Top Social

Siap Dana Sekolah Anak dan Siap Dana Pensiun

6/11/2016
cara berinvestasi untuk sekolah anak
ilustrasi lulus wisuda

Seperti kupu-kupu, bermetaforfosis dari ulat sampai dengan menjadi kupu-kupu yang indah, saya berpikir manusia pun sama.

Secara umum kita memulai kehidupan sebagai seorang pria atau wanita single, menikah dan kemudian mempunyai keturunan.

Setiap kebutuhan dalam setiap fase yang kita lalui pun berbeda. Seperti saat kita masih single tentunya kebutuhan kita akan berbeda saat kita sudah menikah. Saat kita masih single mungkin kita belum terlalu memikirkan untuk mempunyai rumah atau aset properti karena kita masih tinggal dengan orang tua.

Saat mempunyai rencana untuk menikah biasanya kita baru memikirkan tentang tabungan atau berapa besar budget untuk menikah, mengambil kpr rumah, menghitung berapa angsuran mobil, mengambil asuransi kesehatan, asuransi jiwa dan lain sebagainya.

Demikian pun saat kita sudah memiliki anak, kebutuhan primer dan sekunder kita akan semakin berkembang. Tidak hanya terbatas pada memiliki tempat tinggal tetapi sudah harus memikirkan rencana untuk jangka panjang yang meliputi bagaimana nanti memenuhi kebutuhan hari tua kita, anak-anak kita butuh biaya pendidikan berapa, rencana naik haji, rencana liburan tahunan, mengembangkan aset dll.

Jangan sampai di saat kita sudah pensiun kita tidak mempunyai dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan jangan sampai membebani anak cucu kita kelak.

Mengapa kita perlu memikirkan rencana jangka panjang dalam hidup kita dan apakah manfaat dari rencana keuangan kita ?

 Pentingnya perencanaan keuangan :
 Memberikan rasa optimis mengenai masa depan Anda, terutama pada saat pensiun.    Mendorong Anda untuk menabung dan berinvestasi untuk sesuatu yang penting di masa yang akan datang.   Memberikan rasa aman terhadap keuangan keluarga Anda jika Anda jatuh sakit atau tidak dapat bekerja lagi. 
Sumber : reksadana.danareksaonline.com

Yang mana rencana dan tujuan tersebut sangat subyektif sifatnya tergantung kepada tiap kebutuhan keluarga masing-masing. Kebutuhan keluarga saya pasti saja berbeda dengan rencana dan tujuan keluarga anda.

Bagi saya pribadi, hal yang penting untuk dapat kami lakukan 5 tahun yang akan datang adalah mampu membayar uang kuliah anak kami. Tentu saja dengan harapan bahwa 5 tahun yang akan datang kami tidak akan mempunyai kekhawatiran akan mengalami kekurangan dana untuk uang pangkal kuliah dan kelengkapannya.


Baca juga : Tips Investasi ala Ibu Rumah Tangga



Sedangkan untuk 10 atau 15 tahun yang akan datang, kami sudah harus berhitung mulai sekarang tentang dana pensiun/hari tua mengingat umur kami yang sebentar lagi menginjak usia 40 tahun.

Lalu bagaimana caranya mengetahui berapa dana yang saya butuhkan 5 tahun ke depan untuk biaya kuliah dan 10 tahun ke depan untuk biaya pensiun? Tentu saja saya harus berhitung….

Jadi hal-hal yang harus kami pikirkan adalah :

Tujuan jangka pendek 5 tahun ke depan : kuliah anak

  • Bagaimana cara menghitungnya ?
  • Berapa biaya yang kami butuhkan untuk biaya kuliah 5 tahun ke depan ?
  • Berapa dana yang harus kami investasikan per bulan untuk tujuan ini ?
  • Selain tabungan dan deposito, apakah ada instrument investasi lain yang memberikan imbal hasil lebih besar dan sesuai dengan tujuan kami ?

Tujuan jangka panjang 10 tahun ke depan : dana pensiun/hari tua

  • Bagaimana cara menghitung biaya pengeluaran bulanan kami untuk 10 tahun ke depan ?
  • Berapa biaya yang kami butuhkan untuk membiayai hidup kami dengan layak setelah kami pensiun?
  • Berapa dana yang harus kami investasikan per bulan untuk tujuan ini ?
  • Selain tabungan dan deposito, apakah ada instrument investasi lain yang dapat memberikan imbal hasil lebih besar ?

Saya akan merincinya satu persatu :

Kuliah anak

Bagaimana cara menghitung biaya kuliah 5 tahun yang akan datang dan berapa biaya yang kami butuhkan untuk biaya kuliah 5 tahun ke depan ?

Saya mencari di internet untuk mencari informasi tentang berapa kira-kira biaya kuliah untuk tahun sekarang 2016/2017. Dari situs http://www.biayakuliah.web.id/

Saya mendapat informasi tentang biaya kuliah dari beberapa PTN maupun PTS di Indonesia.

Sebagai ilustrasi saya menggunakan penghitungan berdasarkan uang pangkal 2016/2017 yaitu sebesar Rp.25 juta untuk jenjang S1. Biaya uang pangkal ini di luar biaya BOP [biaya operasional pendidikan] , DKFM [ dana kesejahteraan dan fasilitas mahasiswa] dan DPP [dana pelengkap pendidikan]. Untuk lebih mudah membandingkan maka saya menggunakan uang pangkal saja yaitu sebesar Rp. 25 juta.



Dan hasilnya di bawah ini :

ilustrasi perhitungan dana sekolah anak
sumber : website Allianz, kalkulator finansial


Dengan asumsi uang pangkal kuliah tahun 2016/2017 adalah Rp. 25 juta rupiah, tingkat inflasi per tahun 12% dan saya mempunyai waktu 5 tahun saja karena anak saya sudah kelas 8 SMP, maka 5 tahun yang akan datang saya harus menyiapkan dana sebesar kurang lebih Rp. 44 juta untuk uang pangkal kuliah.

hasil jumlah dana sekolah anak
sumber : website Allianz, kalkulator finansial

Untuk lebih mudah dalam penghitungan, silahkan menggunakan kalkulator finansial yang bisa anda temukan dengan mudah di internet.

Berapa dana yang harus kami investasikan per bulan untuk tujuan ini ?

Dari hasil perhitungan kalkulator finansial di atas, dengan jangka waktu 5 tahun dan ekspektasi imbal hasil 12% per tahun dengan dana investasi per bulan 500.000 rupiah. Maka 5 tahun lagi kami akan mendapatkan dana kurang lebih Rp. 42 jutaan.
Secara target memang masih kurang  2 – 5 juta tapi tidak apa-apa asalkan  sudah mendekati target.

Untuk dana pendidikan anak, kami memilih instrument investasi reksadana sejak 2 tahun yang lalu.

investasi untuk dana pendidikan anak
sumber : dokumen pribadi

Mengapa kami memilih berinvestasi di reksadana? Karena sebelumnya kami sudah menghitung dan membandingkan kekurangan dan kelebihan beberapa investasi di bawah ini :

Tabungan dan atau deposito
Berdasarkan perhitungan,  imbal hasil yang kami terima nantinya akan terlalu kecil dan akan habis tergerus inflasi tiap tahun. Ambil contoh deposito yang memberikan imbal hasil rata-rata 5% sedangkan inflasi tiap tahun rata-rata 12%.  Uang kita tidak akan bertambah tetapi modal dan hasil kita malah akan habis tergerus inflasi. Tentunya kita tidak mau berinvestasi tetapi kok malah rugi pada akhirnya.

Logam Mulia

Tolong di ingat bahwa logam mulia tidak sama dengan emas perhiasan. Mengapa ?
-         Karena kadar kemurnian logam mulia yang 99.99% di bandingkan dengan emas perhiasan yang berkisar 18% - 22% saja
-         Logam mulia tidak di kenakan biaya pembuatan sedangkan emas perhiasan ada biaya yang harus di kenakan apabika kita membeli atau menjual kembali
          
Logam mulia memang bagus untuk investasi jangka panjang tetapi tidak efisien karena kita membutuhkan tempat yang aman untuk menyimpannya. Kita tidak mungkin menyimpannya di bawah tempat tidur  kan?



Tanah atau asset properti
Memiliki nilai imbal hasil yang tinggi untuk jangka panjang tetapi tidak likuid yang artinya tidak setiap saat kita bisa menjual dan mendapatkan kembali hasil investasinya [uang]. Butuh waktu beberapa lama untuk menjual asset yang berbentuk tanah atau rumah.


Reksadana

Pengertian Reksadana adalah alternative berinvestasi di instrument pasar modal [seperti saham, obligasi, pasar uang] dengan cara yang lebih mudah dan terjangkau. Kita [investor] tidak perlu bingung untuk memilih, memantau dan menjalankan aktivitas investasi karena ada manajer investasi yang akan melakukannya untuk kita.
 [di kutip dari website: www.klikmami.com
]  

Kalau anda berpikir berinvestasi di reksadana adalah mahal maka anda salah besar. Bagi para investor pemula, banyak reksadana yang bisa di beli hanya dengan harga Rp. 100.000 saja per unit nya. Sangat murah bukan? Bahkan lebih murah daripada biaya ngopi ke kafe setiap bulan.
                   
Mengutip dari laman  reksadana.danareksaonline.com berikut ini ilustrasi tujuan keuangan dan sarana investasi yang tepat untuk mencapainya.

sarana investasi untuk dana pendidikan anak
sumber : reksadana.danareksaonline.com

Dari ilustrasi di atas, jelas bahwa deposito dan tabungan kurang tepat untuk menjadi sarana investasi untuk dana pendidikan anak ataupun dana pensiun.

Deposito dan tabungan lebih cocok untuk menjadi sarana kebutuhan dana yang bersifat mendadak semisal dana untuk kebutuhan hidup 3 - 6 bulan saat kita terkena PHK dan belum mendapat pekerjaan yang baru.

Properti, saham dan reksadana menjadi pilihan yang tepat sebagai sarana investasi khususnya untuk pendidikan anak dan dana pensiun.


Yang tidak kalah penting, salah satu mantra dalam investasi adalah semakin lama jangka waktu dan semakin muda usia kita memulai investasi maka akan semakin terjangkau [murah] dana yang harus kita sisihkan per bulan atau per tahunnya.


Baca juga : 10 Ide Bisnis Untuk Ibu Rumah Tangga



Dan mantra yang kedua adalah :


"Apapun pilihan anda, jangan pernah menempatkan semua telur dalam satu keranjang. Artinya, jangan menempatkan semua portofolio anda dalam satu jenis saja tetapi harus di diversifikasi sehingga dapat meminimalkan resiko yang mungkin timbul. "
rumah-yube.blogspot.co.id
sumber : clipart.com

Dana Pensiun

Saya membuat tabel perhitungan untuk menghitung berapa dana yang harus kami sisihkan tiap bulan apabila kami ingin menghasilkan dana 1 Milyar [Rp. 1.000.000.000] dalam jangka waktu 10 tahun yang akan datang. Hasilnya di bawah ini :

ilustrasi perhitungan dana pensiun
sumber : dokumen pribadi

 Dengan asumsi imbal hasil atau bunga rata-rata 15% per tahun maka kami harus menyisihkan dana Rp. 4 jutaan per bulan selama 10 tahun.


ilustrasi dana yang di butuhkan saat pensiun
sumber : dokumen pribadi


Tabel ini mengatakan pada saya bahwa apabila saya hanya mampu menyisihkan dana Rp. 1 juta per bulan maka saya butuh waktu lebih lama yaitu 18 tahun untuk mencapai target 1 Milyar seperti yang saya rencanakan.

Hikmah dari perbandingan 2 tabel tersebut di atas adalah semakin pendek jangka waktu yang kita punyai maka kita harus menyisihkan dana yang semakin besar per bulan atau per tahunnya.  Dalam hal ini saya setuju bahwa waktu adalah uang. Maka dari itu, berinvestasilah mulai sekarang.


investasi logam mulia
sumber : qiesta.net

Khusus untuk persiapan dana pensiun, kami membuka rekening investasi reksadana berbasis syariah.

reksadana syariah
sumber : dokumen pribadi

Menurut bareksa.com produk keuangan syariah sektoral amanah ini cenderung bagus pergerakannya dan stabil dari awal tahun 2015 – awal 2016.


analisa reksadana mssa menurut bareksa
sumber : bareksa.com
Tentu saja kami merasa bahwa kami tidak salah pilih berinvestasi di reksadana syariah ini karena ternyata performa dan imbal hasilnya stabil dan menguntungkan.

Mengapa saya mantap memilih reksadana syariah? Karena :
Investasi reksadana syariah hanya bisa di lakukan pada instrumen keuangan  yang berbasis syariah yaitu :

1. Efek pasar modal syariah misalnya obligasi syariah dan saham-saham yang termuat dalam Daftar Efek Syariah yang di tetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan.
2. Instrumen pasar uang syariah misalnya sertifikat investasi mudhabarah antar bank
Sumber : blogduitpintar.com


Walaupun pasti ada resiko yang mungkin timbul seperti berkurangnya nilai NAB tetapi itu adalah hal yang wajar.


Baca juga : Only Saving Is Not Enough



Kami percaya bahwa investasi syariah bisa membantu kami mewujudkan cita-cita dan harapan kami 10 tahun yang akan datang.

Bagaimana dengan anda ? Apa yang akan anda lakukan 10 tahun lagi ?


Silahkan untuk di bagikan atau share sekiranya artikel ini bermanfaat.
Artikel ini di ikutkan lomba Aku Cinta Keuangan Syariah yang di selenggarakan oleh DPMS OJK dengan tema “Wujudkan Impianmu, #10tahun lagi !“


rumah-yube.blogspot.co.id
sumber : website ACKS


Post Comment
Posting Komentar

Please comment here :

Auto Post Signature