan bijak

Balas

Please comment here :