3/16/2015

BPJS di Palangkaraya, Kalimantan Tengah

Halo...agak lemes salam sapa saya..

Saya mengurus BPJS sekeluarga waktu masih tinggal di Semarang, di Jalan Sultan Agung.
Antri nya jangan di tanya sampai saya harus kembali  2 kali.

Hari pertama untuk menanyakan ke CS nya, kebetulan hari itu hari Jumat dan sudah tanggal pertengahan. Jadi si bapak CS menyarankan saya  untuk pulang dulu saja, menyiapkan syarat-syaratnya dan kembali lagi di awal bulan.



Baca juga : Ganti Kacamata Menggunakan BPJS


Singkat cerita BPJS kami sudah tercetak dan sudah jadi, walaupun saya klenger di kantor BJPS. Lama antri, ngantuk, ga bawa bekal minum, jadinya kepala nyut-nyutan, untung nggak pingsan.  Itu setahun yang lalu, bulan Maret.



mengurus kartu BPJS di palangkaraya
kartu BPJS

Setelah pindah ke Palangkaraya, saya pikir harus di upgrade nie siapa tahu nggak bisa di pakai di Palangkaraya kartu BPJS nya.


Jadilah saya searching alamat kantor BPJS di Palangkaraya yang ternyata berlokasi di Jl. Diponegoro, belok kiri dari bundaran kecil.

Saya ke sana, tanya dengan bapak CSnya, kemudian di beri tahu kalau yang terdekat dengan lokasi tempat tinggal saya adalah Puskesmas Kayon.
Sebenarnya saya ingin pilih dokter umum, tapi saya lihat di list nya kok tidak ada dokter gigi. Padahal saya dan Mikhael selalu langganan kalau masalah gigi.

Si bapak CS nya bilang," di sini tidak sama dengan di Jawa bu, kalau ingin ada dokter gigi, mending pilih Puskesmas saja".

Ya wis lah, manut sama si bapak. Proses nya cepat, nama dokter yang saya pilih sewaktu di Semarang, di timpa dengan label bertuliskan "Kayon" and it's  finishsed. Tidak menduga secepat itu, saya pikir kartu BJPS nya akan di ambil dan di ganti baru, ternyata saya terlalu berkhayal.

Kami memilih BPJS kelas I yang se bulannya 59.500 per orang, jadi sebulan kurleb 180.000
Setelah setahun, kami pikir-pikir mending pindah kelas aja ke kelas III, toh pelayanan nya sama, sama-sama di puskesmas, hanya beda kamar saja kalau di RS.

Jadilah beberapa hari lalu, saya pergi lagi ke BPJS di Diponegoro untuk pindah kelas.
Waktu masuk ke CS, bilang keperluannya mau pindah kelas, di cek kartunya, kemudian di minta untuk isi formulir pindah kelas. Setelah itu di beri nomer antrian, saya dapat nomer antrian 25.

Saya duduk menunggu selama hampir 3 jam, untung saya bawa minuman, kalau tidak pasti maag saya sudah kumat.
Ada 4 petugas yang berjejer di depan, tapi menurut saya, pelayanan mereka terlalu lama, atau mereka terlalu perhatian, saya tidak tahu.

Saya datang sekitar pukul 9 dan nama saya di panggil pukul 12.00, you know what I mean.

Dan yang paling bikin bete adalah :

  • di tanya : kenapa kok pindah kelas, maksudnya down grade gitu dari kelas I ke kelas III (ini wajar sih) saya jawab kemahalan bu (ngawur jawabnya, biar cepet slesai)
  • terus ibu petugas nya klak klik di komputer, terus bilang ke saya, di tunggu dulu ya bu biar di cek dulu pembayaran nya.
  • oke saya duduk lagi di kursi antrian
  • 5 menit kemudian di panggil lagi oleh ibu petugas yang berbeda dan bilang, ibu ini pembayaran nya sudah kami cek dan ternyata bulan ini sudah di bayar ya BJPS nya. Saya jawab iya.
Kemudian dia bilang, kalau sudah di bayar bulan ini tidak bisa di proses bu, nanti ke sini lagi aja awal bulan, tapi BJPS nya jangan di bayar dulu

WHATTTTTTTTTTTT
WTF

Kenapa setelah saya antri 3 jam, menahan lapar, haus, pingin ngopi tapi apa yang saya dapat. Nihil. Nol besar.

Yang membuat saya jengkel karena waktu saya terbuang percuma adalah, seharusnya si CS bisa kan ngintip sebentar di komputer nya, cek data saya dulu, jadi waktu saya tidak terbuang di sini. huhuhu (nangis)

kemudian CS bisa bilang ke saya, maaf bu tidak bisa di proses bulan ini karena bla...bla..bla..., BUKAN SETELAH SAYA MENUNGGU 3 JAM

Saya sangat menyesalkan cara dan sikap kerja yang tidak profesional seperti ini. Benar-benar membuat pingin marah tapi saya masih butuh layanan nya.

Tidak tahu sih, siapa penanggung jawab BPJS, tapi lha mbok pegawainya di training dulu dengan baik, terutama yang di front office kayak si CS tadi.

Maaf saya tidak bermaksud untuk merendahkan atau menyinggung, tapi saya juga seorang pekerja, saya seorang profesional walaupun bidang nya berbeda. Tapi saya pikir, untuk masalah customer service, apakah itu bank, perusahaan besar, toko kelontong, seharusnya memiliki ciri dan sikap yang sama.

Kejadian ini membuat miris dan gerah, terutama karena mereka melayani publik.

You know what, saya masih harus ke sana lagi lo awal bulan depan. Semoga pelayanan nya sudah membaik, amin.



Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Tidak ada komentar

Please comment here :