Top Social

Indri Ariadna

Upwork : 2 Hal Ini Mungkin Terjadi Saat Kamu Menerima Kontrak Hourly Rate

10/18/2017
Risiko freelancer


Hari Sabtu dan Minggu kemarin, saya patah hati. Tidak doyan makan, males ngapa-ngapain, inginnya tidur terus. Bener-bener patah hati.
Bahkan pentol langganan pun tidak mampu membuat nafsu makan saya bangkit. Hanya mie ayam ceker yang bisa hahahahakkkkk.

Ternyata bukan hanya tidak nafsu makan saja, kepala pusing, badan tidak enak, serba salah pokoknya. Anak lanang sampai kesel mijitin kepala emaknya terus 2 hari. Untung dia anak yang cukup tabah ^^

Patah hati dan galau ini bukan karena bertengkar dengan suami loh ya...awas jangan nggosip yang enggak-enggak. Gara-garanya sepele, kontrak saya di Upwork di putus sepihak oleh klien, dan hal ini tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Iya sih, bekerja sesuai kontrak memang bisa saja kontrak putus di tengah jalan, tetapi dengan klien ini, sayangnya, saya dan dia tidak ada masalah sama sekali. Kecuali bertengkar habis-habisan, emosi gitu kan ya. Ini enggak. Bahkan klien ini sempat menawarkan posisi full timer dan gaji bulanan. Siapa sih yang enggak termehek-mehek.

Baca juga : Fixed Rate vs Hourly Rate Upwork

Satu hal yang saya lupa, saat pertama kali propose job ini, saya melihat semua freelancer yang sedang dan sudah pernah bekerja sama dengan klien ini, satu pun tidak ada yang menjadi full timer.  Sedangkan di job yang dia open, ada iming-iming full timer dengan gaji sebulan USD 400-450 tapi akan lewat masa percobaan dulu. Nahhh, masa percobaan ini tidak di terangkan dengan jelas akan berlangsung berapa lama. Padahal di awal sudah saya tanyakan loh, tapi tidak di jawab. Saat itu sih, alarm saya sudah berbunyi meski suaranya hampir tidak terdengar (puitis hahahhh). Di apa-apain, kontrak sudah keluar, sayang dan eman kalau kontrak di tolak, iya kan ya....

Sebenarnya, klien ini (tim nya juga) menyenangkan untuk di ajak bekerja sama, selalu siap menjawab pertanyaan via skype, juga "mengajari" bagaimana supaya pekerjaan bisa lebih cepat selesai. Dari yang 1 jam  jadi bisa selesai dalam waktu 30 menit.

Nah tapi, kalau saya lihat dari siklus dan portfolio job dia, memang sih rata-rata freelancer yang di hire hanya menyelesaikan kontrak antara 10 jam sampai 30 jam. Itu juga mungkin karena kontraknya di stop seperti saya, mungkin loh yaaa...
Tapi, anehnya, feedback-nya rata-rata bagus, bintang 4 sampai bintang 5. Bahkan saya yang galau dan patah hati juga ngasih bintang 4 ke dia, aneh kan ?

Terus terang saja, saya tidak tau alasan kontrak di putus tiba-tiba. Ibarat sedang cinta-cintanya ehhhh malah di putus, hayati kan patah hati huhuhuhu...
Tapi ya sudahlah, 2 hari cukup untuk patah hati, yang penting segera move on dan berburu cari klien baru ^^

Nah 2 hal ini akan sangat mungkin terjadi kalau kalian menerima kontrak hourly rate :

1. Kontrak di putus sepihak
seperti pengalaman saya di atas, tiba-tiba kontrak di hentikan, padahal cara kerjanya sudah tahu, sudah cocok sama pekerjaan, team work juga sip. tapi benernya memang jangan tergantung atau bergantung pada 1 klien. kita harus punya banyak klien, mati satu tumbuh seribu, merdeka.....


2. Kontrak di gantung alias di pending
Satu klien saya dari Australia, orangnya juga baik bener, komunikasi lancar. ehhh,,,, tiba-tiba kerjaan di pending dengan alasan ... apa saya lupa hehe. Saya mau stop alias berhenti enggak boleh, malah di tawari pekerjaan lain. Tapi karena enggak cocok dengan pekerjaan baru, enggak saya ambil deh. Biar deh, di gantung dulu gapapa.

Lalu bagaimana dong ?

Ya enggak bagaimana yang bagaimana, memang risiko pekerjaan kan selalu ada kan ya. Yang penting sih, jam kerja kita tetap di bayar sesuai invoice. Plus, jangan terlalu "suka" dengan satu klien, entar malah patah hati kayak saya huhuhukkk.

Saran saya sih, karena setiap bulan freelancer selalu mendapat 60 connect/token yang bisa di pergunakan untuk melamar 30 pekerjaan, maka pergunakanlah sebaik-baiknya dengan melamar job yang sesuai skill. Kecuali memang sudah tidak ada waktu lagi atau klien yang masuk sudah banyak, yaa jangan melamar pekerjaan dulu. Beda cerita kalau yang ini mah.

Yep, sekilas info tentang patah hati di upwork sudah saya sharing, semoga bermanfaat ^^


Fixed Rate vs Hourly Rate Upwork

10/02/2017
Kali ini saya mau berbagi secuil informasi tentang fixed rate dan hourly rate di Upwork.

perbedaan fixed rate vs hourly rate upwork

Sistem pembayaran di Upwork terdiri dari 2 pilihan ini, fixed rate dan hourly rate.
Fixed rate adalah sistem pembayaran yang baru bisa di release apabila hasil kerja freelancer sudah di setujui oleh pemberi job. Fixed rate ini berdasarkan kesepakatan antara freelancer dan pemberi job, meskipun biasanya pemberi job sudah mempunyai budget tertentu.

Hourly rate adalah sistem pembayaran per jam. Misal freelancer dan pemberi job sepakat di $10/jam maka pembayaran akan di hitung berdasarkan hitungan berapa jam freelancer bekerja.
Sistem hourly rate menggunakan sistem tracking desktop alias penghitung waktu atau timer.
Pastikan untuk mendownload aplikasi tracktime desktop sebelum memulai mengerjakan project. Mudah kok, tinggal klik, download dan otomatis track time ini nanti terpasang di desktop kita.

Bagaimana kalau tidak memasang atau lupa menghidupkan tracker ? Pastinya kalian tidak akan gajian hohoho....
aplikasi track time desktop


Jadi, semua job yang saya ambil yang hourly rate akan otomatis tampil di aplikasi ini. Ini penampilannya :

time tracker aplikasi desktop


Seperti yang kalian lihat di atas, semua kontrak job yang hourly rate tampil semua. Tinggal pilih yang mana yang mau di kerjakan. Pilih satu kontrak, tulis deskripsi note, klik on, otomatis tracker-nya jalan sendiri menghitung waktu saat kita kerja dan juga mengambil beberapa screenshoot desktop.

Hasil pekerjaan bisa kita lihat di work diary, penampilannya seperti ini:

work diary upwork
Hasil screenshoot pekerjaan kita, bisa di edit di work diary ini, edit deskripsi atau kalau mau screen shoot-nya di delete juga bisa. Work diary ini, setiap hari senin akan di review oleh pemberi job sebelum pembayaran di release.

Nah asiknya kalau sistem hourly rate, pembayaran akan masuk ke rekening Upwork kita setiap minggu. Baru nanti bisa kita tarik ke rekening lokal atau paypall.

Tarikan ke rekening lokal akan di potong sejumlah fee transfer, dari Upwork sendiri akan di potong sejumlah $0.99 setiap kali kita melakukan tarikan. Dari rekening lokal (saya pakai BCA), setiap kali ada dana masuk dari Upwork akan terkena potongan 25.000 rupiah. Kalau bank lain saya tidak tau ya karena saya pakai BCA aja.

Yang amazing, transfer dana dari Upwork ke rekening BCA hanya berlangsung sekejap. Paling lama 10 menit setelah saya konfirmasi, dana sudah masuk ke rekening. Enggak butuh berhari-hari baru masuk, amazing dan saya sukak ^^

Maka dari itu, tiap hari rabu saya pasti nraktir keluarga, enggak harus sih ya, tapi biar suami dan anak juga ikutan seneng tiap minggu hehehe. Buat siapa lagi kalau bukan buat mereka. yaa...buat bantu suami bangun rumah juga sih hahaha....Amin.


Lalu bagaimana, pilih yang fixed rate atau hourly rate ?

Kalau saya pribadi sih lebih suka memilih yang hourly rate karena lebih fair aja. Kita sebagai freelancer di bayar berdasarkan berapa jam kita kerja, that's fair. Tapi terserah juga ya, mungkin ada yang beda pendapat dengan saya dan lebih suka memilh fixed rate. Gapapa juga.

Nah, sebagai perbandingan, ini plus minus dari masing-masing sistem pembayaran di Upwork.

Fixed rate
(+) dana dari pemberi job sudah harus di parkir di Upwork sebelum atau saat open kontrak. Dari sisi pembayaran, tentu saja sistem ini lebih aman karena sudah ada dana yang siap release atau siap di bayarkan.
(-) terkadang, bahkan sering, pemberi job tidak memberikan informasi detail tentang berapa banyak hal atau data atau job yang harus di kerjakan. Saya pernah kena juga nih, baca deh artikelnya : Tips Dapat $$$ Dari Upwork

Share pengalaman terbaru, baru aja 2 hari yang lalu, saya propose sebuah job untuk mencari database dengan budget $200. Saya tau, job ini tidak menyebutkan berapa banyak database yang di inginkan dengan budget tersebut, tapi saya pingin propose. Akhirnya saya melamar job tersebut.

Sehari kemudian, saya mendapat inbox dari pemilik job tersebutdan kemudian saya di tes mencari 4 database yang dia inginkan.
Saat saya mengirim sample, sekalian saya tanya, berapa banyak database yang dia inginkan dengan budget $200 tersebut. Baru dia bilang bahwa database yang di inginkan sejumlah 6500 database (ajegileeeee....)
Pada akhirnya saya menolak karena jauh banget dengan standar kalkulasi saya. Dia menawar juga sih, $200 untuk 3500 enggak jadi 6500 tapi masih saya tolak karena nanti bakalan jadi kerja bakti.
Jadi ya, dengan meminta maaf saya tolak deh job tersebut.

Hourly rate
(+) setiap minggu (hari rabu kalau saya) bisa di pastikan pembayaran akan masuk ke rekening Upwork. Terserah, bisa langsung di tarik ke rekening lokal atau di diemin dulu di Upwork enggak ada masalah.
(+) dengan sistem aplikasi track time, hasil pekerjaan kita setiap jam-nya akan terdata dan ter-record untuk kemudian di review oleh pemberi job. Kita ada bukti seumpama suatu saat si pemberi job melakukan arbitrase.

(-) terus terang saya belum menemukan minus-nya sih ^^

Nah, itu dia sekilas info tentang sistem pembayaran di Upwork, semoga bermanfaat.

Feel free to share, thanks.

Note :
Beberapa link yang bisa kalian baca, sumber dari blog Upwork :

https://www.upwork.com/blog/2006/07/hourly-rate-vs-fixed-bid-projects/
https://www.upwork.com/blog/2017/08/set-right-rate-grow-freelance-business/

Review : Creambath di Martha Tilaar Salon & Spa

9/27/2017
Hari Sabtu tanggal 23 sept 2017 kemarin, bangun tidur rasanya kepala berat banget. Tulang-tulang di badan juga rasanya kayak copot semua. Padahal kerjaan freelance juga enggak berat-berat banget meski suka ngalong, kalo tidur bisa jam 12 atau jam 1 malam. Biasanya juga gapapa, tapi ini ahhh....ga enak pokoknya ini badan.

review creambath perawatan rambut


Langsung kepikiran, udah beberapa lama gak pernah creambath. Terakhir creambath di salon biasa, pulang-pulang malah kepala malah tambah pusing karena njarem. Mungkin salah teknik pijatnya atau si embak yang ngreambath dulu gak ikhlas atau gimana enggak tau juga.

Kepikiran untuk mencoba creambath di Martha Tilaar Salon & Spa Palangkaraya. Dulu sudah pernah juga cobain facial di sini, sekarang gantian cobain crembath, siapa tau cocok. Baca deh : Martha Tilaar Salon dan Spa

Cocok di sini menurut saya : harga reasonable alias masuk akal, teknik pijat oke, lama creambath lebih dari 30 menit, ada pijitan punggung, free beverage atau kalau ada cemilan juga boleh, free wifi, free apalagi ya....(haha banyak banget maunya...)

Setelah pamit ke anak dan suami, langsung cuzz ke jalan Thamrin, lokasi Martha Tilaar Salon & Spa. Tidak terlalu ramai kalau di lihat dari tempat parkir, artinya enggak harus antre.

Terus terang, sebagai jebolan marketing furniture, saya suka banget dengan interior salon ini, sangat njawani karena penuh dengan bangku, kursi, almari full kayu jati. Perasaan seperti ada di Jawa ^^

review creambath perawatan rambut

Setelah masuk, saya langsung duduk di depan kasir sambil bertanya, apakah bisa creambath. Yang tentu saja jawabannya pasti bisa. Pertanyaan basi macam apa ini tapi mau bagaimana lagi hehehe...
Kemudian oleh mba kasir di sodori price list perawatan. Untuk creambath, harga termurah 150 ribu, harga termahal 180 ribu. Seperti biasa, saya pilih yang paling murah dulu, daripada pilih yang mahal tapi service dan produk dapatnya sama, kan rugi saya wkwkwkwk...

Setelah memilih perawatan creambath tradisional (yang 150 ribu), saya langsung di persilakan untuk copot sepatu dan ganti sendal oleh salah seorang kapster yang nanti akan meng-handle saya (bahasa apa ini). Saya kemudian di persilakan untuk ganti atasan di toilet. BTW, toilet-nya bersih, di bawah wastafel ada senampan irisan daun pandan dan bunga-bungaan, jadi begitu masuk ke toilet, harum semerbak aroma daun pandan sungguh terasa. Enggak ada suasana horor atau mistis sih, malah enak aja masuk ke toilet, harum soalnya ^^. Sayangnya lupa gak kejepret.

Setelah ganti atasan, rambut di keramas dulu, sambil di tawari, pilih keramas dengan air dingin atau air hangat. Keramas selesai, baru di persilakan ke tempat duduk yang di sediakan untuk memulai proses creambath.

Nahhh....terus terang, dari segi teknik, creambath di sini masih middle low menurut saya alias biasa-biasa aja. Ekspektasi saya creambath di salon ini, saya akan di creambath dengan teknik yang "lebih" daripada salon-salon biasa yang lain. Terutama kalau di lihat dari segi harga. Tapi ternyata tidak. Pijitan creambath dan teknik pijatnya bahkan masih kalah dengan salon biasa yang seharga 100 ribuan.

Selain teknik pijit creambath, saya mengharapkan akan di creambath dalam waktu "agak" lama sekitar 30 menit - 45 menit. Tapi apa daya, meski tidak melihat jam, saya rasa creambath di kepala hanya sekitar 15-20 menit, selebihnya pijat punggung.

Kalau di salon-salon lain ada yang memijit punggung plus lengan sampai telapak tangan, di sini hanya punggung saja. Karena punggung saya memang sudah pegel-pegel sejak kemarin, rasanya enak-enak saja di pijit. Bahkan si mba kapster bilang punggung saya merah semua, masuk angin katanya hakhahahakkkk...ketauan...

perawatan creambath


Di sini juga tidak memakai steamer rambut, hanya memakai handuk hangat yang dililitkan menutupi kepala. Sepertinya sekarang gak jaman ya pakai steamer rambut. --- Dulu waktu masih SMA, kalau creambath pasti di pasangi steamer rambut sampai saya megap-megap kepanasan LOL ---.

Sambil si mba kapster bilang untuk menunggu sekitar 15 menit supaya bumbu di kepala meresap (ini imajinasi saya --- abaikan). Selama menunggu, saya di suguhi wedang jahe di cangkir keramik kecil. Asli, wedang jahenya enak banget, sampai saya mau beli buat di bawa pulang hehehe.
Setelah saya tanya, ternyata mereka membuat dan meracik sendiri, khusus untuk customer yang datang ke salon. Sayang, cangkirnya kekecilan menurut saya, gak ada 150 ml kayaknya, sekali sruput habis. Mau nambah, malu ....emang warung.

review creambath perawatan rambut

Ssetelah 15 menit, rambut di keramas lagi dan kemudian di keringkan. Di tanya oleh si mba kapster, apakah mau beli tonik rambut, maka saya tanya, berapa harganya. Biasa lah ya di salon, semua-semua di tawarin. Karena murce, 5 ribuan sebotol kecil bolehlah saya bilang, biar si mba kapster senang ^^

Kesimpulan :
Ini kesimpulan dan opini pribadi, bukan sponsor karena saya bayar sendiri untuk kepentingan saya sendiri dan blog ini supaya tetep update ^^
Di bawah ini plus minus creambath di Martha Tilaar Salon & Spa menurut saya.

Plus :
  • cozy place, tempatnya nyaman dan bikin relaks
  • toilet bersih
  • suguhan wedang jahe yang hangat dan asli enak
  • pijitan punggung yang enak sampai merah semua
  • banyak spot cantik yang instagramable 
  • pembayaran bisa tunai atau pakai kartu debit
  • ada showcase minuman macam teh kotak dan air mineral, meskipun bayar tapi gakpapa dari pada haus banget.
  • rencana akan di buka kafe kecil di area salon ini, saya dapat info dari mba kapster
  • free wifi

Minus :
  • salon ini bukan hanya khusus untuk wanita tapi juga pria. sayangnya, tempat untuk facial ataupun creambath tidak terpisah melainkan tempatnya jadi satu, jadi agak-agak risih gitu
  • untuk harga 150 ribu, pelayanan dan creambath-nya so so alias rata-rata
  • tempat untuk creambath dan facial menurut saya kurang privat, saya kurang suka. Saat sedang creambath, di belakan gsaya ada banyak orang yang lalu lalang, laki-laki perempuan. Seandainya tempatnya lebih tertutup dan lebih privat, pasti akan lebih asik dan nyaman.
Sekian hasil reportase minggu lalu, semoga bermanfaat ^^

Feel free to share :)

Tips Dapat Dollar Dari Upwork

9/11/2017
Beberapa kali saya share di timeline FB tentang job dari Upwork yang saya terima. Upwork adalah salah satu portal jasa terbesar yang memepertemukan freelancer dan para empunya job. Ruang lingkupnya internasional. Bukan lagi yang lokal macam Sribulancer dan Projects.

Baca juga : Hati-hati Scam di Freelancer.com

jadi freelancer di upwork

Kok bisa tersesat di sana ? Apalagi yang menjadi alasan selain membangun rumah itu butuh uang ? Hehehehe....

Sudah sejak tahun 2016 kemarin sih saya daftar sebagai freelancer di Upwork. Biasa....gara-gara kepepet butuh pendapatan lebih hahaha...
Di tambah juga, data internet yang berlimpah ruah sejak bulan Juli lalu. Sayang kalau tidak di manfaatkan untuk mencari rejeki tambahan.

Ngomong-ngomong soal pendapatan, sebagai blogger pemula yang enggak (belum) ngetop-ngetop amat, per bulan dapat job sponsor post atau content placement juga bisa di hitung dengan jari. Nominalnya juga yang biasa-biasa saja, maklum blogger pemula hehe.

Baca juga : 3 Hal Yang Bisa Kamu Kerjakan di Projects.co.id

Tahun 2016 kemarin pas daftar di Upwork yaa sekedar daftar biasa aja, meskipun sambil ngarep juga dapat job dari sana. Tapi apa daya, setelah screening job-job yang ada di sana, bikin nyali runtuh dan gak berani propose job. Kayaknya susah-susah semua pekerjaannya, gak ada yang sesuai dengan keahlian saya, rasanya saat itu.
Maka, setelah daftar, propose beberapa job dan gak ada tanggapan dari calon client, kemudian Upwork saya tinggalkan. Back to reality, mungkin saya belum cocok pegang uang dollar ^^

Tahun 2017 ini sekitaran bulan Mei-Juni, saya kembali melongok ke akun Upwork yang tahun lalu saya buat. Dengan lebih teliti saya scroll pelan-pelan job-job yang di tawarkan yang sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang saya punya. Dan yesss, akhirnya ada 1-2 job yang saya bisa kerjakan. Mengerjakan apa ? Mencari kontak email, bahasa kerennya data mining.

Baca juga : 5 Kesalahan Yang Di Lakukan Freelancer Pemula

Kontrak pertama yang di tawarkan ke saya adalah mencari 1000 kontak email kemudian di lanjutkan dengan mengirim ke - 1000 email tersebut penawaran. Harganya ? Fixed rate $ 5 untuk semua pekerjaan tersebut. Kok murah banget ? Iya, saya juga gak kepikiran, yang saya pikirkan saat itu cuma, gimana caranya dapat job pertama di Upwork.
Hal-hal gak masuk akal kayak gini saya embat juga hahahah...

Pada akhirnya, setelah dapat 100 kontak email dan saya juga sudah mengirim email ke -100 database tersebut, saya menolak kontrak tersebut. Capek bokkkk, biarlah gak dapat bayaran gapapa...buat pelajaran, jangan sembarangan ambil job.

Kontrak yang kedua, saya masih juga oon bin bloon. Waktu itu ada yang butuh jasa untuk mengecek PPC (pay per click) keywords dan advertising landing page dia. Dengan pede saya kasih harga $ 7 fixed rate, karena dia bilang hanya sekitar 20 offer aja. Ahh, palingan sehari dua hari juga selesai kalau cuma 20 data, pikir saya begitu.

Si client ini juga sempat bertanya loh, ini $7 per jam atau bagaimana rate kamu ? Saya bilang $ 7 itu fixed rate sampai pekerjaan selesai.
Pada akhirnya, saya butuh hingga 2 minggu untuk menyelesaikan job ini. Lha gimana enggak ? Memang sih hanya 20 offer, tapi tiap offer terdiri dari ratusan hingga ribuan halaman yang harus saya copas satu-satu. Rasanya mau jedotin muka ke tembok abis itu ngopi item wkwkwk...
Beruntung, saat itu saya juga menerima job yang lain, yang lebih masuk akal ^^ jadi tidak terlalu stress amat.

Setelah kejedot di 2 job itu, saya sudah bisa berpikir lebih jernih dalam melamar atau memilih job. Harusnya saya menghindari job yang model fixed rate begini kalau enggak tahu benar detail dan jumlah (berapa banyak) pekerjaannya. Maka dari itu, saya kemudian pilah pilih lagi job yang rate-nya per jam.

Sampai sekarang ini saya sudah mendapat 3 kontrak job yang rate-nya per jam. Yang 1 job sudah mau selesai, tinggal finishing (istilahnya haha), yang 1 job masih on going dan 1 job lagi baru akan mulai. Dari Thailand, Australia dan Amerika.

Pendapatan sudah berapa ? Pendapatan bersih setelah di potong fee Upwork, bayar membership, dari bulan Agustus kerja sampai bulan September (pertengahan) ini sudah dapat $350-an
Mayan sih buat ibu rumah tangga kayak saya ^^

Ada teman yang tertarik untuk daftar juga, tapi ternyata enggak di approved dari Upwork. Saya juga baru tau kalau pakai approvement segala, tahun kemarin pas saya daftar kayaknya enggak ada deh. Akhirnya akun dia enggak bisa di approve karena satu dan lain hal.

Kalau verifikasi via video call memang iya ada, karena beberapa waktu lalu, akun saya di Upwork sempat di suspend 3 hari gara-gara harus di verifikasi. 

Nah, buat teman-teman yang juga mau dan ingin mendapat job dan dapat dollar dari Upwork, saya ada sedikit tips yang mungkin bisa membantu :

1. Bahasa
untuk bisa submit dan mendapat job di Upwork, syarat yang harus di penuhi adalah bisa dan mengerti ber-bahasa inggris. Tidak keren-keren banget bahasa inggris-nya tidak apa-apa, saya juga conversational aja kok. Yang penting apa yang di minta di kontrak kita tahu dan juga saat client chit chat kita bisa menanggapi dengan benar. Itu sudah cukup kok. Kalau bahasa inggrisnya lebih jago, lebih bagus lagi.

Tapi Indri, aku gak bisa bahasa inggris...gimana dong ? Yaaa,,, bagaimana yaaa.....harus belajar dulu, mau bagaimana lagi ? Senjata utama enggak ada, enggak bisa menyerang dong... No pain no gain.

2. Pitching
Sejak pertama kali melamar job, ada kali saya kirim 200 lamaran. Yang sayangnya, dari 200 tersebut, tidak ada yang tertarik untuk meng-interview saya. padahal interview merupakan 90% job sudah akan kita terima.

Bayangkan, betapa susahnya hanya untuk mendapat 1 job saja dari 200 lamaran. Tapi kemudian saya melihat-lihat lagi pitching/lamaran yang sudah saya kirim dan yang ternyata, kalau saya ada di posisi client juga tidak akan tertarik untuk meng-hire freelancer macam saya saat itu.
Kok .... ?
Iya, pitching saya sama sekali tidak menarik. tidak ada contoh atau sample pekerjaan yang saya sertakan, tidak ada ajakan supaya mereka mau menginterview saya. Pokoknya flat....datar.....tidak menarik...tidak profesional. Tidak heran kalau 2 bulan saya tidak mendapat job sama sekali.

So, kita harus membuat pitching yang menarik hati client. tidak bombastis tapi tetap realistis di tambah dengan portfolio pekerjaan yang pernah kita lakukan, kalau bisa berikan sedikit sample sesuai dengan job yang dia ada.

3. Skill
Di Upwork, banyak sekali job yang membutuhkan bermacam-macam skill macam data entry, virtual assistant, translator, research, grafis dan masih banyak lagi.
Lihat dan perhatikan skill yang kita punya. jangan hanya melihat harga yang tinggi tapi tidak ada skill, itu sama aja suicide ^^

Memang ada sih client yang menyediakan training, tapi pastinya, client juga akan lebih memilih freelancer yang sudah mempunyai basic skill di bidang pekerjaan tersebut.

4. Profile

freelance job at upwork


Overview profile ibarat pintu masuk. Sebagai freelancer, kita perlu membuat pintu masuk yang bersih, lapang dan menyenangkan supaya tamu mau masuk ke rumah kita.
Profile bisa kita isi dengan latar belakang pekerjaan dan skill apa saja yang kita punya. Juga portfolio pekerjaan-pekerjaan yang lalu bisa di masukkan ke profile juga. Supaya lebih meyakinkan calon client untuk meng-hire kita.


5. Rate
Hati-hati dalam "memasang harga" rate kita di profile. Saya juga awalnya tidak tahu sih, skill saya ini di hargai berapa per jam. Cara supaya tahu rata-rata harga freelancer bagaimana ? Kita bisa masuk ke "search" box, explore semua freelancer yang mempunyai skill yang mirip/hampir sama/sama dan bandingkan dengan skill kita.

Normalnya sih, freelancer yang sudah mempunyai jam terbang tinggi, pasti akan memasang harga/rate yang lebih mahal daripada freelancer pemula. Itu wajar dan normal banget.
Jangan sampai, kita yang masih pemula, malah memasang harga yang sama dengan mereka. Tau diri dikit lah ya ^^
Bukannya enggak boleh, boleh-boleh aja kalau di dukung portfolio dan pengalaman kerja yang memadai.
Yang menyedihkan, seringkali, banyak freelancer yang langsung ingin mendapat bayaran besar dan kemudian pasang harga atau rate setinggi-tingginya. Percayalah, you will get nothing.

6. Connects
Saat kita terdaftar sebagai freelancer di Upwork, kita mendapat "token" atau istilah di Upwork "connects".
Connects ini berjumlah 60 pcs untuk free member dan 70 pcs untuk paid member. Setiap kali kita melamar job, membutuhkan sedikitnya 2 connects. Jadi rata-rata dalam sebulan kita bisa melamar 30 job. So, pergunakan connects ini dengan baik-baik dalam melamar job.

7. Screening Job

job screening


Kalau saya melamar job, seringnya memilih job yang pelamarnya masih sedikit, sekitar 10-15 pelamar maksimal. Karena menurut saya, kalau pelamarnya sudah mencapai 50 orang bahkan lebih, susah bagi kita untuk mendapat kesempatan karena terlalu banyak saingan. Masuk akal kan ?
Meskipun, job yang pelamarnya lebih sedikit, tanggungan job-nya lebih sulit/susah tapi asalkan sesuai dengan rate yang di sepakati, tidak masalah kan ??

Semoga sharing saya kali ini bermanfaat yaa....kalau ada yang mau di tanyakan, silahkan tulis saja di kolom komen. Terima kasih ^^ 

5 Tips - Cara Mudah Memulai Bisnis Rumah Kontrakan

8/31/2017

5 tips cara mudah memulai bisnis rumah kontrakan

Seperti yang umum kita ketahui bahwa bisnis properti, salah satu jenisnya adalah bisnis kontrakan, merupakan bisnis yang menggiurkan. Bagaimana tidak ? Jika kita sudah memiliki sedikitnya satu jenis bisnis properti - dalam hal ini bisnis rumah kontrakan- maka kita akan memiliki pasif income yang kita peroleh tiap jangka waktu tertentu. Misalnya setiap tahun sekali atau dua tahun sekali tergantung pada jangka waktu sewa atau kontrak rumah.

Baca juga : Rumah Minimalis Modern Disewakan Palangkaraya

Sebagian orang memandang bisnis properti adalah bisnis yang selalu dimiliki oleh kalangan menengah keatas, dikarenakan harus merogoh kocek dalam-dalam untuk mempersiapkan modal.

Nah kali ini, mari kita bongkar satu rahasia bisnis properti, yaitu cara mudah memulai bisnis rumah kontrakan.

#Berikut ini 5 tips yang bisa kita pelajari untuk memulai bisnis rumah kontrakan#


Menjadi seorang makelar
Menjadi seorang makelar merupakan “life hack” bagi seseorang yang ingin memulai bisnis properti
tanpa modal. Dengan berbekal sebuah informasi yang akurat dan komunikasi yang bagus dengan pemilik properti, kita bisa langsung bekerja.

Caranya ? Cari properti atau  rumah disewakan di area perumahan (biasanya ada banner yang di pasang) dan kita bisa langsung berkomunikasi dengan pemilik rumah untuk menawarkan diri sebagai perantara.

Menjadi agen properti
Sebenarnya menjadi agen properti adalah pekerjaan tetap bagi yang bekerja di perusahaan properti. Tetapi bisa juga menjadi pekerjaan freelance, tergantung dari kebijakan perusahaan.
Keuntungan menjadi agen properti adalah informasi yang kita dapatkan pastinya up to date, entah itu list properti atau juga harga terbaru. Kita juga akan mendapatkan beberapa pelatihan, yang biasanya meliputi pelatihan komunikasi dan bagaimana cara menjual properti.

Pinjaman
Untuk mendapatkan modal ada bebeapa alternatif yang bisa kita gunakan. Salah satunya adalah pinjaman dari bank. Ya, dengan mendapatkan pinjaman dari bank kita bisa mendapatkan modal untuk pengajuan kredit rumah yang disebut KPR. Di sarankan untuk memilih rumah yang harganya terjangkau dan murah (misal rumah subsidi) sehingga angsuran KPR per bulan tidak terlalu besar.

Rumah tersebut bisa kita sewakan dengan harga yang sedikit lebih tinggi dari angsuran KPR per bulan. Ibarat kata, orang lain yang membelikan rumah untuk kita hehe...

Baca juga : Rumah Luas Megah Dijual Palangkaraya

Investor
Mencari investor perorangan adalah salah satu langkah alternatif yang bisa di ambil untuk memulai bisnis kontrakan. Perlu ketahui bahwa seorang investor tidaklah harus orang lain, tapi bisa dari keluarga sendiri. Bukankah kita akan lebih di percaya oleh keluarga sendiri ? Mungkin om, paman atau tante.

Proposal adalah salah satu cara presentasi untuk meyakinkan investor, jadi usahakan membuat proposal dengan rincian yang detail,  terutama dalam hal pembagian hasil usaha, besaran modal di setor dan proyeksi keuntungan.

Kartu kredit 
Kelebihan menggunakan kartu kredit ialah lebih mudah mendapatkan pinjaman, tinggal gesek istilahnya. Juga bisa kita mendapat fasilitas angsuran tetap per bulan dari bank-bank penerbit kartu kredit tertentu. Dengan menggunakan kartu kredit, kita bisa mendapatkan dana segar dalam hitungan menit.

Maka tidak jarang banyak orang yang menggunakan strategi dengan menggunakan beberapa bahkan belasan kartu kredit untuk menjalankan bisnis kontrakan.
Meskipun penggunaan kartu kredit tidak jarang juga bisa menimbulkan masalah karena statistik menunjukkan bahwa sebagian besar permasalahan ekonomi rumah tangga bisa timbul dari penyalahgunaan penggunaan kartu kredit.

Baca juga : Tanah Dijual Tengah Kota Palangkaraya


So, kita harus bersiap diri sebbelum menggunakan kartu kredit. Ingat, kartu kredit bukanlah harta atau uang anda tetapi uang yang di pinjamkan oleh bank. Segala bentuk pinjaman pastinya harus bisa di kembalikan.

Menjadi seorang pebisnis, apalagi pebisnis pemula haruslah cerdik memanfaatkan semua peluang yang ada. Apalagi dengan kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat, akan lebih memudahkan bagi para calon pebisnis untuk mencari prospek dan pembeli. Bisnis akan semakin lancar bukan ?

Semoga beberapa tips di atas bisa memberikan inspirasi buat anda terutama yang mau memulai bisnis kontrakan sendiri.

Auto Post Signature