Top Social

Indri Ariadna

Cara Mudah Membuat Capcae Enak Bergizi

7/26/2017
Hai teman-teman, saya mau berbagi resep masakan enak, murah meriah dan tentunya bergizi. Capcae...
Eh, yang bener capcae atau capjay ya..?? Capcae, salah satu masakan favorit anak saya. Di kota Semarang, ada 2 langganan penjual capcae yang enak, menurut kami, pun lokasinya juga deket banget dengan rumah.

Kalau pas mudik ke Semarang, hampir setiap hari beli capcae untuk di bawa pulang dan di makan ramai-ramai. Lazizzz....Ngangeni....
Mungkin karena penggunaan kekean atau ada bumbu rahasia apa hingga bisa enak seperti itu. Kekean di buat dari campuran tepung dan udang giling, di bungkus seperti lontong dan bisa di gunakan sebagai tambahan bahan masakan yang tentunya....enak....

cara mudah membuat capcae enak bergizi
bahan membuat capcae

Berhubung di kota Palangkaraya tidak ada penjual Capcae seenak di Semarang, yaa lebih baik memasak sendiri.
Tahu gak kalau salah satu rahasia kelezatan masakan itu terletak pada kesegaran bahan sayur-sayuran yang akan kita masak ? Apa benar ? Menurut saya sih iya, semakin segar bahannya, rasanya pasti akan lebih enak. Tinggal menambah ramuan bumbu yang tepat dan kelihaian lidah dalam merasa ^^

Baca juga : Merancang Menu Masakan Untuk Keluarga

Bahan untuk membuat Capcae ini mudah di dapat di pasar atau kios-kios sayur, bumbunya juga sederhana. So, let's go...di bawah ini bahan-bahan yang di butuhkan serta bumbu-bumbu yang harus di siapkan.

cara mudah memuat capcae enak bergizi
resep capcae

Cara membuat :

1. Cuci bersih sayuran kemudian potong-potong sesuai selera.
2. Daging ayam dan ampela hati di potong kecil-kecil.
3. Bumbu :
- iris tipis bawang Bombay
- haluskan merica dan bawang putih
4. Siapkan sedikit minyak di wajan untuk menumis.
5. Tumis bawang Bombay terlebih dahulu, setelah layu masukkan potongan ayam dan ampela hati.
6. Masukkan merica dan bawang putih, aduk rata.
7. Masukkan wortel dan bunga kol.
8. Masukkan udang dan baso.
9. Masukkan tomat dan daun bawang.
10. Tambahkan saus tiram, saus tomat, garam dan ROYCO.
11. Aduk rata, koreksi rasa dan angkat.

Mudah dan gampang kan ? .....

Nah, untuk teman-teman terutama para ibu rumah tangga, sering bingung gak sih mempersiapkan masakan dan juga menu bekal anak-anak ? Kalau saya sih iya, sering bingung.
Tapi tidak lagi setelah memakai jadual masak alias planner ini. Tinggal di isi atau edit, print, tempel di kulkas atau dapur.

template jadual masak
menu masak 1 minggu

Ada juga loh, planner masak untuk bekal anak, silahkan download di sini ya : Menu Bekal

Di menu paling atas, ada menu Printables, semua file bisa di download secara gratis di sana mulai hair ini. Nyicil dulu, sedikit demi sedikit ^^.

Menurut saya sih, menu bekal paling praktis adalah nasi goreng. Mengapa ? Bahan-bahannya bisa di siapkan malam sebelumnya. Bumbunya bisa memakai Royco bumbu masak nasi goreng, jadi tinggal sreng dan plang plung aja di pagi harinya. Praktis dan gampang.

Semoga bermanfaat ^^



7 Alasan Mengapa Saya Mengganti Template Blog

7/24/2017
mengapa harus mengganti template blog

Meski blog ini masih berusia muda (belum ada 1 tahun), tapi saya sudah 3 kali berganti template blog premium alias berbayar. 
Dengan menggunakan template premium, harapan saya, penampilan blog ini akan lain dari yang lain dan tentunya tampil cakep dan kece.

Pertama kali membeli template premium di Blogger Perempuan, feminin banget templatenya, full bunga-bunga.
Kenapa ganti ? Karena setelah beberapa saat di gunakan, template tersebut tidak responsif. Saya coba melihat tampilan blog via hendphone ternyata tampilan blog ini terpotong dan tidak utuh. 
Saya kemudian membayangkan, kalau ada yang membuka blog saya via handphone pasti langsung kecewa dan langsung di tutup browsernya. Lha wong tampilannya gak enak di pandang.

Beli template kedua di Arlina Design. Model templatenya tidak girly tapi bisa di pakai untuk berbagai tema/niche blog dan saya suka.
Masalahnya, saya tidak bisa coding dan mengganti template sesuai yang saya inginkan. Penjualnya di hubungi susah banget bak hilang di telan bumi. Saya sih mengharapkan sedikit pertolongan after sales gitu karena beneran saya gak tau coding sama sekali.

Baca juga : 5 Tips Merawat Blog

Beberapa kali saya email, gak ada reply dan jawaban sama sekali. Saya berpikir, daripada blog ini gak tayang-tayang mending saya bayar orang yang bisa benerin deh. Akhirnya saya buka loker di Projects.co.id.
Deal dengan salah satu worker dan kemudian blog ini bisa tampil sesuai yang saya inginkan. Tapi kemudian ada masalah baru yang timbul.
Sistem komentar menggunakan Disqus, Blog dan FB. Tapi banyak teman yang kesulitan menggunakan komentar via Disqus. Akhirnya saya berpikir untuk mengganti template lagi yang lebih user friendly di area komentarnya.

Tampilan blog yang sekarang teman-teman lihat ini adalah template ke-3 yang saya beli dari Vefio Design. Untuk urusan after sales dan customer support-nya saya acungi jempol banget. Berkali-kali saya kirim email karena merasa kesulitan dan selalu di jawab dengan clear dan cepat. Bersama dengan template yang saya beli juga ada step by step cara mengganti coding template sesuai dengan informasi yang ingin saya ganti dan tampilkan.
Ohya, saat beli template ini saya juga di beri bonus template lagi. Jadi beli 1 dapat 2 ^^


Suka banget dengan tampilan blog sekarang ini karena terlihat clean, bersih, dan simple. Font-nya meski bisa di ganti tapi saya suka font bawaan template ini. Juga yang tidak kalah penting, template ini responsif.

Juga, di template blog ini sudah ada coding Pin It untuk Pinterest, jadi lebih mudah mengupload dan menge-pin di Pinterest. 2 template sebelumnya tidak ada. Dan yang terpenting, sistem komen-nya juga menjadi user friendly, semoga teman-teman yang mengunjungi dan membaca blog ini jadi lebih mudah memberikan komentar ya...^^

Mengapa harus mengganti template blog ? Tidak harus sih, terserah kalian juga, tapi ini alasan saya.

Ini 7 alasan saya mengganti template blog :

1. Tidak/kurang responsif
Tidak responsif artinya, apabila kita membuka blog di handphone atau smartphone, tampilannya tidak bisa menyesuaikan panjang lebar handphone. Pastinya tampilan jadi jelek kan.

Kita bisa mengecek apakah blog kita responsif atau tidak via : http://ami.responsivedesign.is

Ini tampilan blog saya :

responsive design blog
responsive blog


2. Sulit menambah menu 
Template blog saya yang ke-2 dari Arlina, susah membuat menu baru di headernya. Harus mengganti atau menambah coding terlebih dulu.

Template yang sekarang saya pakai ini, kalau mau menambah menu tinggal menambah via layout/tata letak dan it's done. Simpel dan gampang.

3. Pin it tidak otomatis
Template yang sekarang ini syukurnya sudah tersedia otomatis Pin It. Jadi lebih bisa melanglang dunia Pinterest saat nge-share artikel.

4. After sales 
Mungkin karena saya juga seorang sales dan marketing dan paham betapa berartinya after sales bagi customer, sangat menjengkelkan saat saya tidak menerima feedback, bantuan atau respon atas produk yang saya beli.

Jadi sebelum membeli template blog premium, bacalah banyak review. Percuma juga template nya bagus tapi penjualnya tidak menyenangkan kan ?

5. Kolom komentar
Sekarang saya lihat memang jamannya memakai Disqus untuk berkomentar di web atau blog. Tapi ternyata tidak semua orang bisa atau mempunyai akun Disqus. Saya sebagai pemilik blog juga tidak bisa memaksa para pembaca untuk membuat alun Disqus supaya bisa berkomentar di sini.

Pilihan saya yaa pada akhirnya mengganti template blog supaya lebih user friendly untuk para pembaca blog ini yang ingin berkomentar.

6. Layout blog
Saya pribadi, lebih suka tampilan atau layout web/blog yang clean dan lega. Tidak terlalu banyak animasi, tubruk warna atau rame.
Jadi, saya suka banget saya melihat tampilan blog ini. Begitupun saat saya bw (blogwalking) saya seneng kalo ternyata blog yang saya kunjungi mempunyai tampilan yang clean.

7. Bosan
Ini penyakit yang tidak boleh di tiru hahaha....
Masa belum ada setahun sudah ganti 3 template blog ? Biarin ah...
Kalo penyakit ini muncul memang obatnya hanya 1....ganti template.

Bagaimana dengan teman-teman nih ? Sudah berapa kali ganti template blog ?


Cara Mudah Membuat Label Nama Menggunakan Canva

7/15/2017
Tahun ajaran baru, buku-buku baru dan harus di tempel dengan label nama biar tidak tertukar dengan punya teman.

Dulu banget jaman Mikhael masih PG/TK, nama dll langsung di tulis di buku bagian depan karena memang sudah tersedia tempatnya. SD juga saat masih kelas 5.

Semenjak kelas 6 (3 tahun yang lalu), karena kita pindah ke Palangkaraya, buku-buku tidak lagi dapat/beli seperti di sekolah lama dulu. Kalau dulu semua buku tulisnya seragam dan sama semua, sekarang beli sendiri-sendiri di luar.
Jadilah, kegiatan mengeprint dan menempel label nama menjadi kegiatan tahunan ^^

Biasanya searching template yang bisa di edit di google, tapi entah kenapa kok tidak ada yang cocok. Ada yang cocok templatenya, ehh enggak gratis ternyata. Karena di buru-buru Mikhael, akhirnya bikin sendiri deh via Canva.

Baca juga : Membuat Media Kit via Canva

Jadinya seperti ini :

membuat label nama menggunakan aplikasi canva
membuat label nama


Meskipun untuk versi sederhana bisa menggunakan MS Word atau Excel, tapi membuat label dengan Canva sangat menyenangkan karena bisa ganti-ganti template atau font dengan mudah.

Untuk yang tertarik membuat juga, ini step by step caranya :

1. Buka aplikasi Canva, kemudian login.
2. Klik create a design kemudian pilih template Label

pilih label template
pilih template label


3. Klik template Label kemudian akan terbuka workspace untuk memilih layout template pilihan. Di bawah ini ada banyak sekali free template label yang bisa di pilih. Saya pilih warna biru karena anak saya laki-laki ^^
Pilih salah satu layout kemudian klik satu kali nanti otomatis layout akan bergeser ke kanan, ke area edit.

pilih layout
pilihan layout label

4. Layout label siap di edit, tidak susah, tinggal klik area yang ada tulisannya, kemudian langsung timpa dengan tulisan baru. Untuk pilihan font serta besar kecil font dan warna bisa kita atur, lihat di sebelah kiri atas workspace.

pilihan layout untuk di edit
pilihan layout

5. Setelah jadi, jangan lupa di simpan ya layoutnya supaya sewaktu-waktu kita butuh tinggal edit saja. Cara menyimpannya mudah, lihat ke pojok kanan atas workspace.
File-nya kita beri nama dulu, di sini contoh saya beri nama "Label Nama" kemudian klik save.

file label nama di simpan
file di simpan

6.  Setelah file di beri nama, baru kita download supaya nanti bisa di print. Ada beberapa pilihan download file yaitu PNG, JPG, PDF. Karena labelnya nanti akan di print, simpan dalam bentuk PDF saja ya.

download file label nama
file di download

7. Label nama yang kita buat pertama kali bisa langsung di copy di halaman bawah. Tinggal copy saja, nanti bentuk dan detailnya akan sama.

cara copy label
cara copy label

Di sebelah angka 1 itu adalah tanda copy, klik satu kali nanti bentuknya akan seperti contoh di atas.

Begitu cara membuat label nama menggunakan Canva, mudah sekali kan?

Nah, sekarang gak susah harus buat template sendiri, tinggal klak klik beres...^^ Kalau masih ada yang kurang jelas silahkan di tanyakan via komen ya.

Oiya, sebelum ngeprint, di set up dulu ya file-nya karena 1 gambar label ukuran sebenarnya cukup besar, hampir setengah halaman kertas A4 karena kemarin sudah coba print.
Di set up dulu, per halaman menjadi 4 x 4 gambar supaya nanti tercetaknya sebesar kartu nama. Tinggal potong-potong kemudian tempel di buku.

Semoga bermanfaat ya...

Saat Harga Tas Menjadi Masalah

7/11/2017
Produk branded, siapa sih wanita yang gak ingin memakai. Dengan berbagai macam alasan tentunya. Sering saya menunjukkan foto-foto artis atau selebriti yang memakai produk mahal macam tas,sepatu, jaket atau baju ke anak laki saya. Dan kemudian kami sama-sama bersuara "wowwww" dan geleng-geleng kepala takjub setelah membaca harga produk-produk tersebut.

saat harga tas menjadi masalah
saat harga tas jadi masalah

Sedikit banyak, setelah membaca berita-berita online tentang apa dan berapa harga yang di pakai para selebritis itu, membuat saya benar-benar tercengang dan terkejut.
Melihat tas yang di pakai Nagita Slavina seharga 80 juta rupiah, tas yang di pakai Syahrini seharga ratusan juta atau baju yang di pakai artis itu seharga puluhan juta. Itu baru tas nya aja, belum sepatu, baju, jam, gelang dll. Alamakjan.....$$$$$

Sebagai masyarakat biasa dan bukan artis, buat saya pribadi, barang-barang itu mahal banget. Mending buat beli saham atau rumah aja deh #emakirit. Ya tapi keinginan orang kan beda-beda yaa..

Baca juga : Investasi VS Menabung

Tapi saya juga sadar dan tahu, mereka para artis dan seleb tersebut memang harus tampil glamour demi eksistensi dan gengsi di dunia mereka yang gemerlap. Mereka mempunyai dunia sendiri yang tentunya berbeda banget dengan dunia kita para emak-emak ini hehehe

Beberapa alasan (menurut saya) mengapa mereka selalu menggunakan produk branded adalah :
[1] eksistensi
[2] kode keras, maksudnya kalau ada yang mau endorse atau memakai jasa mereka sebagai artis, paling tidak tahu lah ya kisaran harga kontraknya.
[3] memang mampu kok, sudah kaya sejak lahir dan uang bukan masalah.
[4] you name it..

Beberapa waktu lalu, Ibu Iriana Jokowi juga memakai produk branded dalam hal ini tas branded keluaran luar negeri saat berkunjung ke Ragunan. Demikian juga dengan sang putri, Kahiyang. Harganya ? Puluhan juta rupiah.

Tapi kemudian ada beberapa orang yang memandang bahwa Ibu Iriana borju dan tidak sederhana, sok kaya, tidak bisa empati dengan masyarakatnya yang kebanyakan masih kere #ehhh.
Berbeda banget dengan kesan sederhana yang selalu di tampilkan oleh Bapak Jokowi yang kemeja dan sepatunya seharga ratusan ribu.

Well, sebagai sesama wanita dan juga wanita yang sudah menikah, menurut saya sih ya, keinginan istri adalah tanggung jawab suami. keindahan istri juga tanggung jawab suami. Sejauh mana istri meminta sesuatu, apabila suami sanggup ya sanggupkanlah, belikanlah. As simple as that.

Kalau Ibu Iriana dan anak perempuannya minta di belikan tas branded sedangkan suami dan ayahnya mampu membelikan dan ikhlas ? Why not ? Enggak ada yang salah...Kok orang lain yang repot.

Apalagi sebagai ibu negara, memang sudah sewajarnya dan normal bahkan masuk akal apabila Ibu Iriana memakai produk branded. Bahkan seharusnya setiap hari hehehe.
Lha wong istri presiden kok. Yang artis dan seleb aja boleh pakai dan gak ada yang komentar dan nyinyir, apalagi Ibu negara nih. Harusnya mereka memuji dong, kok malah mengkritik. Aneh...

Saya jadi teringat suami saya. Paling tidak sedikit mirip sih dengan sikap Pak Jokowi dalam hal berpakaian sederhana dan gak neko-neko. Handphone juga senengnya Nokia senter, gak mau pakai smartphone.

Di bandingkan saya dan anak, suami saya jarang sekali membeli baju atau pakaian. Gak punya uang? Punya. Hemat ? Mungkin...
Saat jjs ke mall kemudian saya lihat ada baju pria bagus, saya bilang ke suami, beli ini nih, mayan bagus, diskon pula. Baru dia beli. jarang banget beli karena dia sekedar "ingin" atau beli karena "lucu" atau karena dia sering buka-buka online shopping. Karena dia bukan shopper mania seperti istrinya hahaha...

Beda banget dengan istrinya ini yang begitu melihat sepatu "lucu" kemudian ingin beli. Baju "lucu" kemudian ingin beli. Memang saya seringnya kalah oleh keinginan yang lucu-lucu sih hehehe #ngaku.

Tapi apapun itu, barang yang saya ingin atau butuh meski mahal macam kacamata minus, sepatu (yang buat saya harga 300 ribu itu udah mayan mahal) pasti di belikan atau kalau enggak ya..beli sendiri, tinggal lapor doang.

Malah dia sempat marah-marah sewaktu lihat saya sakit. Maksudnya dia, kurang apa sih, minta apa aja di turutin dari jajanan, apalah bahkan minta rumah di beliin (hehe) kok masih sakit sih...begitu protesnya. Lha bagaimana lagi wong daya tahan tubuh menurun, yaa sakit lah, kok malah marah-marah. Pikirnya dia, kalau semua serba ada dan selalu di turuti itu lalu gak boleh sakit ^^ Ajaib..

Back to topic, menurut saya Pak Jokowi dan keluarga itu orang kaya loh karena sebelum menjabat presiden beliau sudah menjadi juragan mebel bahkan sampai sekarang masih. Dan karena saya juga pernah terjun di dunia mebel selama lebih dari 10 tahun, paling tidak saya tau seberapa banyak penghasilan beliau dari jualan mebel.

Jadi kalau hanya memakai sepatu sneaker seharga 2 juta rupiah, membelikan tas istri seharga puluhan juta rupiah, jjs ke Eropa sekeluarga, itu masih sedikit upil dari total penghasilan beliau sebagai juragan mebel. Percayalah.

Saya jadi teringat perkataan salah satu orang yang pernah saya kagumi tapi sekarang tidak lagi karena tersandung masalah istri dan anak yang tidak di akui. Beliau pernah berkata, setiap orang itu harus berhasil dan kaya, yang sederhana itu sikapnya (kurang lebih demikian).

Jadi, untuk yang masih mempunyai mental pecel bahwa presiden dan keluarganya harus tampil sederhana dan apa adanya seturut kehendak kalian,,, bertobatlah ^^
Wong mereka punya segalanya kok, terserah mereka dong ah...
Toh kita sebagai rakyat juga melihat bagaimana sikap mereka demikian sederhana dan membumi. Padahal kalau mau di bandingkan dengan kita dari segi kekayaan, kepandaian, pengalaman, kita masih kalah kalah kalah jauh. Dari segi sikap, kita malah sok kaya ^^

Kalau kita bisa di bandingkan dengan mereka (presiden dan keluarganya), ini kalau bisa loh yaa... paling tidak kita sudah menjadi menteri toh ? Logika bodohnya begitu. #ngakak

So, gak usah iri hati, gak usah menghakimi. Harusnya bangga, udah itu aja ^^

Investasi vs Menabung

7/06/2017
Masih ingatkah ada pepatah ,”Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit” atau lagu oma Titiek Puspa yang mengajarkan tentang menabung ? Yang salah satu liriknya begini nih : bang bing bung yukk kita nabung. Bang bing bang yukkk kita ke bank….generasi 80 dan 90-an pasti masih ingat (maksa).

Nah, ibu saya dulu juga selalu mengingatkan, terutama kalau anak gadisnya habis gajian, ibu bilang kalau ada uang di tabung, jangan beli baju terus, jangan jajan terus hahaha..
Syukur-syukur bisa ambil rumah sendiri sebelum menikah. Keinginan orangtua pasti mulia yaa...
Iya sih, jeleknya saya, kalau sudah ada uang di dompet, rasanya ingin belanja terus. Saya orangnya memang boros. Jangan di tiru. 

Tapi apakah pernah berpikir, sebenarnya tujuan menabung uang itu untuk apa sih ? Apakah dengan menabung, uang kita akan bertambah banyak dan kita menjadi kaya ? 
Kalau saya pribadi, mempunyai rekening tabungan di bank hanya untuk memudahkan lalu lintas transaksi keuangan saja. Bukan untuk menyimpan uang selama mungkin dan menunggunya menjadi bukit uang karena itu tidak mungkin.


perbedaan antara investasi dan tabungan
investasi vs menabung

Kok bisa tidak mungkin ? Pernah tidak memperhatikan printout buku tabungan ? Pasti ada keterangan kredit atau juga penambahan sedikit nominal tertentu untuk “bunga” dan pengurangan atau debet beberapa rupiah (yang lumayan jumlahnya) untuk biaya administrasi bulanan, biaya pajak atas bunga dan lain-lain yang total jumlahnya bahkan lebih besar dari bunga tabungan yang kita dapatkan.

Bahkan tidak mungkin, kalau kita mempunyai sejumlah uang mengendap di rekening tabungan (mengendap = tidak di tambah dan tidak di tarik alias di biarkan saja) maka uang tersebut akan habis karena di gunakan untuk membayar biaya administrasi bank.

Jadi, punya rekening tabungan itu perlu atau tidak perlu ? Perlu banget tapi hanya untuk lalu lintas transaksi dan juga untuk menyimpan dana darurat selama 3 sampai 6 bulan. Ini kalau saya loh ya. 

Dana darurat adalah jumlah dana yang besarnya sesuai dengan pengeluaran untuk hidup selama per bulan. Jadi, apabila satu saat kita di PHK (misal sebagai karyawan) atau bisnis kita sedang lesu (amit-amit), kita masih bisa membiayai pengeluaran keluarga selama jangka waktu tertentu karena kita masih mempunyai dana darurat di rekening bank.

Selain untuk dana darurat, rekening di bank juga perlu untuk kelancaran transaksi keuangan. Contohnya, saya sebagai blogger, menerima pembayaran dari klien melalui transfer bank. Membeli pulsa, membayar listrik, membayar BPJS, membayar asuransi, membayar kartu kredit juga membutuhkan rekening bank.

Satu hal yang bagi saya pribadi tidak bisa di campur aduk adalah saya tidak bisa berinvestasi dengan cara menabung. Maksudnya, saya tidak bisa mengharapkan uang saya di rekening tabungan beranak pinak.

Investasi ? Apa itu investasi ? Apakah berbeda dengan menabung ? Baca juga : Only Saving Is Not Enough

Tentu saja berbeda. Menabung adalah menyimpan sejumlah uang di bank sementara investasi adalah menempatkan sejumlah uang atau dana dengan harapan memperoleh keuntungan di masa depan. Pernah membaca buku Rich Dad Poor Dad ? Belum ? Silahkan membaca dulu ^^
Beberapa poin penting di buku ini adalah tentang bagaimana uang bisa bekerja untuk kita. Bukan kita yang bekerja untuk mendapatkan uang. Keren kan ? 

Saya mempunyai analogi sederhana seperti ini nih:

Saya mempunyai beberapa ayam jantan dan betina yang saya pelihara. Ayam-ayam ini adalah modal awal saya beternak.
Karena saya memelihara ayam-ayam ini dengan baik, setiap hari ayam-ayam betina bertelur. Dari semua telur yang di hasilkan, ada beberapa telur yang saya ceplok mata sapi untuk sarapan, ada yang saya eramkan supaya bisa menghasilkan anak-anak ayam, ada yang saya jual kepada penjual jamu.

So, selain saya masih mempunyai indukan ayam, saya mendapat beberapa manfaat lain yaitu uang hasil penjualan telur, anak-anak ayam dan juga telur mata sapi yang saya konsumsi.

Kemudian, anak-anak ayam tersebut menghasilkan telur-telur lagi yang jumlahnya akan lebih banyak karena indukan ayam yang pertama juga masih menghasilkan telur bukan ?

Demikian analogi sederhana tentang investasi. Dan tentunya, kita tidak bisa mendapatkan hasil investasi yang maksimal kalau hanya mengendapkan uang kita di tabungan di bank, apalagi kalau di selipin di bawah bantal hehehe.. .

Untuk investasi, banyak sarana atau alat yang bisa kita pilih sesuai dengan jumlah uang yang kita punyai untuk investasi dan juga seberapa besar kita bisa dan mampu menanggung risiko. 

Apakah ibu rumah tangga juga boleh dan bisa berinvestasi ? Bisa dan boleh dong,,,reksadana sangat terjangkau loh untuk ibu-ibu rumah tangga. Investasi untuk ibu rumah tangga.

Seperti analogi ayam di atas, satu hari pastinya akan ada masa tidak semua telur menetas dengan baik. Bahkan mungkin ayam-ayam kita terserang penyakit dan mati. Inilah yang di namakan risiko. Seberapa besar kita bisa menanggung risiko yang mungkin terjadi.

Beberapa pilihan sarana investasi adalah :

1. Deposito
2. Obligasi
3. Reksadana
4. Saham

Masing-masing dari pilihan investasi tersebut mempunyai imbal hasil yang berbanding lurus dengan risiko.

Deposito merupakan pilihan investasi paling aman, karena di jamin oleh pemerintah hingga jumlah tertentu. Berapa imbal hasil deposito ? Sekarang berkisar antara 5% per tahun. Jadi kalau kita menyimpan deposito di bank sejumlah 10 juta rupiah selama satu tahun, maka satu tahun kemudian kita akan memperoleh 10.500.000 rupiah belum di potong pajak.

Deposito sudah pernah punya, dulu….sekarang gak tertarik lagi nyimpen uang di deposito.

Obligasi atau surat hutang. Bisa di keluarkan oleh perusahaan yang ingin menambah modal dan juga di keluarkan oleh negara. Pernah mendengar ORI ? atau SUN ?(surat utang negara)
Obligasi terutama yang di keluarkan oleh negara menjamin pengembalian modal di setor dan juga bunga yang di bayarkan setiap bulan.

Saya pribadi belum pernah punya obligasi karena memang tidak pernah di tawari oleh pihak bank selaku penjual obligasi. Padahal suami punya 2 rekening bank BUMN loh. Tapi ya gapapa lah. Karena obligasi belinya tidak bisa ketengan alias eceran, harus minimal 10 juta atau 15 juta, itu sih yang pernah saya dengar.

Reksadana, salah satu cara berinvestasi yang mudah dan juga murah. Mengapa ? Karena reksadana di kelola oleh manajer investasi yang tentunya sudah berpengalaman. Pun, kita bisa membeli atau berinvestasi di reksadana mulai dari nominal 100 ribu atau 200 ribu rupiah saja. Terjangkau kan ?

Suami sudah 3 tahun ini mempunyai investasi reksadana saham syariah di Manulife. Itu juga atas anjuran saya dulu (bangga dikit wkwkwk) karena per bulan dia bisa menyisihkan 1 sampai 2 juta. Kan mayan ya mak daripada di tabung mending masuk ke reksadana.

Banyak sekali perusahaan sekuritas dan manajer investasi yang bisa kita pilih, tentu saja untuk membandingkan kinerja masing-masing ya. Pilih yang benar-benar cocok.

Saham, merupakan investasi dengan risiko tertinggi di antara yang lain. Mengapa risikonya tertinggi ? Karena, dengan imbal hasil yang tinggi maka akan berbanding lurus dengan risiko yang kita dapat.

Dengan membeli saham, kita mempunyai hak kepemilikan atas perusahaan yang sahamnya kita beli.
Contoh : saya membeli saham perusahaan PT Iga Rawon sejumlah 100 lot (10.000 lembar karena 1 lot = 100 lembar) maka saya mempunyai hak atas laba rugi perusahaan tersebut sesuai dengan jumlah saham yang saya miliki.

Nahh, sejak bulan Februari tahun ini saya ikut sekolah pasar modal di Palangkaraya Kalteng yang di selenggarakan oleh Phintraco Sekuritas dan Bursa Efek Indonesia. Tiap minggu rutin ada jadual kelasnya loh, gratis gak pakai bayar. Dari yang bener-bener gak tau apa-apa tentang pasar bursa, tentang saham, tentang pergerakan saham, jadi lumayan tahu dan paham.

Saya bersyukur banget karena bukan hanya di Pulau Jawa saja tapi masyarakat di luar Jawa seperti di Kalimantan Tengah ini mendapat pengetahuan yang sama tentang investasi saham. Salut untuk Phintraco Sekuritas, Bursa Efek dan pemerintah.

Masa iya sih kita orang Indonesia yang jumlahnya ratusan juta masih kalah dengan negara-negara tetangga terus ? Dengan bertambahnya ilmu dan pengetahuan tentang saham, di harapkan jumlah para investor di Indonesia akan meningkat nih. Kalau jumlah investor meningkat, pasar bursa akan semakin besar dan perekonomian akan semakin "ramai".

Ada yang tahu atau pernah baca tentang Warren Buffet ? Beliau merupakan salah satu orang terkaya di dunia lohh, silahkan googling kalau tidak percaya hehehe. Dan kekayaan beliau ini karena hasil berinvestasi saham sejak puluhan tahun yang lalu.

Ada yang tahu atau pernah dengar atau pernah baca tentang Ellen May ? Mbak cantik dari Solo ini juga sudah sukses menjadi trader dan investor saham. Bahkan beliau sudah menerbitkan beberapa buku tentang bagaimana cara berinvestasi saham. Saya punya 1 bukunya, kurang 1…hehe..pamer lagi hahh..


buku smart trader rich investor
smart trader rich investor

Apakah kita bisa mencontoh orang-orang sukses tersebut ? Bisa…meskipun tidak ada di dunia ini yang instant kecuali mi instant, itupun harus di rebus dulu, kecuali yang mie cup yess. Tapi kalau kita mau, kita bisa, yang penting belajar, belajar, belajar.

Ehh situ teori melulu, emang situ sudah beli saham perusahaan apa ? Eh oh ada yang ingin tahu ya ? Well, saya masih memulai alias pemula sih, jadi hasilnya juga belum banyak, ruginya yang banyak wkwkwkwk. Tapi yang penting saya sudah mulai dan berani membeli saham.
Saat ini saya pegang beberapa saham seperti salah satu toko retail besar, saham perusahaan tambang, saham perbankan, dll. Lebih dari 5 ^^

Sementara itu dulu deh sharing dari saya tentang investasi, sharing dari pemula ^^ semoga bermanfaat yaa...

Auto Post Signature