Top Social

The Benefits of Using Financial Sales Analytics for Business

11/06/2017
Predictive sales analytics (PSA): It goes without saying that sales revenue is the backbone of 
any organization. Thus, implementing a strategy to find out how much growth your business can 
expect in the current year and next year can have a strategic impact on your business bottom line. 

benefit of using financial sales analytics for business
via pexels

Here, a predictive sales analysis app is useful. This allows you to evaluate how effective your
estimates are, and also, to improve your sales network in the next few years.

Organizations that use PSA tend to adopt a set of competencies and tactical approaches to gain learning about their customers.

There are two definite ways to estimate sales - comparing past trends with current and the use of 
predictive techniques, such as correlation analysis.

Sales analytics is considered a powerful tool for planning and achieving workflows without any 
hassle by allowing clients to manage their operations in an effective way. 

Simply put, say, you've done a predictive analysis and you've guessed that in a given month of the
year, your sales might go down. 

In this case, you can apply new and effective strategies to increase sales for a certain period. 
Having a clear idea of your sales will keep you from experiencing panic situations. According to 
research conducted by leading research institutes, forecasting how productive your business will be 
in the months or years to come so that your business stays with all your wants and wants, 
gives you a platform to grow.

Product Profitability Analytics (PPA): To provide strong competition and maximize your investment, it is important to reflect on exactly where to invest. 

To calculate profits, you need to look at your product and its costs separately, and it certainly can be 
a difficult and time-consuming task. 

Here, PPA is the best solution that helps determine profits based on each product. This lets you get a quick insight into all your offers so you can make the right decisions for your business. 

For example, if you know which product your customers are most interested in, you can promote the product strategically, that's the article about sport event management.

Siapa Bilang Freelancer Tidak Butuh Modal ?

11/03/2017
Faktanya memang seperti itu, bahkan seorang freelancer pun butuh modal, tidak hanya sebatas modal dengkul tok.
Meskipun ada banyak juga yang bilang, yang penting modal kita adalah skill. Ehhhmm, bener banget sih, tapi seumpama kamu punya skill tapi gak punya komputer, apa bisa bekerja sebagai freelancer?
Ke warnet ? Waduhh berbagi wifi aja kalau bisa jangan, apalagi berbagi komputer dengan orang lain. Bahaya...

freelancer butuh modal



Baca juga : Fixed Rate vs Hourly Rate Upwork

Nah itu dia masalahnya....
Sebelum memutuskan untuk benar-benar terjun ke dunia freelancer, kalau kamu selalu mendambakan bangun tidur belum sikat gigi tanpa mandi sudah bisa langsung kerja, kamu harus punya persiapan finansial juga loh.
Ah masak ? Kok ? Yupp, karena siapa tahu kamu baru mendapat job pertama di 3 bulan atau 6 bulan kemudian atau bahkan ada yang 1 tahun menunggu baru dapat job untuk pertama kalinya.

Well, kalau kamu masih tinggal dengan orangtua sih, enggak usah di bahas deh ya, mau makan tinggal ambil dah, nambah juga gak papa. Enggak usah bayar listrik, bayar PDAM dan bayar kontrakan atau cicilan rumah.

Lain lagi kalau kita seorang single parent, bapak kepala keluarga, emak-emak yang memang ingin menambah penghasilan seperti saya atau single yang memang ingin mandiri lahir batin tanpa mengandalkan modal dari orangtua, kayaknya kita harus berpikir lebih cerdas dan cermat deh. Cerdas cermat ^^

perkiraan modal awal freelancer
Berdasarkan pengalaman pribadi, ini nih beberapa modal material yang minimal harus kamu punya sebelum yakin dan fixed terjun ke dunia freelancer :

1. Komputer/Notebook/Smartphone
Tergantung pada skill dan keahlian yang kamu punya, standar komputer yang di butuhkan akan berbeda. Misal : komputer yang di gunakan hanya untuk menulis (bikin artikel, ngeblog) atau tugas ringan sederhana, cocok kalau memakai komputer atau notebook standar macam HP Notebook AC14-ac151TU Silver. Notebook/laptop standar begini biasanya di jual di rentang harga 3 jutaan ke atas.

Tapi kalau untuk kerja online macam cari database, web research, apalagi di tambah dengan aplikasi macam potoshop dan adobe, pasti komputer standar sudah tidak akan mampu lagi. Percayalah. Soalnya saya sudah buktikan.
Paling tidak kamu akan butuh komputer/notebook dengan minimal spec intel core 1-3 yang rata-rata ada di harga mulai dari 5 jutaan ke atas.

Sudah ada komputer atau notebook kenapa juga harus ada smartphone ? Ya karena kita tidak bisa 24 jam duduk di depan notebook kan ? Masak iya gak butuh jalan-jalan juga ? Nongki cantik di starbuck gitu ? hehehehe

Beberapa aplikasi penting yang harus di install di smartphone adalah : aplikasi upwork dan skype. Terutama email, karena begitu ada notif baru, kita akan langsung tahu dari email. Bisa langsung di balas via smartphone atau kalau mau bisa buka notebook. Simpel.
Ada yang jalan-jalan selalu bawa laptop/notebook ? Angkat tangan.....

2. Paket internet
Dulu saya pakai paket data internet pulsa, kalau pas habis quotanya, bingung harus beli pulsa dulu. Enggak efektif, pun kecepatan internetnya juga standart, enggak bisa di bawa lari, yaa paling-paling jalan cepat hahaha..
Bulan juli tahun ini, setelah sepakat dengan suami, akhirnya pasang Indihome. Lancar jaya buat kerja. Ambilnya yang 350 ribuan per bulan, internet dan TV kabel. Mayan kan, selain bisa buat kerja, bisa streaming drama korea juga ^^

Baca juga : 5 Kesalahan yang di lakukan Freelancer Pemula

3. Rekening bank lokal
Kok harus pakai rekening segala ? Ya iya lah masak ya iya dong. Terus kamu kalau withdraw atau narik pembayaran mau pinjem rekening tetangga ?
Jangan ah, ngrepotin orang itu enggak baik.
Untuk urusan transfer-mentransfer, saya masih setia pakai BCA, teruatama BCA Expresi, murah bookk biaya admin per bulan cuman 5 rebu. Narik dari Upwork, kena 25 ribuan. Buka rekening pertama kali juga cuman 100 ribuan. Enggak mahal sih menurut saya kalau di bandingkan rekening yang lain.
Apalagi di sediakan fasilitas internet banking juga. Jadi enggak usah tiap kali ke ATM buat cek saldo. Tinggal buka smartphone atau laptop, cek withdraw, dana sudah masuk atau belum. Gampil bangettt...bravo BCA ^^

Nah kalau transfer ke rekening bank dalam negeri lainnya misal ke bank Mandiri atau Bni, kena charge-nya 5 ribu per sekali transfer. Buat bayar Indihome bisa, beli pulsa bisa, bayar kartu kredit bank lain juga bisa. Asal ada saldonya ^^

4. Kartu kredit
Kartu kredit ini enggak terlalu penting tapi penting juga buat jaga-jaga alias just in case saja. Misal, seharusnya tanggal ini bayar membership upwork $10 ehhh ternyata enggak ada dana di balance.
Nah, kita bisa memakai kartu kredit untuk pembayaran ini.

Atau misalkan mau beli domain via google atau beli template blog via etsy juga bisa. Saat beli domain www.beautytoreview.com via google, saya juga pakai kartu kredit. Hanya, kenanya lumayan mahal, per $1 kena di 13 ribuan. Tapi ya gak papalah, butuh.

5. Kopi
Ini mah khusus buat penggemar kopi cem saya hahaha...Enggak penting buat yang gak doyan.
Biasanya kalau pas kerjaan banyak, emang harus sedia beberapa gelas/mug kopi hitam, biar jreng dan melek terus wkwkwk..plus camilan-camilannya. (kerja apa ngemil?)

Gak usah takut keluar modal, yang namanya modal pasti nantinya akan balik lagi beserta profit-profitnya. Pengalaman saya, 3 bulan sudah balik modal sih, lebih malah  ^^

Selain modal material di atas, persiapkan juga modal non-material di bawah ini:

1. Skill dan kemampuan
Eksplor semua kemampuan kamu dari mulai yang bisa kamu lakukan dengan baik, lumayan bisa kamu lakukan dengan baik sampai yang kamu sangat baik bisa melakukan hal tersebut. Catat satu-satu.

Baca : Portfolio Upwork

Pandai menulis? bahasa asing ? pandai potoshop ? CRM ? email ? outreach ? airtable ? canva ?
Anything you can do, write it.
Tidak ada kemampuan yang tidak bisa di gunakan, percayalah.
Kalau sudah mampu dan ahli di satu bidang tertentu, asah dan latih terus dengan cara melamar job di bidang yang sama. Lama-lama keahlian meningkat dan tentunya harga kita sebagai freelancer juga meningkat. Siapa yang untung ?

2. Doa orangtua/pasangan/keluarga ^^
Ini harus ada, tidak bisa di kredit. Kalau sudah ada restu, lancar aja kerja dan hasilnya. Perbaiki dulu hubungan dengan orang tua, pasangan, supaya doa tulus mereka menjadi pembuka pintu-pintu rejeki kita.

3. Tekun, sabar, pantang menyerah
Ini juga penting, jangan karena di tolak satu klien lalu nangis gulung-gulung gak mau makan seminggu. Eeehh,,,sudah dewasa belum ? Pengen dapat duit enggak ? Mau nikah (yang masih jomblo) enggak ? Mau beliin emak anting emas enggak ? Makanya yang sabar ya tong.....^^

4. Enjoy aja
Nikmati prosesnya (jatuh, bangun, jatuh, bangun, loncat, lari) dan kamu akan menikmati hasilnya.
Just as simple as that.

Nah, buat kalian yang mau dapet artikel terbaru dari blog ini langsung ke email kamu, subscribe aja ya via email.
Tuh di sebelah kanan ada kolom subscribe, isi dan ketikkan alamat email kamu dan klik subscribe.

Thank you ^^






Portfolio Job 1 - 4 Upwork

10/29/2017
Job ke-1
Job pertama yang saya dapat dari Upwork. Jobnya mencari website dan email address tertentu sesuai keyword yang di berikan. Klien saya ini dari Australia.
Kontraknya seperti ini : https://www.upwork.com/d/contracts/18613845



Harga ? 60 database untuk USD 5.00
Client butuh 600 database. Dia membagi pekerjaan ini untuk 3 freelancer, saya salah satunya.
Saya pikir saya akan dapat semua kontraknya ehhh salah ternyata. Tapi saya mendapat bagian paling besar, USD 30 di banding 2 freelancer lain.
Rating pun di kasih 5 bintang oleh klien ini. Orangnya juga tidak rewel ^^ Pembayaran pun cepat, begitu submit hasil pekerjaan, sehari kemudian pembayaran sudah masuk ke transaction history.
Di bawah ini contoh database yang saya kerjakan :



Dari klien ini, saya mendapat 2 kontrak. Job-nya sih hampir sama ya.

Ini kontrak yang ke-2 : https://www.upwork.com/d/contracts/18660086


Baca juga : Tips Dapat Dollar dari Upwork


Job ke-3
Job ke-3 ini job yang bikin makan ati. Ada sedikit miss-understanding antara job yang di tawarkan dengan rate dan waktu yang saya tawarkan ke klien.

Jadi begini, kontrak ini : https://www.upwork.com/d/contracts/18586856
Kalau kalian baca di deskripsi jobnya, 20 offers bagi saya itu 20 campaign. Maka dari itu saya propose harga fixed rate di USD 7.00 sampai pekerjaan selesai. Saya pikir, cuman 20 campaign doang, paling sehari dua hari selesai.

You know what ? Emang bener sih ada 20 campaign, tapi yang saya tidak tahu, per 1 campaign itu ada ratusan halaman yang harus saya copy paste ke google doc. Dan itu membuat saya anyang-anyangan agak males menyelesaikan job ini. Tapi saya juga harus bertanggung jawab dong ya. Iya sih saya kerjain sampai selesai dan butuh waktu lebih dari 1 minggu. Bayangkan, USD 7.oo untuk seminggu lebih hahahaa....
Kalau inget job ini masih mangkel rasanya.

Job ini menggunakan RDC (remote desktop connection), jadi saya di beri link server, user name dan password untuk masuk ke komputer klien.

Beberapa waktu lalu, klien ini kirim inbox ke saya, katanya ada kerjaan/job dan bertanya apakah saya tertarik. Kemudian saya tanya, job-nya apa ? Dia bilang, job-nya sama dengan yang pernah saya kerjakan dulu. Haahaha.....waktunya balas dendam tiba.
Enggak ding, saya cuma bilang ke dia, kalau dia mau, rate saya per jam USD 6.oo. Setelah melihat rate saya, dia bilang mau pikir-pikir dulu dan sampai sekarang enggak balik-bali lagi hahahhh. Rasain loh.

Baca juga : Fixed Rate vs Hour Rate

Ini nih, beberapa pekerjaan yang saya lakukan untuk job ini :









Job ke-4
Job ini sumpeh banget cara daftarnya riweuh alias ribet. Saat melamar job ini harus menyertakan rekaman suara dengan background musik Mozart dan rekaman tidak boleh lebih dari 30 detik.

Saya pikir jobnya bakal susah karena waktu daftar aja ribet. Ehhh, ternyata kerjaannya gampang banget. Gak pakai mikir ^^

Jadi garis besarnya, klien saya ini seorang bisnis konsultan, mereka dari USA. Dia pegang kira-kira lebih dari 20 klien yang perlu di "carikan" pekerjaan.
Caranya ? Searching via Linkedin dan kemudian masing-masing prospect di kirimi sending connection. Untuk software, klien ini memakai Airtable dan Zapier.

Menurut saya, airtable dan zapier sangat bagus untuk di pakai untuk prospecting dan mengumpulkan database. Hanya, saya belum belajar banyak sih. 

Job ini juga mengharuskan saya menggunakan remote desktop connection. Untuk masing-masing klien dari klien saya ini, sudah di siapkan instruksi dokumen, user name, password dll yang di butuhkan freelancer untuk mengerjakan job-nya.



 
Ini nih kontraknya : https://www.upwork.com/d/contracts/18717286
Per jam saya di bayar USD 6.oo
Dari klien ini saya mengumpulkan USD 232.oo mayan sih, sekitar 3 minggu. Tapi klien ini juga bikin mangkel, bikin patah hati. Yang sudah pernah baca artikel saya ini : 2 Hal Ini Mungkin Terjadi Saat Kamu Menerima Kontrak Hourly Rate 

Nah, itu saya curhat tentang klien ini. Jadi, tidak penasaran lagi kan ? Hehehe..

Saya juga mau sedikit cerita nih, bukan curhat. Sebagai orang Indonesia, jangan minder dengan skill dan kemampuan kita. Jangan sampai kalah dengan orang-orang atau freelancer dari Filipina, India, Pakistan dan Bangladesh ^^

Karena kadang-kadang dan cukup sering, yang punya job memang mencari freelancer dari Filipina untuk apply jobnya. Setelah saya lihat-lihat di Upwork, memang sih, freelancer dari Filipina bahasa inggrisnya lebih mahir dan native daripada orang Indonesia, dan juga banyak yang rate-nya murah.
Tapi yang namanya skill pasti tiap orang beda-beda ya. Kalau saya sih seringkali kalahnya di rate per jam. Maka dari itu, sekarang kalau apply job saya lihat-lihat dulu, kalau ada term cari freelancer dengan rate paling murah, biasanya saya mundur sih. Kalah sama orang Bangladesh dan Pakistan ^^

Lalu kalau tidak di hire bagaimana ? Yaa cari job yang lain lagi lah. Jangan langsung galau dan guling-guling nangis curhat di facebook. Kenal sama orangnya juga kagak, ngapain juga di ambil pusing bro ??

Juga, ternyata tidak semua bule atau wong londo itu pinter dalam artian beberapa hal yang saya tahu ehhh dia tidak tahu. Maka, jangan pernah minder sama orang bule. Pesen saya sih.

Untuk job ke-5 dan seterusnya nanti akan saya post di artikel selanjutnya ya....Stay tune ^^



Lagi seneng nih, job success score sudah nongol di profile saya, horeeee........semoga bisa mempertahankan di 100%.

See ya..

Analisa Proposal Job di Upwork

10/25/2017
Butuh waktu sekitar 3 bulan sebelum saya mendapat job pertama saya di Upwork. Setelah saya analisa, pantes aja 3 bulan baru dapat job. Lamaran atau proposal yang saya kirimkan tidak menarik, juga saya tidak bisa melihat harga yang di tawarkan freelancer lain. Saya cuma propose dan melamar job dan menunggu dalam kepasrahan hahahahh. Gombal mukiyo tenan :))

analisa proposal job di upwork
Akhirnya dapat 1 job, kemudian dapat 1 job lagi dengan nominal yang masih kecil. Setiap kali mendapat connect/token setiap bulan, sudah pasti saya gunakan untuk melamar job lagi. Sedikit yang di dapat, banyak yang lolos.

Akhirnya, saya memantapkan diri membayar iuran bulanan sebagai premium member, USD 10 per bulan. Salah satu keuntungan menjadi premium member, saya bisa melihat harga rata-rata yang di tawarkan freelancer. Jadi saya bisa menawarkan harga sesuai rata-rata atau di bawah harga rata-rata.

Baru sebulan ini saya sadar, dari sekian banyak lamaran yang saya kirim, halo apa kabar ya ?

Nah, saran saya, setelah mengirim lamaran, jangan diam dan menunggu, lakukan analisa 3 hal di bawah ini :

1. Cek dan follow up proposal

follow up proposal

Caranya, setelah membuka website Upwork, klik find work-----> proposal.
Biasanya saya cek lagi, sudah ada berapa freelancer yang melamar job ini, harga rata-rata yang di propose berapa dan apakah empunya job mencari freelancer dengan rate paling rendah atau tidak.
Nah, setelah melihat hal-hal ini, saya akan memutuskan, apakah saya harus merevisi lamaran dengan rate berbeda (lebih rendah atau lebih tinggi) atau di biarkan saja.

bid range


Bid range akan muncul untuk paid member only ya, jadi yang basic member tidak akan bisa melihat average rate ini.

Baca juga : Tips Dapat Dollar dari Upwork

2. Freelancer Interview
Dari screen shoot di atas, tampak kalau freelancer yang melamar job ini tidak lebih dari 10 orang, dari 10 orang tersebut sudah ada 1freelancer yang di interview.
Rate tertinggi dari freelancer USD 27 per jam dan rate terendah USD 3 per jam.
Seperti yang saya katakan di atas, melihat hasil ini, saya kemudian merevisi proposal saya, dari USD 7.00 per jam saya downgrade ke USD 5.50 per jam supaya bisa lebih kompetitif.

Kok mau downgrade kak? Saya juga butuh job bro hehehehe....jadi sebisa mungkin harus bisa menang dari para kompetitor ini baik dari segi harga/rate maupun experienced.
Apalagi, melihat dari job di atas, job ini rentang waktunya jangka panjang, lebih dari 6 bulan. Wajar kalau yang empunya job mencari freelancer dengan rate terendah.
Dari analisa di atas, saya masih ada kesempatan untuk di interview karena yang empunya job belum meng-hire salah satu freelancer di atas.

Baca juga : Hourly Rate Contract Upwork

3. Proposal Active atau Archived ?
proposal aktif dan proposal tidak aktif upwork


Dari semua proposal yang kita kirim, di kelompokkan menjadi 2 yaitu proposal, yang masih aktif dan yang sudah tidak aktif lagi.
Proposal yang masih aktif berarti si empunya job belum memilih freelancer untuk job yang dia open, jadi kita masih ada kesempatan untuk mendapatkan job tersebut.

Archive proposal berarti ada 2 kemungkinan, empunya job sudah memilih freelancer untuk job-nya, jadi kesempatan kita tertutup sudah. Berarti kita kalah bersaing dengan freelancer lain. Kemungkinan kedua, job yang dia open sudah kadaluwarsa atau expired, jadi proposal kita otomatis menjadi tidak aktif.

Sebisa mungkin, cek dan pantau terus proposal yang masih aktif karena kemungkinan besar job dan dollar kita akan ada di sana :)

Saran saya, jangan malas untuk melakukan analisa, kan untuk keperluan diri sendiri. pingin dapat duit dollar, ya usaha dan effort harus lebih besar dari pada dapat duit rupiah. Kenapa ? lha 1 dollar masih 12.000 an rupiah owk.

Mau pamer pendapatan dari Upwork ah. Bukan riya, bukan sombong tapi ingin menginspirasi kalian saja.

pendapatan dari upwork

Pendapatan ini dari bulan Agustus kemarin sampai bulan Oktober ini. Masih sedikit ? gak papa, maklum masih pemula ^^

Tapi bulan Oktober ini agak lowong karena job tidak terlalu banyak, ada untungnya sih karena saya masih bisa update blog di sini dan di sini : www.beautytoreview.com

Fighting....!!!!

Tunangan : 50% Menikah, 50% Menikah Dengan Orang Lain

10/21/2017
Bulan September lalu, adik perempuan saya yang nomer 2 bertunangan. Dengan berat hati, kakaknya ini tidak bisa datang karena terkendala masalah dana dan juga waktu huffttt....
Biaya tiket pesawat pp, biaya akomodasi selama di Semarang, belum lagi anak lanang tidak dalam posisi libur sekolah. Tapi sepertinya tidak terlalu masalah sih, melihat dari timeline adik saya, pertunangan mereka berlangsung lancar dan meriah. Saya sebagai kakak sangat bersyukur dan ikut merasa senang.

Mari kita panggil adik saya dengan nama Dru. Setelah lewat seminggu hari pertunangan, Dru curhat panjang lebar via WA. Intinya, dia sedang bermasalah dengan tunangannya.

Masalahnya adalah uang (klasik yaa). Dru berniat baik, dia menyisihkan sebagian pendapatan hasil kerjanya di sebuah rekening bank, tunangannya juga ikut andil katanya. Seberapa besarnya saya tidak tahu. Dru juga bilang, sebelum bertunangan pun, yayangnya ini sudah mengetahui hal-hal positif negatif di keluarga kami dan dia tidak masalah. Sering juga dia membantu dalam hal keuangan saat Dru butuh. Maka dari itu, Dru merasa, orang ini yang paling cocok untuk dia.

3 hari setelah pertunangan, suami ibu saya meninggal (suami sambung, jadi bukan ayah kandung kami) meninggal, Dru meminta tunangannya untuk membeli air mineral karton, permen dll untuk suguhan para pelayat. Di berikanlah ATM kepada tunangannya.

Hari berlalu, Dru lupa kalau ATM nya masih di bawa sang tunangan. Saat dia butuh uang dan mau menarik uang dari ATM-nya, di cari kemana-mana tidak ketemu.
Dia bertanya tunangannya, si tunangan bilang sudah di balikin ATM-nya.
Karena tidak ketemu, jadilah Dru memblokir ATM tersebut. Takut kalau di salah gunakan orang katanya.

Setelah ATM di blokir, baru si tunangan bilang kalau kartu ATM di pegang dia, kemudian di kembalikan ke Dru.
Dru bercerita, bahwa di ATM tersebut seharusnya masih ada saldo uang sekitar 1,5 juta-an. Tapi setelah buku tabungan di print out, ada beberapa tarikan dana keluar sejumlah 200.000 sampai 400.000 hingga saldo di rekeningnya tinggal 300.000 rupiah.

Jelas dong, Dru kaget karena dia tidak merasa mengambil uang tersebut. Lalu dia menanyai tunangannya, kok bisa uang di rekening berkurang. Ternyata eh ternyata, si tunangan kalah judi bola dan kemudian mengambil uang dari ATM tersebut. Ramailah jadinya. Kayak sinetron.

Kata Dru, dia dan ibu kami pergi ke rumah tunangannya. Mungkin untuk menjernihkan masalah atau apa. Dru bilang ke keluarga tunangannya bahwa dia ingin memutuskan pertunangan yang baru seumur jagung itu. Tapi keluarga tunangan dan tunangannya sendiri tidak setuju. Uang yang di ambil si tunangan sudah di kembalikan, minta maaf dengan sangat dan minta di beri kesempatan kedua.

Sebagai kakak yang sedikitnya sudah makan garam, makan vetsin, pentol, dan soft drink lebih banyak dari mereka, saya memandang bahwa kalau sudah kadung terjerat dan pernah main judi, apapun itu bentuknya, itu susah dan bahkan mungkin gak bisa sembuh, istilahnya penyakit menahun. Kok bisa sih main judi gitu ? Yaa biasanya sih pengaruh lingkungan, pastinya, ibarat virus, di tulari dari teman-teman terdekat. Jadi, kalau mau sembuh, pilihannya ada 2, bokek terus alias melarat gak punya uang, atau pindah lingkungan (rumah/kantor) supaya lepas dari teman-teman maksiat.
Pilihan pertama enggak banget, siapa juga yang mau di ajak hidup melarat. Pilihan ke-dua juga agak berat, emang gampang pindah kerjaan dan langsung dapat kerjaan baru ? Kecuali mau freelance kayak saya hahahakkkk. Apalagi pindah rumah, kayaknya enggak mungkin deh.

Susah juga ya kalau sudah kadung jatuh cinta. Ibarat tai ayam rasa mangga, sudah tau gak masuk akal kok yaa tetep seneng. So, saya bilang ke Dru, ini baru tunangan doang loh, kamu belum menikah. Karena rencana pernikahan masih 2 tahun lagi, saya bilang jalani aja dengan santai gak usah stress. Toh bertunangan itu nantinya ada beberapa ending, bisa jadi menikah dengan tunangan, atau bisa juga tidak menikah dengan tunangan tapi menikah dengan orang lain. Masa depan, tidak ada yang tahu kan ?

Jadi teringat kotbah Pak Erastus Sabdono, setiap kali ada pasangan yang mendaftar untuk pemberkatan nikah, pasti lebih dahulu di tanya oleh beliau, baik yang pria maupun wanita. Sudah yakin akan pilihanmu ? Atau masih ragu ? Karena kalau salah satu dari pasangan tersebut ragu, beliau bilang, mending di tunda deh nikahnya. Karena bagi kami, menikah itu sekali seumur hidup.

Dan seringkali, pasangan menikah (di gereja) lupa bahwa di antara janji suci pernikahan, terselip kata-kata : "akan selalu setia dan bersama baik dalam suka maupun duka"
Yang keinget sih biasanya "dalam hal suka" begitu ada "duka" sedikit banyak yang gak tahan, meskipun banyak juga yang bisa melalui masa duka bersama pasangannya.

Saya pernah bilang juga sama Dru, bahwa sekali kamu memilih pasanganmu, kamu harus bertanggung jawab. Karena kamu pilih sendiri, enggak di jodohkan orangtua. Kalau ada apa-apa atau ada masalah, ya di tanggung sendiri, meski sebagai keluarga, kita juga tetap memberikan saran yang menurut kami terbaik. Tapi apapun keputusan rumah tangga, yaa harusnya di putuskan oleh pasangan itu sendiri. Ini kalau sudah menikah. Berat kan konsekuensi menikah ? Maka kalau sudah berani menikah, jangan main-main. Tanggung jawab dunia akhirat soalnya ^^

Makanya jangan cepet-cepet nikah, pilih calon terbaik....(saya ngomong buat adik-adik yang masih remaja, jelita dan belum menikah, masih studi, tapi sudah pingin nikah).

Meski demikian, ada hikmahnya juga sih, belang dan borok ketahuan di depan lebih baik daripada sudah kadung menikah baru belangnya keliahatan, kan repot...

Yang paling rusuh dan rese, adik saya yang nomer 1, sebut saja namanya Pay. Dia pakai mengancam-ancam Dru supaya jangan sampai balikan lagi sama tunangannya. Saya sih mafhum, dia lebih banyak mensupport Dru dalam hal keuangan, wajarlah kalau dia merasa berhak untuk ambil bagian. Kapan kamu sadar Pay? Huffttt.....

Pernah gak sih, nemuin kasus ruwet kayak gini? Apa perlu panggil Sherlock Holmes? Tapi Sherlock Holmes enggak pandai berurusan dengan hati sih ^^ Dia aja jomblo sampai novelnya tamat wkwkwkwk......

Bagaimana pendapat kalian ?

NB : Dru dan Pay, adik-adik saya mereka perempuan semua. Masih ada lagi 1 yang masih sekolah. Saya sulung dari 4 bersaudara, perempuan semua ^^

Upwork : 2 Hal Ini Mungkin Terjadi Saat Kamu Menerima Kontrak Hourly Rate

10/18/2017
Risiko freelancer


Hari Sabtu dan Minggu kemarin, saya patah hati. Tidak doyan makan, males ngapa-ngapain, inginnya tidur terus. Bener-bener patah hati.
Bahkan pentol langganan pun tidak mampu membuat nafsu makan saya bangkit. Hanya mie ayam ceker yang bisa hahahahakkkkk.

Ternyata bukan hanya tidak nafsu makan saja, kepala pusing, badan tidak enak, serba salah pokoknya. Anak lanang sampai kesel mijitin kepala emaknya terus 2 hari. Untung dia anak yang cukup tabah ^^

Patah hati dan galau ini bukan karena bertengkar dengan suami loh ya...awas jangan nggosip yang enggak-enggak. Gara-garanya sepele, kontrak saya di Upwork di putus sepihak oleh klien, dan hal ini tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Iya sih, bekerja sesuai kontrak memang bisa saja kontrak putus di tengah jalan, tetapi dengan klien ini, sayangnya, saya dan dia tidak ada masalah sama sekali. Kecuali bertengkar habis-habisan, emosi gitu kan ya. Ini enggak. Bahkan klien ini sempat menawarkan posisi full timer dan gaji bulanan. Siapa sih yang enggak termehek-mehek.

Baca juga : Fixed Rate vs Hourly Rate Upwork

Satu hal yang saya lupa, saat pertama kali propose job ini, saya melihat semua freelancer yang sedang dan sudah pernah bekerja sama dengan klien ini, satu pun tidak ada yang menjadi full timer.  Sedangkan di job yang dia open, ada iming-iming full timer dengan gaji sebulan USD 400-450 tapi akan lewat masa percobaan dulu. Nahhh, masa percobaan ini tidak di terangkan dengan jelas akan berlangsung berapa lama. Padahal di awal sudah saya tanyakan loh, tapi tidak di jawab. Saat itu sih, alarm saya sudah berbunyi meski suaranya hampir tidak terdengar (puitis hahahhh). Di apa-apain, kontrak sudah keluar, sayang dan eman kalau kontrak di tolak, iya kan ya....

Sebenarnya, klien ini (tim nya juga) menyenangkan untuk di ajak bekerja sama, selalu siap menjawab pertanyaan via skype, juga "mengajari" bagaimana supaya pekerjaan bisa lebih cepat selesai. Dari yang 1 jam  jadi bisa selesai dalam waktu 30 menit.

Nah tapi, kalau saya lihat dari siklus dan portfolio job dia, memang sih rata-rata freelancer yang di hire hanya menyelesaikan kontrak antara 10 jam sampai 30 jam. Itu juga mungkin karena kontraknya di stop seperti saya, mungkin loh yaaa...
Tapi, anehnya, feedback-nya rata-rata bagus, bintang 4 sampai bintang 5. Bahkan saya yang galau dan patah hati juga ngasih bintang 4 ke dia, aneh kan ?

Terus terang saja, saya tidak tau alasan kontrak di putus tiba-tiba. Ibarat sedang cinta-cintanya ehhhh malah di putus, hayati kan patah hati huhuhuhu...
Tapi ya sudahlah, 2 hari cukup untuk patah hati, yang penting segera move on dan berburu cari klien baru ^^

Nah 2 hal ini akan sangat mungkin terjadi kalau kalian menerima kontrak hourly rate :

1. Kontrak di putus sepihak
seperti pengalaman saya di atas, tiba-tiba kontrak di hentikan, padahal cara kerjanya sudah tahu, sudah cocok sama pekerjaan, team work juga sip. tapi benernya memang jangan tergantung atau bergantung pada 1 klien. kita harus punya banyak klien, mati satu tumbuh seribu, merdeka.....


2. Kontrak di gantung alias di pending
Satu klien saya dari Australia, orangnya juga baik bener, komunikasi lancar. ehhh,,,, tiba-tiba kerjaan di pending dengan alasan ... apa saya lupa hehe. Saya mau stop alias berhenti enggak boleh, malah di tawari pekerjaan lain. Tapi karena enggak cocok dengan pekerjaan baru, enggak saya ambil deh. Biar deh, di gantung dulu gapapa.

Lalu bagaimana dong ?

Ya enggak bagaimana yang bagaimana, memang risiko pekerjaan kan selalu ada kan ya. Yang penting sih, jam kerja kita tetap di bayar sesuai invoice. Plus, jangan terlalu "suka" dengan satu klien, entar malah patah hati kayak saya huhuhukkk.

Saran saya sih, karena setiap bulan freelancer selalu mendapat 60 connect/token yang bisa di pergunakan untuk melamar 30 pekerjaan, maka pergunakanlah sebaik-baiknya dengan melamar job yang sesuai skill. Kecuali memang sudah tidak ada waktu lagi atau klien yang masuk sudah banyak, yaa jangan melamar pekerjaan dulu. Beda cerita kalau yang ini mah.

Yep, sekilas info tentang patah hati di upwork sudah saya sharing, semoga bermanfaat ^^


Auto Post Signature